Berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi lokal, FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal (SPMT)
resmi melanjutkan program pemberdayaan masyarakat tahap kedua di Surabaya. Kolaborasi strategis ini berfokus pada penguatan kapasitas
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pangan olahan kedelai agar lebih mandiri, higienis, dan berdaya saing tinggi.
Mengusung semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, program tahap kedua ini diperluas hingga ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan
Teluk Lamong dan wilayah Surabaya lainnya. Agenda kick-off program ini sukses diikuti oleh lebih dari 150 peserta, dengan target intervensi mendalam kepada 100 ibu rumah tangga pelaku usaha.
Sinergi Menjawab Tren Positif Ekonomi Surabaya
Langkah taktis FKS Group dan Pelindo Group ini hadir di tengah performa impresif ekonomi Kota Pahlawan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Surabaya tumbuh sebesar 5,87% pada tahun 2025, dengan
sektor industri pengolahan dan perdagangan sebagai motor utama. Saat ini, tercatat ada lebih dari 106 ribu unit UMKM yang aktif di Surabaya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini karena dinilai beriringan dengan target pemkot tahun 2026 yang membidik 5.250 UMKM untuk mendapatkan intervensi legalitas dan pemasaran.
“Inilah bukti nyata sinergi dunia usaha dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap lewat dorongan inovasi produk ini, olahan kedelai dari lokasi binaan memiliki nilai tambah tinggi hingga mampu berdaya saing global atau go international,” ungkap Eri Cahyadi.
Hilirisasi Produk Kedelai dan Standardisasi Halal

Selama pendampingan tahap kedua, para peserta akan dibekali dengan berbagai keterampilan hulu ke hilir yang komprehensif, meliputi:
- Pelatihan Produksi: Pembuatan tempe fresh higienis dan aneka produk inovasi turunan kedelai.
- Standardisasi Produk: Pendampingan pengurusan izin PIRT serta Sertifikasi Halal.
- Manajemen Bisnis: Pelatihan pembukuan keuangan sederhana dan pembuatan desain kemasan (packaging) yang menarik.
- Akses Pasar: Fasilitasi produk binaan untuk menembus jaringan pasar modern lokal.
Uniknya, program ini menerapkan skema Training of Trainers (ToT) dengan melibatkan alumni peserta tahap pertama sebagai trainer baru, sehingga proses transfer ilmu berbasis komunitas dapat berjalan berkelanjutan.
Rekam Jejak Keberhasilan Jilid Pertama
Kemitraan yang telah berjalan sejak 2024 ini telah menorehkan portofolio sukses di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong,
Gresik (Romokalisari, Tambak Osowilangun, Tambak Sarioso, dan Desa Karangkiring). Pendampingan selama satu tahun terhadap 60 ibu rumah tangga pada tahap pertama berhasil
membukukan total pendapatan kelompok hingga lebih dari Rp100 juta melalui produk kreatif seperti keripik tempe sagu, brownies tempe, dan susu kedelai.
VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menjelaskan bahwa program bertajuk FKS Empower ini didesain untuk membuka ruang bertumbuh bagi perempuan demi memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Di sisi lain, VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menegaskan komitmen BUMN dalam menjalankan prinsip keberlanjutan yang langsung menyentuh wilayah kerja pelabuhan.
Melalui perluasan program dan penguatan aspek legalitas usaha, FKS Group dan Pelindo Multi Terminal optimis dapat mencetak
srikandi-srikandi UMKM Surabaya yang inovatif, mandiri, serta mampu membawa dampak ekonomi positif yang luas bagi lingkungan sekitarnya.