Hong Kong semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata ramah Muslim di kawasan Asia. Kota tersebut kini memiliki hampir 290 fasilitas ramah Muslim, termasuk 222 restoran bersertifikat halal dan milik Muslim serta 61 hotel yang telah memperoleh sertifikasi CrescentRating.
Peningkatan jumlah fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi Hong Kong Tourism Board atau HKTB untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Strategi tersebut mencakup akreditasi, edukasi, dan promosi bagi pelaku industri pariwisata.partnernet.hktb
Naik Peringkat dalam GMTI 2026
Dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang dirilis CrescentRating bersama Mastercard, Hong Kong naik ke peringkat kedua kategori Muslim-friendly Destination of the Year untuk destinasi non-OIC.
Pencapaian tersebut meningkat satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada GMTI 2025, Hong Kong berada di posisi ketiga sebagai destinasi ramah Muslim non-OIC.suara
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Halal in Travel Global Summit 2026 di Singapura. Hong Kong juga mempertahankan posisi pertama kategori Muslim-friendly Accessible Travel Destination non-OIC serta berada di posisi kedua kategori Muslim Women Friendly Travel Destination non-OIC.partnernet.hktb
Ekosistem Halal Terus Diperluas

HKTB mencatat sekitar 220 restoran di Hong Kong telah memperoleh sertifikasi halal. Restoran tersebut mencakup berbagai jenis usaha, mulai dari restoran Chinese high-end hingga usaha kuliner gaya Hong Kong modern.
Selain restoran, enam merek toko roti lokal juga telah memperoleh sertifikasi halal. Kehadiran produk roti halal memberikan pilihan oleh-oleh bagi wisatawan Muslim yang ingin membawa makanan atau produk konsumsi dari Hong Kong.partnernet.hktb
Lebih dari 60 hotel, atraksi wisata, serta lokasi MICE atau meetings, incentives, conventions, and exhibitions juga telah memperoleh akreditasi ramah Muslim. Fasilitas tersebut mencakup layanan makanan halal, ruang ibadah, serta informasi yang memudahkan wisatawan Muslim selama berkunjung.
Dukungan bagi Restoran Halal
Pemerintah Hong Kong melalui HKTB meluncurkan Hong Kong Restaurants Halal Certification Funding Scheme untuk mendorong lebih banyak restoran memperoleh sertifikasi halal.
Skema tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan yang disampaikan dalam Chief Executive’s 2025 Policy Address. Tujuannya adalah memperluas jumlah restoran halal sekaligus memperkuat daya saing Hong Kong dalam menarik segmen wisatawan Muslim.partnernet.hktb
HKTB juga memberikan subsidi makan bagi kelompok MICE kecil dari pasar Muslim yang memenuhi syarat sejak Juni 2026. Program tersebut diharapkan meningkatkan pengalaman wisatawan Muslim sekaligus membantu pertumbuhan bisnis restoran bersertifikat halal.
Penghargaan bagi Pelaku Industri
Prestasi Hong Kong tidak hanya diraih pada tingkat destinasi. Sejumlah pelaku industri pariwisata juga memperoleh penghargaan dalam Halal in Travel Awards 2026.
Ocean Park Hong Kong memperoleh penghargaan Muslim-friendly Attraction of the Year. Dorsett Tsuen Wan Hong Kong memperoleh penghargaan Muslim-friendly Hotel of the Year, sedangkan Kai Tak Cruise Terminal memperoleh penghargaan Muslim-friendly Transport Hub of the Year.partnernet.hktb
Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan wisata ramah Muslim tidak hanya berfokus pada restoran, tetapi juga mencakup hotel, atraksi wisata, serta pusat transportasi.
Kampanye Jelajah Hong Kong Raih Penghargaan

Kampanye Jelajah Hong Kong yang dijalankan HKTB juga memperoleh penghargaan Halal Travel Marketing Campaign of the Year.
