JIMBARAN, JANUARI 2026 – Bali bukan lagi sekadar destinasi liburan, melainkan pusat inovasi wirausaha kreatif di Asia Tenggara.
Menghadapi proyeksi lonjakan wisatawan yang menembus angka 7 juta orang, Visa, pemimpin dunia dalam pembayaran digital, memperkokoh komitmennya melalui kolaborasi strategis dengan TikTok dalam acara “Bincang Bisnis Bareng TikTok – Bali Tourism Edition”.
Langkah ini dirancang untuk memastikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pariwisata Bali—mulai dari pengelola vila eksklusif hingga pengrajin lokal—memiliki instrumen digital yang tangguh untuk bersaing di panggung global.
Transformasi Operasional dengan Solusi Komersial Pintar
Visa menyadari bahwa tantangan terbesar UMKM bukan hanya soal pemasaran, tetapi juga efisiensi operasional. Melalui Visa Commercial Solutions, pelaku usaha kini dapat meninggalkan sistem manual yang rentan kesalahan. Solusi ini menawarkan kartu korporasi pintar hasil kolaborasi dengan fintech Apollo, yang memungkinkan pemilik bisnis memonitor pengeluaran secara real-time.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi pariwisata Bali. Dengan solusi pembayaran yang aman dan inklusif, kami membantu mereka menjangkau pelanggan internasional dengan lebih mudah, sekaligus mengelola bisnis secara transparan,” ungkap Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia.

Keamanan Siber: Melindungi Pertumbuhan dengan Teknologi AI
Di tengah pesatnya transaksi digital, ancaman siber menjadi perhatian serius. Data menunjukkan bahwa 43% serangan siber menargetkan skala UMKM. Menanggapi hal ini, Visa mengintegrasikan teknologi pencegahan penipuan berbasis AI dan tokenisasi pada setiap layanannya.
Langkah ini memberikan rasa aman bagi wisatawan asing untuk bertransaksi di gerai-gerai lokal tanpa kekhawatiran akan pencurian data, sekaligus melindungi UMKM dari risiko kerugian finansial akibat penipuan transaksi.
Sinergi Konten dan Finansial bersama TikTok for Business
Kolaborasi Visa dan TikTok tidak berhenti pada sistem pembayaran. Melalui kampanye bersama, UMKM yang memenuhi kriteria pengeluaran tertentu berkesempatan mendapatkan kredit iklan hingga 6.000 dollar AS.
Sinergi ini menciptakan ekosistem yang lengkap: UMKM didorong untuk menciptakan konten kreatif di TikTok guna menarik minat wisatawan (Top of Mind), sementara Visa memastikan proses penyelesaian transaksi (Conversion) berjalan mulus dan aman di belakang layar.
Mendorong Pariwisata Berkelanjutan yang Inklusif
Digitalisasi yang diusung Visa juga sejalan dengan tren sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan.
Dengan beralih ke sistem nontunai, pelaku usaha dapat mencatat jejak transaksi dengan lebih rapi, yang di masa depan akan mempermudah mereka dalam mengakses kredit perbankan (bankability) untuk ekspansi usaha.
Salah satu kisah sukses datang dari Rina Iswahyuni, pemilik Balerina Fashion Makloon Premium.
“Berkat sistem pembayaran digital dan solusi lintas negara dari Visa, pasar saya kini tidak lagi terbatas di Bali, tapi mulai merambah ke mancanegara. Kepercayaan pelanggan luar negeri meningkat drastis karena sistem pembayaran yang mereka kenal dan percayai,” tuturnya.
Visi Global untuk Lokal
Hingga saat ini, Visa telah memberdayakan hampir 67 juta UMKM di seluruh dunia.
Di Indonesia, khususnya Bali, Visa berkomitmen untuk terus menjadi mitra pertumbuhan yang tidak hanya menyediakan teknologi, tetapi juga membuka akses ke layanan keuangan modern yang selama ini sulit dijangkau oleh pelaku usaha kecil.
Dengan setiap transaksi yang terdigitalisasi, UMKM Bali kini siap bertransformasi dari pemain lokal menjadi pemain global yang mampu menggerakkan masa depan ekonomi digital Indonesia yang lebih tangguh dan terkoneksi.