AMBON, 21 November 2019 – Pascagempa bumi tektonik yang mengguncang Ambon dan wilayah Maluku sekitarnya pada akhir September lalu, proses pemulihan bagi para penyintas kini menjadi prioritas utama.
Menanggapi situasi darurat yang diikuti oleh kebutuhan rehabilitasi jangka panjang, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL),
perusahaan penyedia jasa layanan kesehatan terdepan di Indonesia, menyalurkan bantuan komprehensif untuk mendukung kesehatan dan sanitasi masyarakat terdampak.
Melalui kemitraan strategis dengan Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI), APL secara resmi menyerahkan bantuan
yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta donasi sukarela dari seluruh keluarga besar karyawan APL.
Fokus pada Sanitasi dan Pencegahan Penyakit
Salah satu tantangan terbesar di tenda pengungsian pascabencana adalah risiko penularan penyakit akibat minimnya fasilitas sanitasi. Menyadari hal tersebut, bantuan APL difokuskan pada tiga pilar utama:
- Infrastruktur Sanitasi: Pembangunan fasilitas toilet permanen di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, sebuah area terpencil yang sangat membutuhkan akses sanitasi layak.
- Edukasi Higienitas: Program promosi kesehatan yang intensif, termasuk kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk mencegah wabah penyakit menular di lokasi pengungsian.
- Dukungan Medis: Pendistribusian obat-obatan dan vitamin esensial yang disalurkan melalui PMI Kota Ambon untuk menjaga daya tahan tubuh pengungsi, terutama anak-anak dan lansia.
Komitmen untuk Akses Kesehatan yang Inklusif
Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari, Christophe Piganiol, menegaskan bahwa aksi ini selaras dengan misi utama perusahaan.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata dari tujuan kami di Indonesia, yaitu membuat layanan kesehatan menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses oleh siapa saja, bahkan dalam kondisi krisis. Kami ingin hadir sebagai mitra pemerintah dalam membangun kembali Kota Ambon,” ungkapnya melalui pernyataan resmi.
Senada dengan hal tersebut, Branch Manager APL Makassar, Stanley Paays, saat menyerahkan bantuan secara simbolis di Kantor WVI Ambon,
menyampaikan harapannya agar dukungan ini dapat mempercepat transisi masyarakat dari masa darurat menuju kehidupan normal yang lebih produktif.
Sinergi Kemanusiaan: Dari Karyawan untuk Sesama
Hal yang menarik dari aksi sosial ini adalah keterlibatan aktif karyawan APL. Penggalangan dana internal menunjukkan adanya budaya kepedulian yang kuat di dalam perusahaan.
Inisiatif ini membuktikan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan bukan sekadar kewajiban administratif,
melainkan gerakan moral kolektif untuk meringankan beban sesama yang sedang tertimpa musibah.
Kesehatan adalah fondasi utama untuk membangun kembali ekonomi dan produktivitas suatu daerah pascabencana.
Dengan memastikan lingkungan pengungsian tetap sehat dan pasokan obat-obatan terpenuhi,
APL berharap dapat meminimalisir dampak kesehatan sekunder yang seringkali muncul berminggu-minggu setelah bencana utama berakhir.
Menuju Rehabilitasi Jangka Panjang
Proses pemulihan Maluku memang masih panjang, namun kolaborasi antara sektor swasta seperti APL,
organisasi kemanusiaan seperti WVI, dan pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi katalisator bagi bangkitnya “Manise” dari dampak gempa.
APL berkomitmen untuk terus memantau kebutuhan kesehatan di wilayah-wilayah terdampak sebagai bagian dari dedikasi berkelanjutan bagi kesehatan bangsa Indonesia.
Tentang PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL):
Sebagai bagian dari Zuellig Pharma, APL telah melayani pasar perawatan kesehatan Indonesia sejak tahun 1985.
Dengan jaringan distribusi yang luas dan standar kualitas internasional, APL berkomitmen untuk mentransformasi sistem kesehatan melalui inovasi dan aksesibilitas yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.