Valuasi melonjak 3x lipat, startup mobile cafe ini siap mendominasi jalanan Indonesia dengan armada kopi listrik.

JAKARTA – Kabar gembira datang dari industri food & beverage (F&B) berbasis teknologi di Indonesia. Jago Coffee, pelopor layanan kopi keliling berbasis aplikasi, dilaporkan sukses mengamankan pendanaan Seri B senilai US$12,5 juta atau setara dengan Rp200 miliar.
Langkah strategis ini dipimpin oleh raksasa modal ventura BEENEXT, dengan dukungan kuat dari investor kawakan seperti Intudo Ventures dan Orzon Ventures. Suntikan modal ini menjadi sinyal positif di tengah dinamika pendanaan startup, membuktikan bahwa model bisnis efisien tetap menjadi primadona bagi investor.

Mengapa Investor Begitu Percaya pada Jago Coffee?

Berbeda dengan jaringan kopi lainnya yang fokus pada gerai mewah di mal, Jago Coffee mengusung model “Hyper-local Delivery”. Dengan armada gerobak listrik, mereka mampu “menjemput bola” langsung ke konsumen, memotong biaya sewa gedung yang tinggi, dan menawarkan harga kopi yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan kualitas.
Valuasi pasca-pendanaan kini menyentuh US$46,7 juta, naik hampir tiga kali lipat dari valuasi sebelumnya yang hanya di angka US$16 juta. Ini adalah lompatan besar bagi Jago Coffee.
Tantangan di Balik Pertumbuhan Agresif

Meskipun pendapatan melonjak 17% pada akhir 2024, Jago Coffee masih memiliki pekerjaan rumah di sisi profitabilitas. Kerugian yang tercatat meningkat menunjukkan bahwa perusahaan tengah berada dalam mode investasi besar-besaran untuk infrastruktur dan skala operasional. Dana Seri B ini diprediksi akan menjadi bantalan untuk menyeimbangkan akselerasi pasar dengan perbaikan fundamental keuangan.