Advertisement
Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use

Teh Pucuk Harum Menang di Banyak Momen: Bagaimana Brand Menguasai Consumption Occasion?

Teh Pucuk Harum kembali memperlebar jarak dengan Teh Botol Sosro di Top Brand Index 2026. Namun, kekuatan brand ini mungkin tidak hanya terletak pada produk tehnya. Dari Ramadan, musik, hingga sepak bola, Teh Pucuk terus masuk ke berbagai momen konsumsi konsumen.

Di kategori teh dalam kemasan siap minum, persaingan bukan lagi sekadar soal siapa yang memiliki rasa paling enak atau harga paling murah.

Brand juga harus memenangkan momen ketika konsumen memutuskan untuk membeli dan mengonsumsi produk.

Teh Pucuk Harum tampaknya memahami permainan tersebut.

Pada 2026, Teh Pucuk Harum kembali berada di posisi teratas Top Brand Index (TBI) untuk kategori teh dalam kemasan siap minum dengan skor 33,4%. Angka tersebut meningkat dari 31,3% pada 2025 dan menjadi yang tertinggi dalam kategori tersebut. Teh Botol Sosro berada di posisi kedua dengan 20,4%, sementara Frestea memperoleh 10%.

Advertisement

Namun, angka tersebut perlu dibaca secara tepat.

TBI bukanlah market share. Top Brand mengukur tiga parameter—Top of Mind, Last Used, dan Future Intention—yang kemudian dihitung menjadi Top Brand Index. Survei Fase 1 dan 2 dilakukan di 15 kota besar Indonesia dengan responden usia 15–65 tahun.

Artinya, posisi Teh Pucuk menunjukkan sesuatu yang penting: brand ini semakin kuat dalam benak, pengalaman penggunaan, dan niat pembelian konsumen.

Pertanyaannya kemudian menjadi lebih menarik:

Bagaimana Teh Pucuk membangun kekuatan tersebut?

Dari Produk ke Consumption Occasion

Salah satu cara melihat strategi Teh Pucuk adalah melalui konsep consumption occasion.

Dalam industri FMCG, konsumen tidak selalu berpikir dalam kategori produk. Mereka sering berpikir berdasarkan situasi.

Bukan “Saya ingin membeli teh.”

Melainkan:

“Saya sedang makan.”

“Saya habis olahraga.”

“Saya sedang buka puasa.”

“Saya mau menonton pertandingan.”

“Saya sedang nongkrong.”

Di titik inilah sebuah brand dapat membangun keunggulan.

Semakin banyak situasi yang diasosiasikan dengan sebuah brand, semakin besar peluang brand tersebut menjadi pilihan ketika kebutuhan muncul.

Data terbaru memberikan indikasi menarik.

Dalam survei GoodStats terhadap 1.000 responden di berbagai provinsi pada 11–24 Februari 2026, Teh Pucuk Harum menjadi merek teh kemasan yang paling banyak dipilih untuk berbuka puasa dengan 31,3%, diikuti Teh Botol Sosro 27,1% dan Teh Kotak 16,4%.

Angka ini memang bukan pengukuran seluruh pasar teh kemasan. Tetapi ia memperlihatkan bagaimana sebuah brand dapat memiliki relevansi yang kuat dalam occasion tertentu.

Ramadan, misalnya, bukan hanya periode peningkatan konsumsi. Bagi brand FMCG, Ramadan adalah ekosistem momen: sahur, berbuka, makan bersama, perjalanan pulang, hingga berkumpul dengan keluarga.

Baca Juga :  Bukber Syahdu di Jantung Bandung: Novotel Hadirkan Pesta BBQ & Nusantara

Ketika sebuah brand hadir secara konsisten dalam momen-momen tersebut, produk perlahan dapat berubah menjadi bagian dari kebiasaan.

Mengapa Pucuk Cool Jam Penting?

Strategi Teh Pucuk juga menarik jika dilihat dari cara brand membangun hubungan dengan anak muda.

Sejak 2016, Teh Pucuk menjalankan Pucuk Cool Jam, sebuah platform yang menggunakan musik dan kreativitas anak muda sebagai medium engagement. Program tersebut kemudian berkembang menjadi wadah pencarian dan pengembangan talenta.

Pada Pucuk Cool Jam 2024, misalnya, proses audisi dilakukan secara online dan offline di 10 kota, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Makassar, Medan, Palembang, Lampung, dan Balikpapan.

Program tersebut kemudian membawa Teh Pucuk Harum meraih penghargaan Entertainment Marketing to Gen Z dalam Marketeers Youth Choice Award 2025.

