Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use

KSTI 2025: Sinergi Sains dan Industri Menuju Indonesia Emas 2045, Targetkan Kemandirian Ekonomi

BANDUNG – Pemerintah Indonesia secara resmi membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 di Auditorium Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung. Mengangkat tema “Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi melalui Penguasaan Sains dan Teknologi”, forum ini menjadi tonggak sejarah dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional yang berbasis inovasi.

KSTI 2025 merupakan kolaborasi strategis antara Kemdiktisaintek, LPDP, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai tuan rumah.


Dibuka oleh Presiden Prabowo: Fokus pada Transformasi Inklusif

Acara ini dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang menyampaikan keynote speech mengenai pentingnya industri nasional berbasis riset. Konvensi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, termasuk:

  • 350 Rektor perguruan tinggi seluruh Indonesia.
  • 1.000 lebih peneliti terbaik nasional.
  • 3.000 peserta yang terdiri dari teknokrat, CEO BUMN, pelaku industri, hingga diaspora.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa KSTI adalah ruang untuk menyatukan riset inovasi dengan arah kebijakan negara yang tegas.


8 Sektor Strategis Pendorong Ekonomi Nasional

KSTI 2025 merumuskan peta jalan (roadmap) riset dan industri yang berfokus pada delapan sektor krusial:

  1. Energi: Kemandirian energi berkelanjutan.
  2. Pertahanan: Penguatan kedaulatan melalui teknologi militer.
  3. Digitalisasi: Pengembangan AI dan industri Semikonduktor.
  4. Hilirisasi & Industrialisasi: Peningkatan nilai tambah komoditas.
  5. Kesehatan: Ketahanan alat kesehatan dan farmasi.
  6. Ketahanan Pangan: Teknologi pertanian modern.
  7. Kemaritiman: Optimalisasi potensi ekonomi biru.
  8. Material & Manufaktur Maju: Inovasi bahan baku industri masa depan.
Baca Juga :  Sovereign Wealth Fund Danantara: Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia

Hilirisasi Nyata: Kerja Sama Investasi dan Kawasan Industri

Penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, dan Ketua Umum HKI Indonesia Akhmad Ma’ruf Maulana. DOK KEMENDIKTISAINTEK

Langkah konkret KSTI 2025 ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) lintas sektor:

  • Sinergi Pemerintah & Pengusaha: Kerja sama antara Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, dan HKI Indonesia untuk mengintegrasikan investasi dengan kawasan industri berbasis sains.
  • Hilirisasi Produk ITB: Rektor ITB Tatacipta Dirgantara meresmikan kerja sama dengan Pertamina dan PT Pindad untuk komersialisasi Bensin Sawit dan Katalis, sebagai solusi ketahanan energi nasional.

Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Mohammad Fauzan Adziman (kiri), Mendiktisaintek Brian Yuliarto (tengah), dan Rektor ITB Tatacipta Dirgantara (kanan). DOK CM KOMPAS/ASEP SUJANA

Dirjen Riset dan Pengembangan, Mohammad Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa hasil dari KSTI 2025 akan diintegrasikan dengan Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian. Tujuannya adalah memastikan setiap inovasi sains memiliki dukungan pendanaan dan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Melalui sinergi ini, Indonesia optimis mampu keluar dari middle income trap dan menjadi pemain utama dalam ekonomi pengetahuan global yang adil dan merata.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Magis Senja di Pesisir Melasti: White Rock Beach Club Gelar "Sunset Ritual" Sepanjang Agustus 2025

Next Post

Merayakan Akar Budaya di Bulan Kemerdekaan: Artotel Wanderlust Luncurkan Kampanye "Waktu Indonesia Semarak"