Dark Mode Light Mode

Wujudkan Lingkungan Kerja Sehat: Semen Gresik Perkuat Budaya K3 Lewat Edukasi Anti-Napza

Direktur Operasi PT Semen Gresik, Benny Ismanto, membuka agenda Learn & Share bertajuk “Semangat Kerja, Berprestasi Tanpa Napza & Kenali Dam-pak Buruknya” secara daring kepada lingkungan karyawan (21/1). FOTO-FOTO DOK. SEMEN GRESIK

REMBANG – Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PT Semen Gresik menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

Melalui agenda Learn & Share bertajuk “Semangat Kerja, Berprestasi Tanpa Napza & Kenali Dampak Buruknya”, perusahaan mengajak seluruh karyawan untuk membentengi diri dari pengaruh zat terlarang demi keberlanjutan operasional dan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan yang digelar secara daring ini merupakan bagian dari strategi preventif perusahaan untuk memastikan setiap personel berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima saat menjalankan tugas.

Prioritas Keselamatan dan Kepatuhan Regulasi

Direktur Operasi PT Semen Gresik, Benny Ismanto, dalam sambutannya menekankan bahwa penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) adalah ancaman nyata bagi keselamatan kerja.

Dampak dari penyalahgunaan zat tersebut tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja yang membahayakan rekan kerja lainnya.

Advertisement

“Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi prinsip K3, kami berkomitmen menciptakan ekosistem kerja yang bersih dan sehat.

Produktivitas optimal hanya bisa dicapai dengan semangat kerja yang positif dan tubuh yang bugar, tanpa ketergantungan pada zat adiktif,” tegas Benny.

Dokter Perusahaan Semen Gresik, dr Habiburochman Salim, memapar-kan materi Learn & Share bertajuk “Semangat Kerja, Berprestasi Tanpa Napza & Kenali Dampak Buruknya” secara daring kepada lingkungan karyawan (21/1).

Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 11 Tahun 2005, yang mewajibkan perusahaan melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika di area kerja.

Baca Juga :  Investasi Masa Depan Multisport Indonesia: Tri-Sport Series 2026 Sukses Cetak Ratusan Atlet Muda di Ancol

Dampak Nyata terhadap Kesehatan Mental dan Fisik

Narasumber utama, Dokter Perusahaan Semen Gresik, dr. Habiburochman Salim, memaparkan fakta medis mengenai kerusakan jangka panjang yang diakibatkan oleh Napza.

Selain merusak sistem saraf pusat dan organ vital, penyalahgunaan zat ini sering kali berawal dari mitos untuk meningkatkan stamina atau meredakan stres di tempat kerja.

Dokter Perusahaan Semen Gresik, dr Habiburochman Salim, memapar-kan materi Learn & Share bertajuk “Semangat Kerja, Berprestasi Tanpa Napza & Kenali Dampak Buruknya” secara daring kepada lingkungan karyawan (21/1).

“Penggunaan zat terlarang untuk mendongkrak performa adalah kekeliruan besar.

Alih-alih membantu, hal ini justru memicu kecemasan, depresi, hingga gangguan kepribadian yang merusak hubungan sosial baik di kantor maupun di rumah,” jelas dr. Habiburochman.

Membangun Budaya Pencegahan yang Holistik

Di luar sesi edukasi, PT Semen Gresik telah mengimplementasikan berbagai program kesehatan karyawan secara berkelanjutan.

Perusahaan secara rutin mengadakan Medical Check Up (MCU) dan menyediakan layanan konsultasi kesehatan sebagai bentuk deteksi dini.

Budaya K3 di Semen Gresik tidak hanya dipandang sebagai kepatuhan terhadap aturan, tetapi sebagai bagian dari investasi jangka panjang perusahaan terhadap aset terpentingnya, yaitu sumber daya manusia.

Dengan mengedepankan edukasi yang humanis, perusahaan berharap karyawan dapat saling mengingatkan dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan bebas dari ancaman Napza.

Baca Juga :  Sinergi Raksasa Investasi: Danantara dan INA Suntik Rp3,37 Triliun ke Proyek Strategis CA-EDC Chandra Asri (TPIA)

Langkah Preventif Berkelanjutan:

  • Edukasi Berkala: Sosialisasi dampak buruk zat adiktif melalui platform digital dan tatap muka.
  • Layanan Kesehatan: Penyediaan fasilitas konsultasi medis dan kesehatan mental bagi karyawan.
  • Monitoring Terpadu: Melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin guna memastikan kesiapan kerja personel.
  • Kampanye Gaya Hidup Sehat: Mendorong kegiatan olahraga dan pemenuhan nutrisi seimbang di lingkungan perusahaan.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Bentang Harapan JakASA: Momen Bersejarah Bersatunya Para Mantan Gubernur Jakarta di Balai Kota

Next Post

Menyambut Tahun Ular Kayu: Sheraton Bali Kuta Resort Hadirkan Simfoni Kuliner Imlek yang Penuh Keberuntungan