Yang menarik bukan sekadar penghargaan tersebut.

Secara strategis, Pucuk Cool Jam menunjukkan pergeseran dari:

Advertising → Activation → Platform → Community

Brand tidak hanya membeli ruang untuk memasang logo. Brand membangun sebuah ruang yang mempunyai alasan untuk dikunjungi oleh audiens.

Bagi FMCG, ini penting karena produk seperti teh kemasan memiliki diferensiasi fungsional yang relatif terbatas.

Jika semua pemain dapat menawarkan minuman teh yang dingin dan praktis, maka diferensiasi dapat berpindah ke konteks sosial dan budaya tempat brand hadir.

Dari Musik ke Sepak Bola

Strategi tersebut juga terlihat dalam olahraga.

Pada musim Liga 1 2024/2025, Teh Pucuk Harum menjadi Official Tea Partner Persib Bandung. Kolaborasi tersebut menempatkan brand di dalam salah satu komunitas sepak bola dengan basis penggemar yang kuat di Indonesia.

Menariknya, hubungan tersebut tidak berhenti pada logo di jersey.

Pada Maret 2026, Persib dan Teh Pucuk Harum kembali melakukan aktivitas bersama melalui pembagian takjil di Dago.

Dari perspektif marketing, ini memperlihatkan bagaimana sponsorship dapat diperpanjang menjadi brand experience.

Sepak bola memberikan passion.

Ramadan memberikan cultural relevance.

Aktivasi memberikan physical interaction.

Sementara produk tetap menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari.

Dengan kata lain, satu brand dapat masuk ke beberapa konteks tanpa harus mengubah identitas dasarnya.

Kekuatan Pucuk Ada pada Konsistensi, Bukan Satu Kampanye

Ada kecenderungan dalam industri marketing untuk mencari satu kampanye yang viral.

Padahal, kekuatan brand FMCG sering kali dibangun dari akumulasi aktivitas yang jauh lebih panjang.

Baca Juga :  Sari Roti: 100.000+ Titik Penjualan. Holland Bakery: 580+ Outlet. Mana Lebih Unggul?

Teh Pucuk telah menjalankan Pucuk Cool Jam sejak 2016. Di sisi lain, brand juga masuk ke olahraga melalui Persib dan terus melakukan aktivitas yang berkaitan dengan konsumsi dan komunitas.

Hasil akhirnya bukan sekadar satu kampanye yang terkenal.

Yang terbentuk adalah mental availability: semakin banyak situasi di mana konsumen mengingat sebuah brand, semakin banyak pula peluang brand tersebut masuk ke dalam consideration set.

Kinerja Top Brand Index 2022–2026 memberikan gambaran mengenai konsistensi tersebut.

TahunTeh Pucuk HarumTeh Botol Sosro
202232,6%20,1%
202330,6%18,8%
202429,6%20,0%
202531,3%21,7%
202633,4%20,4%

Sumber: Top Brand Award.

Teh Pucuk memang sempat mengalami penurunan TBI pada 2023 dan 2024. Namun dua tahun terakhir menunjukkan pemulihan sekaligus peningkatan.

Pada 2026, jarak antara Teh Pucuk dan Teh Botol Sosro mencapai 13 poin persentase.

Ini bukan bukti bahwa Teh Pucuk memiliki 33,4% market share. Tetapi data tersebut memperlihatkan bahwa secara brand metric, Pucuk memiliki posisi yang sangat kuat.

Bukan Berarti Strateginya Tanpa Tantangan

Justru karena brand sudah kuat, tantangan berikutnya menjadi lebih kompleks.

Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 mengenai keputusan pembelian Teh Pucuk di Kota Bogor menemukan bahwa kualitas produk dan harga menjadi variabel yang diteliti dalam kaitannya dengan keputusan pembelian. Penelitian tersebut menggunakan 385 responden.

Penelitian lain yang terbit di Mimbar Agribisnis pada 2025 juga menganalisis pengaruh bauran promosi terhadap keputusan pembelian Teh Pucuk Harum di Kecamatan Tembalang.

Artinya, kekuatan komunikasi tidak dapat berdiri sendiri.

Pada akhirnya konsumen tetap kembali kepada hal-hal fundamental:

produk, harga, availability, dan pengalaman konsumsi.

Brand boleh memenangkan perhatian, tetapi produk tetap harus memenangkan pembelian ulang.

Pelajaran untuk Big Brands: Jangan Hanya Mencari Audience

Strategi Teh Pucuk memberikan satu pelajaran penting bagi brand besar.

