Dark Mode Light Mode

Melampaui Angka: Eileen Rachman Rayakan Usia 75 Tahun dengan Peluncuran Buku “Catatan Seorang Pejalan”

Peluncuran Buku Catatan Seorang Pejalan karya Eileen Rachman yang digelar di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia West Mall, lantai 8, Jakarta, Kamis (14/8/2025).

JAKARTA, 14 Agustus 2025 – Di bawah pendar lampu Galeri Indonesia Kaya yang hangat, Grand Indonesia, Jakarta,

sebuah perjalanan panjang dirayakan bukan dengan pesta meriah, melainkan melalui untaian kata.

Eileen Rachman, sosok tangguh di balik kemudi Experd Consultant, resmi meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Catatan Seorang Pejalan”.

Buku ini merupakan kado bermakna bagi dunia literasi dan pengembangan diri di Indonesia,

menandai pencapaian usia Eileen yang ke-75. Alih-alih melihat usia sebagai senja,

Advertisement

Eileen mendefinisikan fase ini sebagai babak baru yang penuh energi untuk membagikan saripati kehidupan.

75 Pelajaran: Kejujuran dari Sebuah Perjalanan

“Catatan Seorang Pejalan” bukanlah sebuah otobiografi konvensional yang kaku. Buku ini berisi 75 catatan reflektif yang ditulis dengan gaya bahasa ringan namun sangat personal.

Eileen menyelami berbagai tema manusiawi yang kerap terabaikan: dari kehangatan cinta dan keluarga, pedihnya kehilangan,

hingga cara pandang terhadap citra tubuh (body image) dan pentingnya menyederhanakan hidup (decluttering).

Eileen menegaskan bahwa produktivitas dan relevansi tidak memiliki tanggal kedaluwarsa.

Bagi beliau, “Beyond 75” adalah masa di mana seseorang sudah selesai dengan urusan pencapaian diri dan mulai fokus

pada esensi kehidupan.

“Senioritas bukan berarti usang. Justru di sinilah kita memiliki bekal terlengkap untuk mencipta, membimbing, dan mewariskan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Eileen Rachman dikenal luas sebagai konsultan SDM, penulis, fasilitator pelatihan, kontributor tetap di media seperti
Kompas, serta mentor bagi generasi muda.

Menjembatani Generasi melalui “Tacit Knowledge”

Dalam era digital yang bergerak begitu cepat, kehadiran buku ini menjadi sangat relevan.

Baca Juga :  Satu Abad Lebih Melayani: Gebyar 120 Tahun Santa Angela Bandung, Rayakan Inovasi dalam Tradisi Ursulin

Eileen berupaya menuangkan apa yang disebut sebagai tacit knowledge—pengetahuan mendalam yang didapat dari jam terbang,

kegagalan yang menyakitkan, dan kesuksesan yang membumi—yang sulit ditemukan dalam buku teks akademis.

Bagi generasi muda, buku ini adalah kompas untuk mencari arah di tengah ketidakpastian.

Sementara bagi sesama senior, karya ini menjadi ajakan untuk tidak berhenti berkontribusi.

Eileen membuktikan bahwa seorang pemimpin tetap bisa menjadi mentor yang relevan meskipun teknologi terus berubah, selama ia memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan.

Sosok Mentor Abadi di Dunia SDM

Selama lebih dari tiga dekade, nama Eileen Rachman telah identik dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Sebagai kontributor tetap di harian Kompas dan pemimpin di Experd Consultant, ia telah membantu ribuan individu dan organisasi menemukan potensi terbaik mereka.

Keteguhannya dalam berkarya di usia 75 tahun memberikan perspektif baru tentang “masa pensiun”.

Eileen menunjukkan bahwa masa tua bisa dijalani dengan elegan: tetap tajam dalam berpikir, hangat dalam berbagi, dan rendah hati dalam memimpin.

Dalam buku yang ditulis ringan dan jujur, Eileen Rachman berbicara tentang cinta, keluarga, kehilangan, teknologi, body image, sampai decluttering.

Refleksi bagi Setiap Pejalan Life

Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh bisnis, praktisi SDM, hingga pembaca setia kolom-kolomnya.

Pesan utama yang tertinggal dari pertemuan tersebut adalah: hidup adalah sebuah perjalanan yang terus berjalan.

Setiap langkah, sekecil apa pun, adalah guru yang berharga.

Baca Juga :  Dari Roblox ke Industri Global: Cara Universitas Esa Unggul Ubah Skill Gaming Menjadi Karier Desainer Profesional

Buku “Catatan Seorang Pejalan” kini telah tersedia untuk siapa saja yang ingin berhenti sejenak, mengendapkan makna, dan melanjutkan langkah dengan lebih bijaksana.

Karena pada akhirnya, kita semua adalah pejalan yang sedang mencari makna di bawah langit yang sama.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Merayakan Akar Budaya di Bulan Kemerdekaan: Artotel Wanderlust Luncurkan Kampanye "Waktu Indonesia Semarak"

Next Post

Satu Dekade Kampoeng Legenda: Merayakan 10 Tahun Perjalanan Kuliner Otentik di Jantung Ibu Kota