TANGERANG, 18 Desember 2025 – Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis,
SMA Tarakanita Gading Serpong mengambil langkah progresif dengan menyelenggarakan Research Sharing Session Pembelajaran Proyek bagi siswa Kelas X.
Bertempat di Aula SMA Tarakanita Gading Serpong, kegiatan ini bukan sekadar presentasi akademik,
melainkan sebuah manifestasi dari komitmen sekolah dalam membangun ekosistem Community of Research.

Riset Sebagai Gaya Hidup Belajar
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi para siswa untuk mendiseminasikan hasil penelitian yang telah mereka susun selama proses pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning).
Di sini, riset tidak lagi dipandang sebagai tugas akhir yang membebani, melainkan sebuah metode harian untuk memahami persoalan,
menyusun argumen, dan merefleksikan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Kepala SMA Tarakanita Gading Serpong, Yustinus Sumayanto, menekankan pentingnya keseimbangan antara kognitif dan karakter.
“Pendidikan di sekolah kami tidak berhenti pada pencapaian ujian semata. Kami memberi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan karakter melalui riset, sehingga ilmu yang didapat menjadi bekal kehidupan yang aplikatif,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Inovasi Siswa: Dari Bioplastik hingga Psikologi Pendidikan
Dalam sesi paparan, para siswa menunjukkan ketajaman berpikir melalui berbagai topik yang relevan dengan isu global maupun personal:
- Keberlanjutan Lingkungan: Kelas X.1 memukau peserta dengan riset bioplastik berbasis pati singkong. Mereka mengeksplorasi potensi sumber daya lokal sebagai solusi pengganti plastik sekali pakai yang lebih ramah lingkungan.
- Kesehatan Mental & Pendidikan: Kelas X.2 memaparkan kaitan antara coping mechanism dengan motivasi belajar, menyoroti betapa pentingnya manajemen stres terhadap performa akademik siswa.
- Dinamika Sosial: Kelas X.5 mengkaji pengaruh kepribadian introver dan ekstrover terhadap kerja sama kelompok, membuktikan bahwa perbedaan karakter justru bisa menjadi kekuatan kolaborasi jika dikelola dengan tepat.
Dukungan Pakar dan BRIN
Hadir memberikan penguatan, Prasetyo Aji, Peneliti Ahli Muda dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.
Menurutnya, memperkenalkan metode ilmiah sejak jenjang SMA adalah langkah krusial untuk membangun pola pikir sistematis dan kritis yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

Menuju Pembelajar Sepanjang Hayat
Pengawas Sekolah Gugus 1 Dinas Pendidikan, Riswan, turut menambahkan bahwa pembiasaan refleksi dalam belajar membantu siswa mengaitkan teori dengan konteks kehidupan yang lebih luas.
Melalui Research Sharing Session ini, SMA Tarakanita Gading Serpong tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara intelektual,
tetapi juga individu yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan berjiwa pembelajar sepanjang hayat (long-life learner).
Langkah ini menegaskan posisi SMA Tarakanita Gading Serpong sebagai institusi yang berorientasi pada masa depan,
di mana setiap siswa didorong untuk berani bertanya, meneliti, dan menciptakan solusi bagi masyarakat.