Dark Mode Light Mode

Bentang Harapan JakASA: Momen Bersejarah Bersatunya Para Mantan Gubernur Jakarta di Balai Kota

Sejumlah tokoh penting pemimpin Jakarta seperti Sutiyoso, Fauzi Bowo, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Syaiful Hidayat, Sumarsono, hingga Anies Baswedan berkumpul berkumpul di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, pada Selasa (31/12/2024) dalam gelaran bertajuk “Bentang Harapan JakASA”. DOK PEMPROV DKI JAKARTA

JAKARTA – Sebuah pemandangan langka dan penuh harmoni terjadi di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2024). Melalui gelaran bertajuk “Bentang Harapan JakASA”, para tokoh penting yang pernah memimpin Jakarta duduk bersama untuk memberikan aspirasi bagi masa depan kota ini menuju usia lima abad.

Acara ini dihadiri oleh deretan mantan pemimpin Jakarta, mulai dari Sutiyoso, Fauzi Bowo, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Syaiful Hidayat, Sumarsono, hingga Anies Baswedan. Kehadiran mereka di satu meja menjadi simbol kuat persatuan di tengah keberagaman visi politik.


Simbol Estafet Kepemimpinan dan Transformasi Kota

Pengamat tata kota Yayat Supriyatna menilai pertemuan antar-generasi ini sebagai jembatan yang menggambarkan transformasi Jakarta dari masa lalu hingga ambisinya menjadi kota global.

Poin Utama Transformasi Jakarta:

  • Proses Berkelanjutan: Wajah Jakarta saat ini adalah hasil akumulasi kebijakan para pemimpin terdahulu yang saling melengkapi.
  • Warisan Sejarah: Berbeda dengan IKN yang dibangun dari nol, Jakarta adalah kota warisan yang tumbuh dan berkembang secara organik bersama masyarakatnya.
  • Visi Global: Pertemuan ini menjadi momentum countdown (hitung mundur) menuju usia Jakarta yang ke-500 tahun pada 2027 mendatang.

”Kehadiran para mantan gubernur ini melambangkan prinsip senasib sepenanggungan dalam kontribusi membangun Jakarta. Ini adalah momen silaturahmi yang sangat positif,” ujar Yayat Supriyatna.


Aspirasi di Atas Vinil Putih: Harapan untuk Jakarta

Dalam sesi utama, Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi bersama para tokoh lainnya menuliskan pesan dan harapan mereka di atas bentangan vinil putih. Ide kreatif ini mendapatkan apresiasi luas karena berhasil menyatukan perbedaan pendapat menjadi satu harmoni demi kemajuan warga Jakarta.

Baca Juga :  SIG Group Perkuat Implementasi 'Good Mining Practice', Sambut Kunjungan Duta Minerba Kementerian ESDM

Jakarta sebagai “Indonesia Kecil”

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan pujian atas inisiatif ini. Menurutnya, Jakarta telah berhasil menunjukkan diri sebagai contoh toleransi dan kesetaraan.

Visi Masa Depan Jakarta menurut Menag:

  1. Kiblat Peradaban: Jakarta diharapkan menjadi percontohan dunia Islam modern yang moderat.
  2. Pusat Toleransi: Mengukuhkan nilai-nilai kesetaraan umat beragama.
  3. Indonesia Kecil: Menjadi wadah yang menyatukan perbedaan dari seluruh penjuru nusantara.

Menuju 500 Tahun Jakarta: Semangat Kolaborasi

Acara Bentang Harapan JakASA bukan sekadar seremonial akhir tahun, melainkan refleksi bahwa membangun Jakarta tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan keberanian untuk menghimpun gagasan dari masa lalu guna menjawab tantangan masa depan, seperti masalah banjir, kemacetan, hingga transisi status ibu kota.

Dengan berkumpulnya para tokoh besar ini, Jakarta mengirimkan pesan kuat kepada dunia: bahwa kota ini siap melangkah ke depan dengan fondasi persatuan yang kokoh.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Lebih dari Sekadar Kompetisi: Ostarnas VI Tarakanita Cetak Generasi Ilmuwan Berkarakter Cc5+

Next Post

Wujudkan Lingkungan Kerja Sehat: Semen Gresik Perkuat Budaya K3 Lewat Edukasi Anti-Napza