Diadakannya kampanye tersebut ditujukan bagi pasar Muslim Asia Tenggara. HKTB menghadirkan informasi mengenai restoran halal, fasilitas ibadah, hotel ramah Muslim, atraksi wisata, serta rekomendasi perjalanan melalui halaman khusus Muslim Travel di situs Discover Hong Kong.suara
Di Indonesia, HKTB memperkuat promosi melalui panduan wisata Muslim “Jelajah Hong Kong” dalam Bahasa Indonesia. Perusahaan juga menggandeng kreator konten Muslim dari segmen keluarga, gaya hidup, hingga Gen Z untuk memperluas jangkauan promosi.suara
Peluang Pasar Wisata Muslim Indonesia
Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi wisatawan Muslim Asia Tenggara. Peningkatan jumlah restoran halal, hotel ramah Muslim, serta fasilitas ibadah dapat menjadi faktor yang memengaruhi keputusan perjalanan wisatawan Indonesia.
Bagi wisatawan Muslim, ketersediaan makanan halal dan ruang ibadah menjadi pertimbangan utama. Kemudahan menemukan informasi mengenai kedua hal tersebut dapat meningkatkan rasa percaya dan kenyamanan selama perjalanan.
Hong Kong juga memposisikan diri sebagai destinasi yang cocok untuk wisata keluarga, perjalanan bisnis, serta perjalanan MICE. Kehadiran fasilitas ramah Muslim di hotel dan pusat konvensi memperluas potensi pasar tersebut.
Persaingan Destinasi Halal Asia
Perkembangan Hong Kong menunjukkan bahwa persaingan destinasi halal di Asia semakin ketat. Negara-negara non-OIC mulai memperkuat fasilitas halal untuk menarik wisatawan Muslim dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah.
Bagi Indonesia, pertumbuhan destinasi halal di kawasan dapat menjadi peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, Indonesia memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata Muslim. Di sisi lain, persaingan semakin meningkat karena negara lain juga memperkuat fasilitas dan promosinya.
Indonesia perlu terus mengembangkan ekosistem halal yang lebih terintegrasi, mulai dari restoran, hotel, transportasi, destinasi wisata, hingga layanan digital. Ketersediaan informasi yang mudah diakses juga menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan Muslim internasional.
Halal Tourism sebagai Segmen Ekonomi
Wisata halal bukan hanya tentang makanan halal. Segmen ini mencakup pengalaman perjalanan yang mempertimbangkan kebutuhan ibadah, privasi, akomodasi, transportasi, serta layanan ramah keluarga.
Bagi pelaku usaha, pengembangan wisata halal dapat membuka peluang baru. Restoran dapat memperluas pasar, hotel dapat menambah layanan khusus, sedangkan destinasi wisata dapat menjangkau segmen wisatawan yang lebih beragam.
HKTB menyebut strategi akreditasi, edukasi, dan promosi akan terus diperkuat bersama pelaku industri. Tujuannya adalah mendorong lebih banyak fasilitas ramah Muslim serta memperkuat citra Hong Kong sebagai destinasi wisata Muslim.partnernet.hktb
Pelajaran bagi Indonesia
Pengalaman Hong Kong menunjukkan bahwa pengembangan wisata halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, otoritas pariwisata, hotel, restoran, operator wisata, dan pelaku MICE perlu bergerak bersama.
Indonesia memiliki keunggulan sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun, keunggulan tersebut perlu diterjemahkan menjadi layanan wisata yang terstandar, mudah diakses, dan dipromosikan secara efektif.
Penguatan sertifikasi halal, informasi digital, pelatihan SDM, serta kolaborasi dengan pelaku industri dapat membantu Indonesia memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata Muslim global.
Baca berita dan analisis terbaru mengenai pariwisata, Food & Beverages, hotel, bisnis, serta perkembangan industri lainnya di komunikasibisnis.com. Untuk mendapatkan berita dan insight terbaru seputar dunia bisnis, ikuti Instagram @komunikasibisniscom.
Sumber dan Referensi
- VenueMagz. “Hong Kong Makin Ramah Muslim, Hadirkan 222 Restoran Halal dan Borong Penghargaan Halal Travel.” 12 Oktober 2026.
- Hong Kong Tourism Board. “Hong Kong Climbs to Global Number 2 in Muslim-Friendly Tourism, Rising for the Second Consecutive Year.” 21 Juni 2026.
- Suara.com. “Hong Kong Masuk 2 Besar Destinasi Ramah Muslim Terbaik untuk Negara Non-OIC.” 24 Juni 2026.
- CrescentRating. “Global Muslim Travel Index 2026.”
- Discover Hong Kong. “Muslim Travel.”