BSD CITY – Living Lab Ventures (LLV), lengan modal ventura milik Sinar Mas Land, resmi mengumumkan investasi strategis ke INCREASE Laboratorium Indonesia. Langkah ini diambil untuk memperkuat kapabilitas uji klinis nasional sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemimpin inovasi biomedis di Asia Tenggara.
INCREASE adalah perusahaan riset klinis yang berfokus pada layanan komprehensif, mulai dari desain studi, navigasi regulasi, hingga pengujian bioanalitik berstandar internasional.
Mendorong Standar Global di Sektor Biomedis
Melalui pendanaan ini, INCREASE berencana melakukan ekspansi besar-besaran yang mencakup:
- Perluasan Operasional: Meningkatkan kapasitas laboratorium di BSD City.
- Kemitraan Global: Memperkuat kolaborasi dengan institusi internasional.
- Sertifikasi Internasional: Menempuh proses sertifikasi bergengsi seperti College of American Pathologists (CAP), ISO 17025, dan ISO 15189 untuk memenuhi standar riset kesehatan dunia.
“Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan regional di bidang kesehatan. INCREASE adalah platform strategis untuk menarik mitra global dan meningkatkan daya saing sektor kesehatan kita,” ujar Bayu Seto, Partner di Living Lab Ventures.
Potensi Pasar CRO Indonesia: Menuju US$1 Miliar
Investasi ini hadir di momentum yang tepat. Berdasarkan laporan 6Wresearch, pasar Contract Research Organisation (CRO) di Indonesia diprediksi akan menyentuh angka US$1 miliar pada tahun 2030, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) mencapai 10,6%.
Saat ini, INCREASE telah melayani klien lintas negara, termasuk dari:
- Singapura
- Australia
- Tiongkok (Kemitraan riset dengan Tsinghua University)
- Jepang (Kemitraan riset dengan University of Osaka)
BSD City: Masa Depan Distrik Inovasi Global
Bagi Sinar Mas Land, investasi ini adalah bagian dari peta jalan besar untuk menjadikan BSD City sebagai pusat inovasi global. Kehadiran Biomedical Campus dan D-HUB SEZ di kawasan ini akan menjadi ekosistem pendukung (testbed) bagi teknologi masa depan.
Mulyawan Gani, CEO Digital Business Sinar Mas Land, menekankan pentingnya integrasi teknologi: “Konvergensi antara sains, teknologi seperti AI dan IoT, serta infrastruktur fisik akan menempatkan Indonesia di peta inovasi medis dunia.”