Audience tidak selalu sama dengan occasion.

Sebuah brand dapat memiliki jutaan followers, tetapi belum tentu menjadi pilihan ketika konsumen sedang berada dalam situasi pembelian.

Karena itu, strategi yang lebih kuat bukan hanya bertanya “Siapa target audience kita?”

Tetapi juga “Dalam situasi apa konsumen membutuhkan kategori kita?”

Setelah itu, brand dapat memetakan berbagai occasion yang relevan.

Untuk teh kemasan, misalnya:

Makan → Refreshment → Ramadan → Nongkrong → Musik → Olahraga → Komunitas

Setiap occasion memberikan kesempatan bagi brand untuk memperkuat asosiasi.

Inilah yang membuat strategi Teh Pucuk menarik.

Baca Juga :  Dari Baterai hingga AI: Lima Strategi yang Mengubah Cara Brand Mobil Bersaing

Mereka tidak harus mengubah teh menjadi produk yang sangat berbeda.

Mereka dapat membuat konteks di sekitar produk menjadi lebih luas.

Ketika Brand Berhasil Menjadi Bagian dari Momen

Teh Pucuk Harum mungkin menjual produk yang sederhana: teh dalam kemasan.

Tetapi bisnis FMCG tidak pernah benar-benar sesederhana produknya.

Ketika konsumen memilih minuman setelah makan, ketika anak muda mengikuti event musik, ketika penggemar datang ke stadion, atau ketika keluarga berbuka puasa, terdapat peluang bagi brand untuk menjadi bagian dari momen tersebut.

Itulah mengapa kemenangan Teh Pucuk dalam Top Brand Index 2026 menarik untuk dibaca bukan hanya sebagai kemenangan sebuah produk, tetapi sebagai contoh bagaimana brand FMCG membangun relevansi melalui berbagai consumption occasion.

Pertanyaan yang lebih besar bagi brand lain bukan lagi:

“Bagaimana kami membuat kampanye yang lebih ramai?”

Melainkan:

“Dalam berapa banyak momen penting konsumen, brand kami benar-benar hadir dan relevan?”

Karena pada akhirnya, brand yang kuat bukan hanya brand yang diingat.

Brand yang kuat adalah brand yang muncul di kepala konsumen tepat ketika momen pembelian terjadi.

Apakah strategi consumption occasion seperti Teh Pucuk bisa menjadi kunci bagi brand FMCG lain untuk mempertahankan relevansi di tengah persaingan yang semakin padat?

Ikuti @komunikasibisniscom untuk mendapatkan lebih banyak business insight, strategi brand, marketing, dan pembelajaran dari brand-brand besar Indonesia maupun global.

Temukan juga analisis bisnis dan strategi lainnya di komunikasibisnis.com.

Sumber Data

  1. Top Brand Award — data TBI 2026 & perbandingan 2022–2026
    Top Brand Index & Komparasi Teh Dalam Kemasan Siap Minum
  2. Top Brand Award — metodologi survei
    Metodologi Top Brand Award
  3. Top Brand Award — database/laporan riset
    Laporan Data Top Brand
  4. GoodStats — survei pilihan teh kemasan untuk buka puasa 2026
    Survei Teh Kemasan Favorit untuk Berbuka 2026
  5. Mayora — Annual Report 2025
    Annual Report PT Mayora Indah Tbk 2025
  6. Mayora — laporan keuangan 2025
    Laporan Keuangan Tahunan Mayora 2025
  7. Persib — aktivitas Teh Pucuk Harum pada Ramadan 2026
    Persib dan Teh Pucuk Harum Berbagi Takjil di Dago
  8. Riset akademik 2026 — kualitas, harga, dan keputusan pembelian Teh Pucuk
    Garuda Kemdiktisaintek — Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Teh Pucuk
  9. Riset akademik 2025 — bauran promosi dan keputusan pembelian
    Mimbar Agribisnis — Pengaruh Bauran Promosi Teh Pucuk Harum terhadap Keputusan Pembelian
  10. Pucuk Cool Jam / Gen Z — penghargaan Youth Choice Award 2025
    Kontan — Teh Pucuk Harum Raih Youth Choice Award melalui Pucuk Cool Jam

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Make Over di Puncak, L'Oréal dan Maybelline Membuntuti: Seberapa Ketat Perang Foundation di Indonesia?

Next Post
Eiger Adventure

Transformasi Bisnis EIGER Adventure: Strategi Menguasai Pasar Active Lifestyle dan Ekspansi Pasar Global

Advertisement