Dark Mode Light Mode

Akulturasi Rasa di Kota Kembang: Mercure Bandung City Centre Hadirkan Kehangatan “Ramadhan di Kampung Cina”

BANDUNG – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Mercure Bandung City Centre mengusung konsep berbuka puasa yang unik

dan sarat akan nilai sejarah lokal melalui program bertajuk “Ramadhan di Kampung Cina.”

Tema ini dipilih untuk merefleksikan keharmonisan budaya yang telah lama tumbuh di jantung Kota Bandung,

menciptakan suasana iftar yang tidak hanya lezat secara rasa, tetapi juga kaya secara visual dan emosional.

Bertempat di lokasi strategis yang menghubungkan denyut nadi bisnis dan sejarah Bandung,

Advertisement

hotel ini menawarkan tiga level pengalaman berbuka puasa untuk memenuhi preferensi setiap tamu.

Jelajah Tiga Suasana: Dari Kebersamaan Keluarga hingga Romantisme Ketinggian

Mercure Bandung City Centre memahami bahwa setiap momen berbuka memiliki ceritanya sendiri.

Oleh karena itu, tiga venue utama disiapkan dengan karakter yang berbeda:

  1. Pandawa Restaurant (The Heart of Tradition): Dirancang sebagai pusat kebersamaan keluarga, restoran ini menyajikan buffet Iftar lengkap dengan puluhan menu Nusantara dan sentuhan orientalis. Dengan harga Rp 229.000 nett/orang, tamu dapat menikmati aneka takjil dan live cooking yang atraktif.
  2. Skyview Pool & Bar (Iftar Under the Stars): Terletak di lantai 15, venue ini menawarkan pemandangan 360 derajat lampu kota Bandung. Dibanderol dengan harga Rp 249.000 nett/orang, Skyview menghadirkan menu barbeku (BBQ) yang lebih premium dan suasana yang lebih eksklusif serta romantis.
  3. The Plaza Food & Bar (Casual Gathering): Bagi mereka yang mencari suasana lebih santai dan ringan untuk sekadar hangout bersama teman, tempat ini menawarkan paket buffet seharga Rp 149.000 nett/orang.
Baca Juga :  Gufron Syarif, CEO Haus!: Meracik Strategi Bisnis Sederhana yang Mengubah Minuman Lokal Jadi Raksasa F&B

Sentuhan “Kampung Cina” dalam Setiap Sajian

Pemilihan tema “Kampung Cina” bukanlah tanpa alasan. Selain dekorasi lampion merah dan ornamen oriental

yang estetik di area lobi dan restoran, tim kuliner Mercure Bandung City Centre juga menyelipkan menu-menu khas peranakan yang telah melegenda.

Tamu dapat menemukan hidangan seperti Dim Sum hangat, Nasi Hainan, hingga adaptasi lokal seperti Mie Kocok dengan sentuhan bumbu oriental yang unik.

“Kami ingin menghadirkan atmosfer yang hangat. Ramadhan adalah tentang kembali ke akar dan berbagi kebahagiaan, dan konsep ‘Kampung Cina’ ini sangat pas menggambarkan keberagaman yang bersatu,” ujar Dyah Annisa, Marketing Communications Manager Mercure Bandung City Centre.

Fasilitas Ibadah dan Kenyamanan Maksimal

Kenyamanan ibadah menjadi prioritas utama. Mengingat tingginya antusiasme masyarakat Bandung untuk berbuka puasa bersama,

hotel telah memperluas area musala yang bersih, lengkap dengan fasilitas wudu yang memadai untuk menunjang salat Magrib dan Tarawih berjamaah.

Lokasi hotel yang berada di pusat kota juga memudahkan akses bagi para profesional yang ingin langsung menuju lokasi seusai jam kantor, menghindari kemacetan panjang di jam sibuk sebelum berbuka.

Penawaran Spesial dan Reservasi

Seluruh rangkaian program “Ramadhan di Kampung Cina” tersedia setiap hari selama bulan suci, mulai pukul 17.30 hingga 20.30 WIB.

Disarankan bagi para tamu untuk melakukan reservasi grup setidaknya tiga hari sebelumnya guna mendapatkan spot terbaik, terutama di area Skyview Pool.

Informasi Lebih Lanjut:

  • Telepon: 022 3000 8000
  • Instagram: @mercurebandungcitycentre
  • Lokasi: Jl. Lengkong Besar No. 8, Bandung.
Baca Juga :  Rayakan Harapan dan Kehangatan: ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan "A Wishful Ramadan" dengan Sensasi Kuliner Lintas Benua

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Mengapa Raksasa Bisnis Tumbang? Kebenaran Pahit Corporate Entrepreneurship di Era Disrupsi

Next Post

Revolusi Kopi Keliling: Jago Coffee Kantongi Rp200 Miliar untuk Ekspansi Nasional!