Advertisement
Dark Mode Light Mode

Make Over di Puncak, L’Oréal dan Maybelline Membuntuti: Seberapa Ketat Perang Foundation di Indonesia?

Make Over memimpin kategori foundation dalam Top Brand Index 2026. Di belakangnya ada dua nama global, L’Oréal dan Maybelline. Namun, pertarungan ini bukan hanya soal siapa yang memiliki produk terbaik, melainkan bagaimana setiap brand membangun posisi yang berbeda di benak konsumen.

Foundation mungkin terlihat seperti kategori makeup yang sederhana. Namun, ketika tiga brand dengan latar belakang berbeda berada sangat dekat dalam satu ranking, persaingannya menjadi menarik untuk dilihat dari sisi bisnis.

Dalam Top Brand Index (TBI) 2026, Make Over berada di posisi pertama dengan 13,4%, disusul L’Oréal 12,2% dan Maybelline 12,1%. Jarak Make Over dengan posisi kedua hanya 1,2 poin persentase, sementara L’Oréal dan Maybelline hanya terpaut 0,1 poin.

Namun, ada satu hal penting: TBI bukan market share.

Menurut metodologi resmi Top Brand Award, TBI merupakan rata-rata terbobot dari tiga parameter, yaitu Top of Mind, Last Usage, dan Future Intention. Top Brand juga menggunakan dimensi Mind Share, Market Share, dan Commitment Share dalam analisisnya.

Advertisement

Dengan demikian, angka 13,4% lebih tepat dibaca sebagai indikator kekuatan posisi brand dalam kategori, bukan berarti Make Over menguasai 13,4% penjualan foundation di Indonesia.

Dan justru di situlah menariknya perang ini.

Make Over Melawan Dua Raksasa Global

Secara korporasi, ketiga brand tidak berada dalam posisi yang sama.

Make Over merupakan bagian dari Paragon, perusahaan kecantikan Indonesia yang juga menaungi Wardah, Emina, dan sejumlah brand lainnya.

Sementara itu, L’Oréal Indonesia merupakan bagian dari L’Oréal Groupe. Di tingkat global, L’Oréal memiliki portofolio brand yang sangat luas dan membaginya ke dalam empat divisi utama. Maybelline sendiri merupakan salah satu brand global dalam Consumer Products Division L’Oréal.

Dengan kata lain, Make Over bukan sedang berhadapan dengan perusahaan kecil.

Ia berkompetisi dengan brand yang memiliki skala global, jaringan distribusi luas, investasi R&D, dan ekuitas brand yang telah dibangun lintas negara.

Baca Juga :  IN2MOTIONFEST 2025: Sinergi Global Jadikan Indonesia Episentrum Modest Fashion Dunia

Namun, Make Over justru berhasil mengambil posisi teratas dalam kategori foundation 2026.

Kuncinya Bukan Menjadi “Versi Lokal” dari Brand Global

Salah satu kesalahan dalam membaca kompetisi beauty adalah menganggap brand lokal harus menang dengan menawarkan produk yang sama tetapi lebih murah.

Strategi Make Over menunjukkan kemungkinan yang berbeda.

Paragon memosisikan brand-brandnya dengan identitas yang berbeda. Wardah dikenal dengan positioning halal dan accessible beauty, Emina memiliki pendekatan yang lebih youthful dan playful, sedangkan Make Over membawa identitas beauty yang lebih expressive dan performance-oriented.

Secara konseptual:

Wardah
→ halal, modern, accessible

Emina
→ youthful, playful, beginner-friendly

Make Over
→ expressive, professional, performance-oriented

Ini merupakan contoh multi-brand strategy.

Tujuannya bukan sekadar memperbanyak logo, tetapi membuat masing-masing brand memiliki alasan berbeda untuk dipilih.

Mengapa Make Over Bisa Menembus Kategori Foundation?

Salah satu contoh paling konkret terlihat dari pendekatan produknya.

Pada 2022, Paragon menyebut Make Over melakukan skin mapping terhadap lebih dari 1.000 perempuan Indonesia, dari Sumatra hingga Papua, untuk memahami variasi skin tone dan undertone.

Hasilnya digunakan dalam pengembangan foundation dengan 20 pilihan shade untuk dua produk Powerstay.

Ini menarik dari sudut pandang bisnis.

Masalah konsumen bukan sekadar:

“Saya membutuhkan foundation.”

Masalahnya bisa menjadi:

“Foundation mana yang benar-benar cocok dengan warna kulit saya?”

Ketika sebuah brand memahami masalah tersebut secara lebih spesifik, product differentiation tidak harus selalu berupa teknologi yang spektakuler.

Diferensiasi bisa berasal dari pemahaman yang lebih baik terhadap konsumen lokal.

Pendekatan tersebut juga terlihat dari ekosistem digital Make Over yang menyediakan fitur seperti face analysis dan shade finder untuk membantu konsumen menemukan produk yang sesuai.

Baca Juga :  Atasi Rambut Lepek, Ellips Rilis Hair Vitamin Ultra Light

L’Oréal dan Maybelline Tidak Tinggal Diam

Keunggulan brand global bukan hanya nama besar.

Maybelline, misalnya, menawarkan foundation Fit Me dengan 20 shade di Indonesia serta menyediakan fitur Virtual Try-On dan Shade Finder.

