Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use

Gandeng PT MIO, Kemensos Latih Petani Kakao di Ende

Gandeng PT MIO sebagai penjamin pasar ekspor, Kemensos dorong ratusan petani kakao di NTT graduasi dari bansos, Rabu (3/6/2026). Foto: Kemensos RI

Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial meluncurkan program pemberdayaan strategis bagi 150 petani kakao di Kabupaten Ende,

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Program ini menyasar para petani dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

PKH dan program sembako guna mendorong mereka mandiri secara finansial dan sukses graduasi dari kepesertaan bantuan sosial (bansos).

Berfokus pada optimalisasi budidaya dan hilirisasi komoditas kakao organik, langkah ini diambil untuk mendongkrak taraf hidup masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya tersentuh pembangunan hulu.

Stimulus Ratusan Juta dan Potensi Kakao di Ende

Gandeng PT MIO sebagai penjamin pasar ekspor, Kemensos dorong ratusan petani kakao di NTT graduasi dari bansos, Rabu (3/6/2026). Foto: Kemensos RI

Kabupaten Ende memiliki modal geografis yang sangat kuat dengan potensi lahan perkebunan kakao mencapai 7.498 hektare.

Kendati demikian, para petani lokal masih kerap dihadapkan pada tantangan rantai niaga, ancaman penurunan hasil panen, hingga serangan hama.

Untuk memitigasi kendala tersebut, Kemensos menyalurkan bantuan stimulus senilai Rp826 juta. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk:

  • Bibit Unggul: Penyediaan varietas kakao berkualitas tinggi untuk mendongkrak produktivitas.
  • Sarana Produksi: Pasokan pendukung produksi berbasis organik.
  • Alat & Mesin Pertanian: Modernisasi peralatan guna efisiensi kerja di lahan perkebunan.
  • Fasilitas Pascapanen: Sarana infrastruktur untuk menjaga kualitas biji kakao setelah dipetik.

Seluruh penerima manfaat ini tersebar di Kecamatan Ende dan Nangapanda, serta bernaung di bawah Koperasi Produsen Agro Niaga Asosiasi Petani Kakao Nangapanda (KOPAN-SIKAP).

Gandeng PT MIO Sebagai Penjamin Pasar Ekspor Global

Gandeng PT MIO sebagai penjamin pasar ekspor, Kemensos dorong ratusan petani kakao di NTT graduasi dari bansos, Rabu (3/6/2026). Foto: Kemensos RI

Tak sekadar memberikan bantuan fisik dan penguatan kapasitas hulu, Kemensos juga mengamankan

Baca Juga :  Simbol Persahabatan Pertahanan: Menhan Jepang Koizumi Shinjiro Beri Foto Ikonik Jenderal Soedirman untuk Menhan Sjafrie

sektor hilir dengan menggandeng PT Mega Inovasi Organik (MIO). Sebagai pemain global di industri pengolahan kakao organik,

PT MIO berkomitmen bertindak sebagai penjamin pasar (off-taker) yang akan menyerap produk petani dengan harga premium, sepanjang memenuhi standar sertifikasi internasional.

Sinergi berkelanjutan ini diresmikan melalui penandatanganan kerja sama oleh Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Kemensos, Adrianus Alla, dan Direktur PT MIO, Dippos Naloanro Simanjuntak.

“Harapannya lahir generasi petani kakao organik Ende yang mampu menembus pasar ekspor melalui kerja sama dengan PT MIO,” ungkap Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Ishaq Zubaedi Raqib.

Sinergi Pemerintah Daerah Demi Kesejahteraan Warga

Gandeng PT MIO sebagai penjamin pasar ekspor, Kemensos dorong ratusan petani kakao di NTT graduasi dari bansos, Rabu (3/6/2026). Foto: Kemensos RI

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, menyambut optimis langkah taktis dari pemerintah pusat ini.

Ia mengimbau agar para petani merawat dan memaksimalkan seluruh bantuan sarana yang ada demi memperkuat fundamental ekonomi keluarga.

Rasa optimistis serupa diutarakan oleh Imelda Yunimani, salah satu KPM petani kakao yang berkomitmen memanfaatkan peralatan pertanian ini semaksimal mungkin guna melepas ketergantungan dari bantuan sosial pemerintah.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Liburan Sekolah 2026 di Banyuwangi Makin Seru! Ini 7 Alasan Wajib Menginap di Kokoon Hotel Banyuwangi dengan Promo School Holiday

Next Post

Gowes 374 Kilometer Keliling Pulau, Lombok Charity Ride 2026 Sukses Galang Dana Pendidikan Rp 1,17 Miliar