JAKARTA – Langkah Indonesia menuju negara maju di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) semakin nyata.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui inisiatif AI Center of Excellence (AI CoE) sukses mencatatkan pencapaian luar biasa
dengan mendidik lebih dari 16.000 talenta digital melalui sembilan pusat unggulan AI yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Inisiatif bertajuk AI Empower Indonesia ini bertujuan untuk menghapus kesenjangan teknologi antara pusat dan daerah.
Diluncurkan pada Agustus 2025 di Bali, program ini menjadi ujung tombak Telkom dalam membangun ekosistem AI yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Pemerataan Teknologi: Dari Jakarta hingga Papua
Sembilan AI Center yang kini telah beroperasi penuh terletak di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Makassar, Denpasar, Aceh, Padang, hingga Papua.
Fasilitas ini bukan sekadar gedung, melainkan pusat inkubasi yang telah menggelar 351 acara edukatif, mulai dari sertifikasi internasional hingga diskusi komunitas teknologi.
Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, mengungkapkan
bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
“Hingga saat ini, kami telah menerbitkan 5.000 sertifikasi AI, di mana 2.000 di antaranya merupakan hasil kolaborasi dengan mitra teknologi global. Ini membuktikan bahwa talenta lokal kita memiliki standar yang diakui secara internasional,” ujar Komang dalam acara Silaturahmi Ramadan Telkom di Jakarta (2/3).

Strategi 5 Pilar: Mengintegrasikan Pendidikan dan Industri
Keberhasilan AI CoE didorong oleh lima pilar fundamental yang saling berkesinambungan:
- AI Campus: Kolaborasi dengan 10 perguruan tinggi top untuk riset dan literasi dasar bagi mahasiswa.
- AI Playground: Ruang eksperimen dari tahap prototipe hingga implementasi solusi berbasis kebutuhan bisnis nyata.
- AI Hub: Titik temu strategis antara startup, investor, dan institusi pendidikan untuk memacu inovasi.
- AI Connect: Program networking dan konsultasi bisnis yang mempertemukan talenta dengan kebutuhan ekosistem industri.
- AI Native: Implementasi internal di tubuh Telkom. Contoh suksesnya adalah Bizy AI yang membantu 23.000 pengguna memahami produk B2B Telkom, serta TELIS 2.0 yang digunakan oleh 96% karyawan untuk efisiensi birokrasi internal.
Kolaborasi Global untuk Kemandirian Lokal
Dalam menjalankan visi ini, Telkom tidak berdiri sendiri. Kemitraan strategis dengan pemain global seperti
Alibaba Cloud serta komunitas teknologi seperti HiColleagues memberikan akses bagi talenta lokal ke infrastruktur cloud kelas dunia.
Sinergi ini memungkinkan penerapan solusi AI di sektor-sektor krusial seperti kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan UMKM agar lebih kompetitif di pasar global.

Menuju Birokrasi dan Industri yang Efisien
Penerapan AI yang masif diharapkan mampu mendorong efisiensi birokrasi pemerintah dan daya saing industri nasional.
Dengan AI CoE, Telkom memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar atau pengguna teknologi asing, tetapi bertransformasi menjadi produsen inovasi yang mandiri.
Pembangunan teknologi AI di Indonesia kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produktivitas nasional.
Melalui pemerataan peluang di seluruh AI Center, Telkom optimistis talenta dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi arsitek masa depan digital Indonesia.