Hubungan diplomatik pertahanan antara Indonesia dan Jepang semakin erat melalui sebuah gestur simbolis yang sarat nilai sejarah.
Menteri Pertahanan Jepang, Koizumi Shinjiro, menyerahkan sebuah bingkai foto ikonik kepada Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam kunjungan resminya ke Kantor Kemhan RI, Jakarta, pada Senin (4/5/2026).
Pemberian kenang-kenangan ini berlangsung di Aula Bhinneka Tunggal Ika, tepat di depan patung Jenderal Soedirman yang berdiri megah di pusat kementerian.
Memori Patung Jenderal Soedirman di Tokyo

Foto berukuran besar tersebut bukan sekadar potret biasa. Gambar tersebut merekam momen kebersamaan Menhan Sjafrie dan Menhan Shinjiro di depan patung Jenderal Soedirman yang
berlokasi di halaman Kementerian Pertahanan Jepang di Tokyo. Momen tersebut diambil saat kunjungan kenegaraan Menhan Sjafrie ke Jepang pada November 2025 silam.
“Ini foto di depan patung Pak Sudirman di Jepang. Sama (dengan di belakang). Ini dikirim oleh Menteri Pertahanan Jepang kepada saya. Thank you,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin saat menerima bingkai foto tersebut.
Patung Jenderal Soedirman di Tokyo sendiri merupakan fenomena unik sekaligus kehormatan luar biasa bagi Indonesia. Patung
perunggu setinggi 4 meter tersebut merupakan hadiah dari pemerintah Indonesia pada tahun 2011 dan menjadi satu-satunya patung pahlawan asing yang dipajang di area Kementerian Pertahanan Jepang.
Penandatanganan Defense Cooperation Agreement (DCA)
Prosesi penyerahan cenderamata ini menjadi pembuka sebelum kedua menteri melaksanakan agenda strategis,
yaitu diskusi mendalam dan penandatanganan Defense Cooperation Agreement (DCA) antara Indonesia dan Jepang. Kesepakatan ini
diharapkan dapat memperkuat kerangka kerja sama militer, pertukaran teknologi pertahanan, serta latihan bersama antar kedua negara.
Kedua Menhan tiba di Jakarta setelah menuntaskan agenda jamuan makan malam di Bali. Mereka mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma pada Senin pagi menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737-800 NG dan disambut dengan upacara jajaran kehormatan militer.
Kemitraan Strategis untuk Stabilitas Kawasan
Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie menekankan bahwa hubungan Indonesia-Jepang memiliki akar sejarah yang panjang dan kini bertransformasi menjadi kemitraan strategis yang semakin kokoh.
“Indonesia memandang Jepang sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan, yang dilandasi oleh prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan,” tegas Sjafrie.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada kekuatan alutsista, tetapi juga pada visi bersama untuk menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang aman dan terbuka.
Gestur pemberian foto patung Jenderal Soedirman ini mempertegas bahwa nilai-nilai perjuangan dan kehormatan militer menjadi landasan emosional yang memperkuat hubungan teknis pertahanan kedua negara.