TANGERANG – Merayakan perjalanan empat dekade sebagai etalase perdagangan terbesar di tanah air, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) siap menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40.
Pameran dagang internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 15-19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, mengusung tema ambisius: “Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries”.
Etalase Keunggulan Indonesia dalam Tiga Zona Strategis
TEI 2025 memetakan potensi ekspor Indonesia ke dalam tiga zona utama yang dirancang untuk memudahkan para buyer melakukan navigasi bisnis:
- Food & Beverage, Agriculture, License, and Franchise: Fokus pada ketahanan pangan dan potensi waralaba lokal.
- Manufacturing and Services: Menampilkan kekuatan industri manufaktur dan jasa profesional.
- Fashion, Lifestyle, and Home Decor: Menampilkan estetika dan kreativitas desain khas Nusantara.
Hingga saat ini, tercatat 1.015 eksibitor telah terdaftar dari target 1.500 peserta. Sektor fesyen memimpin dengan 474 peserta, disusul sektor makanan dan minuman dengan 350 eksibitor.
“Seluruh eksibitor ini memiliki potensi besar untuk mengangkat produk Indonesia ke panggung dunia,” ujar Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI.

Antusiasme Buyer Global Melampaui Target
Daya tarik produk Indonesia di pasar global terbukti sangat kuat. Tercatat 6.847 buyer dari 106 negara telah mengonfirmasi kehadiran mereka, sebuah angka yang sudah melampaui target awal penyelenggara.
Strategi pelaksanaan secara luring (tatap muka) menjadi nilai tambah utama. Dengan berinteraksi langsung, para buyer dapat merasakan kualitas material, mencicipi cita rasa produk pangan,
serta membangun kepercayaan personal dengan para pelaku usaha lokal—sebuah elemen krusial dalam kontrak dagang internasional jangka panjang.
Diplomasi Ekonomi dan Dukungan Lintas Sektor
Keberhasilan TEI 2025 didukung penuh oleh sinergi antar-lembaga. Kementerian Luar Negeri menggerakkan 132 perwakilan RI di luar negeri untuk mempromosikan acara ini secara masif di pasar global.
“TEI bukan sekadar ajang jual beli, melainkan wajah diplomasi ekonomi kita. Dari sini, transaksi dagang bisa berkembang menjadi investasi jangka panjang dan promosi pariwisata yang berkelanjutan,” tegas Denny Abdi, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri.
Dorongan Digitalisasi bagi UKM Go-Export
Salah satu fokus utama TEI ke-40 adalah inklusivitas. Pameran ini membuktikan bahwa ekspor bukan hanya milik korporasi besar, melainkan juga peluang bagi pelaku usaha di tingkat desa dan UKM.
Guna mendukung kelancaran transaksi internasional, Bank Mandiri hadir melalui platform digital Kopra by Mandiri dan Kopra Beyond Border.
Layanan ini memungkinkan pelaku usaha untuk mengakses trade finance secara real-time, memberikan rasa aman dan efisiensi dalam transaksi lintas negara.
Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak seperti Pertamina, BPDP Kelapa Sawit, Kadin, LPEI, dan APINDO, yang bersama-sama berkomitmen memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional yang kian kompetitif.
Mengapa TEI 2025 Menjadi Momentum Krusial?
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, TEI 2025 hadir sebagai jangkar stabilitas ekonomi nasional.
Dengan mempertemukan produsen lokal langsung dengan rantai pasok global, pameran ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang signifikan—mulai dari penyerapan tenaga kerja di sektor industri kreatif hingga peningkatan devisa negara melalui diversifikasi pasar ekspor non-tradisional.
Kehadiran ribuan buyer mancanegara di ICE BSD bukan hanya tentang angka transaksi, melainkan tentang penegasan posisi Indonesia sebagai mitra dagang yang andal, inovatif, dan siap melampaui batas-batas geografis.