IFMAC WOODMAC 2026 resmi dibuka sebagai ajang bisnis dan teknologi bagi industri furnitur serta pengolahan kayu Indonesia. Pameran internasional edisi ke-13 ini berlangsung pada 23–26 September 2026 di Hall B3 dan C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Diselenggarakan oleh PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI) bersama PT Nine Koeln Indonesia, IFMAC WOODMAC 2026 mempertemukan 350 perusahaan dari 15 negara dan wilayah dalam area pameran seluas 10.000 meter persegi. Peserta menghadirkan mesin, teknologi manufaktur, bahan baku, komponen, perangkat produksi, serta solusi pendukung bagi industri furnitur dan pengolahan kayu.

Pameran ini hadir ketika industri furnitur nasional membutuhkan peningkatan efisiensi, produktivitas, kualitas produk, dan kemampuan memenuhi standar pasar global. Di tengah persaingan ekspor yang semakin ketat, pemanfaatan teknologi manufaktur menjadi salah satu faktor penting agar pelaku industri mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Ketua Presidium Indonesian Sawmill & Woodworking Association (ISWA), Jimmy Chandra, menilai penerapan teknologi yang tepat semakin dibutuhkan untuk memperkuat daya saing industri kayu Indonesia. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO) Bambang Soepijanto menekankan bahwa inovasi teknologi berperan besar dalam meningkatkan efisiensi dan nilai tambah produk panel kayu.
Teknologi untuk daya saing industri
IFMAC WOODMAC selama ini dikenal sebagai platform B2B yang mempertemukan rantai industri secara lebih menyeluruh. Mulai dari produsen bahan baku dan pengolahan kayu, manufaktur furnitur, pemasok teknologi, distributor, buyer, hingga arsitek dan desainer interior dapat berinteraksi dalam satu ekosistem pameran.
Beragam kategori solusi ditampilkan dalam pameran tahun ini, antara lain:
- Mesin pengolahan kayu dan teknologi pemotongan.
- Peralatan manufaktur furnitur dan otomasi produksi.
- Material, panel kayu, komponen, serta hardware furnitur.
- Perekat, surface finishing, peralatan kerja, dan solusi produksi pendukung.
- Teknologi untuk meningkatkan presisi, kapasitas produksi, serta konsistensi kualitas produk
Bagi pelaku industri, terutama produsen skala kecil dan menengah, akses terhadap teknologi dapat mempercepat proses produksi serta membantu mengurangi pemborosan material. Mesin dengan tingkat presisi yang lebih baik, misalnya, dapat membantu memperbaiki kualitas potongan, menekan penggunaan bahan yang tidak efisien, dan menjaga konsistensi hasil produksi dalam jumlah besar.
Transformasi teknologi juga relevan untuk memperkuat keterhubungan antara industri besar, pemasok lokal, pelaku UMKM, serta tenaga kerja. Penguatan ekosistem ini penting agar modernisasi tidak hanya menghasilkan kapasitas produksi yang lebih besar, tetapi juga memperluas transfer pengetahuan dan peluang kolaborasi di dalam negeri.
Peluang bagi pasar ekspor
Industri furnitur Indonesia merupakan sektor manufaktur berbasis sumber daya yang berorientasi ekspor sekaligus menyerap tenaga kerja. Kementerian Perindustrian mencatat nilai ekspor industri furnitur mencapai US$1,91 miliar, naik 3,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada kuartal I 2025, nilai ekspor furnitur Indonesia tercatat sekitar US$619,99 juta. Furnitur berbahan kayu menjadi kontributor terbesar dengan nilai ekspor sekitar US$407,32 juta, memperlihatkan bahwa kayu masih menjadi fondasi penting bagi produk furnitur Indonesia di pasar internasional.
Namun, potensi bahan baku dan kreativitas desain saja belum cukup untuk mengangkat posisi Indonesia di pasar global. Pelaku usaha juga harus mampu memenuhi tuntutan pembeli terkait kualitas, ketepatan waktu pengiriman, desain, harga, kapasitas produksi, hingga keberlanjutan rantai pasok.
Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) menjadi salah satu aspek yang relevan, khususnya untuk produk berbasis kayu. Sistem ini dirancang untuk mendukung penelusuran asal kayu, kepastian legalitas, dan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan. Dalam pasar internasional yang semakin menaruh perhatian pada aspek lingkungan, kepatuhan terhadap standar tersebut dapat memperkuat kepercayaan buyer terhadap produk furnitur Indonesia.

Program bisnis dan demonstrasi
Selain menghadirkan pameran produk dan teknologi, IFMAC WOODMAC 2026 juga menyusun program berupa seminar industri, technical presentation, dan demonstrasi mesin. Pengunjung dapat melihat langsung cara kerja teknologi, berdiskusi dengan pemasok, serta mengevaluasi solusi yang sesuai dengan kebutuhan lini produksi mereka.
Presiden Direktur PT Wahana Kemalaniaga Makmur, Rini Sumardi, menyatakan penyelenggaraan IFMAC WOODMAC diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan teknologi dan solusi dari berbagai negara. Selain mendorong pemanfaatan teknologi, forum ini juga ditujukan untuk memperluas koneksi bisnis, pertukaran pengetahuan, dan potensi kolaborasi antar-pelaku industri.
Penyelenggaraan IFMAC WOODMAC 2026 juga berlangsung bersamaan dengan IMMFC, IFFINA+ powered by imm cologne, interzum jakarta, dan International Hardware Fair Indonesia. Melalui konsep “4 Events, 1 Pass”, pengunjung dapat mengakses rangkaian pameran yang saling terkait, dari komponen dan teknologi produksi hingga furnitur, interior, dan perangkat keras pendukung industri
Dengan semakin besarnya tuntutan terhadap produksi yang efisien, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor, pameran seperti IFMAC WOODMAC memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran teknologi sekaligus pertemuan bisnis. Kehadirannya diharapkan membantu industri furnitur dan pengolahan kayu Indonesia memperkuat produktivitas, meningkatkan nilai tambah, serta memperluas peluang di pasar domestik maupun internasional.
Ikuti Komunikasibisnis.com untuk mendapatkan berita industri, insight manufaktur, tren pameran B2B, peluang investasi, serta analisis bisnis terbaru dari Indonesia dan pasar global. Punya informasi, agenda bisnis, atau inovasi industri yang ingin dipublikasikan? Hubungi redaksi Komunikasibisnis.com dan perluas jangkauan komunikasi bisnis Anda.