Secara global, Maybelline memiliki footprint di 120 negara dan lebih dari 1.000 shades menurut L’Oréal.

L’Oréal sendiri memiliki kemampuan portofolio yang jauh lebih besar. Consumer Products Division-nya menaungi L’Oréal Paris, Maybelline New York, Garnier, dan NYX Professional Makeup—empat brand dengan identitas yang berbeda.

Ini memperlihatkan bahwa multi-brand strategy bukan hanya milik perusahaan lokal.

Justru L’Oréal adalah salah satu contoh terbesar bagaimana perusahaan dapat menggunakan portofolio brand untuk melayani kebutuhan konsumen yang berbeda.

Jadi, Seberapa Ketat Perangnya?

Sangat ketat—tetapi bukan hanya karena angka TBI-nya berdekatan.

Gap antara Make Over dan L’Oréal hanya 1,2 poin, sedangkan L’Oréal dan Maybelline hanya terpaut 0,1 poin. Ketiganya juga berada di tiga posisi teratas kategori foundation dalam Top Brand Index 2026.

Yang lebih penting, kompetisi ini menunjukkan bahwa konsumen tidak otomatis memilih brand global hanya karena skala atau asal negaranya.

Brand lokal dapat memenangkan ruang yang sama ketika memiliki positioning yang jelas, product-market fit, dan kemampuan menerjemahkan kebutuhan konsumen menjadi produk.

Namun, kemenangan di satu kategori juga bukan berarti perang telah selesai.

Top Brand mengukur beberapa dimensi perilaku dan persepsi konsumen. Karena itu, perusahaan masih perlu melihat apakah kekuatan awareness tersebut berujung pada penggunaan, pembelian ulang, distribusi, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Pelajaran Bisnis: Jangan Membuat Satu Brand Menjadi Segalanya

Kasus Make Over, Wardah, dan Emina memberikan satu pelajaran penting.

Perusahaan tidak selalu harus memiliki satu brand yang bisa menjangkau semua orang.

Kadang justru lebih efektif membangun beberapa brand dengan:

  • target konsumen berbeda;
  • positioning berbeda;
  • bahasa komunikasi berbeda;
  • kebutuhan produk berbeda; dan
  • alasan pembelian yang berbeda.
Baca Juga :  Jembatan Budaya Asia Tenggara dan Eropa: Buttonscarves Luncurkan Koleksi Eksklusif Bersama Ikon Mode Alexandra Lapp

Itulah inti dari multi-brand strategy.

Ketika strategi tersebut berhasil, konsumen mungkin tidak pernah merasa bahwa mereka sedang membeli produk dari “satu perusahaan yang sama”.

Mereka hanya merasa sedang memilih brand yang paling relevan dengan dirinya.

Dalam perang foundation Indonesia 2026, itulah yang membuat posisi Make Over menjadi menarik.

Karena pertanyaannya bukan lagi:

“Bisakah brand lokal mengalahkan brand global?”

Pertanyaan yang lebih penting bagi para pelaku bisnis adalah:

“Seberapa tajam sebuah brand memahami siapa yang ingin dilayaninya?”

Pada akhirnya, kompetisi beauty bukan hanya tentang formula, harga, atau asal negara.

Ia adalah kompetisi untuk memiliki ruang tertentu di kepala konsumen.

Dan di kategori foundation Indonesia 2026, ruang itu saat ini ditempati sangat rapat oleh tiga nama: Make Over, L’Oréal, dan Maybelline.


Persaingan brand semakin tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki produk terbaik, tetapi oleh siapa yang paling tepat menentukan posisi, target, dan peran setiap brand dalam portofolionya.

Apakah strategi multi-brand akan semakin penting ketika pasar beauty Indonesia semakin ramai?

Ikuti @komunikasibisniscom untuk mendapatkan lebih banyak business insight, strategi brand, marketing, dan pembelajaran dari brand-brand besar Indonesia maupun global.

Temukan juga artikel dan insight lainnya di komunikasibisnis.com.


Sumber Data

  1. Top Brand Award — Top Brand Index 2026
    https://www.topbrand-award.com/top-brand-index
  2. Top Brand Award — Metodologi Survei
    https://www.topbrand-award.com/metodologi-survei
  3. Top Brand Award — Laporan Data Top Brand
    https://www.topbrand-award.com/laporan-data-top-brand
  4. Paragon — Official Website
    https://www.paragon-innovation.com/
  5. Paragon — Make Over Powerstay Foundation & Skin Mapping
    https://www.paragon-innovation.com/post/news/sUDs2czARhO6NHE
  6. Make Over — Official Website
    https://www.makeoverforall.com/
  7. L’Oréal Indonesia — Official Website
    https://www.loreal.com/id-id/indonesia/
  8. L’Oréal — Consumer Products Division
    https://www.loreal.com/en/consumer-products-division/
  9. L’Oréal — Maybelline New York
    https://www.loreal.com/en/consumer-products-division/maybelline-new-york/
  10. Maybelline Indonesia — Foundation
    https://www.maybelline.co.id/all-products/face/foundation

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Wonderful Indonesia: Ketika Nation Branding Harus Menghasilkan Uang, Bukan Sekadar Awareness

Next Post

Teh Pucuk Harum Menang di Banyak Momen: Bagaimana Brand Menguasai Consumption Occasion?

Advertisement