JAKARTA – Aroma rempah tradisional dan kepul asap sate legendaris kembali memadati Mal Ciputra Jakarta. Gelaran Kampoeng Legenda 2025 resmi dibuka, menandai satu dekade perjalanan festival kuliner paling berpengaruh di Jakarta.
Berlangsung mulai 13 hingga 24 Agustus 2025, acara hasil kolaborasi Mal Ciputra Jakarta dan JIISCOMM ini menjadi kado istimewa bagi pecinta kuliner dalam suasana perayaan HUT RI ke-80.
Tahun ke-10 ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen melestarikan kekayaan rasa Nusantara yang telah diwariskan turun-temurun.
Membawa “Harta Karun” Daerah ke Jakarta
Keunikan utama Kampoeng Legenda tetap terjaga: menghadirkan lebih dari 40 tenant kuliner legendaris langsung dari kota asalnya. Pengunjung tidak perlu terbang ke Bali untuk menikmati Warung Mak Beng (sejak 1941) atau berkendara ke Yogyakarta demi Gudeg Yu Djum (sejak 1950).
Semua tersaji otentik di satu lokasi, mulai dari kegurihan Bebek Sinjay Madura, kelezatan Toko OEN Semarang (1936), hingga manisnya Serabi Solo Notosuman (1923). Kehadiran nama-nama besar ini menjadikan Mal Ciputra Jakarta sebagai museum kuliner hidup selama dua pekan penuh.

Kuliner sebagai Jembatan Antargenerasi
General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto, menegaskan bahwa misi utama festival ini adalah literasi budaya bagi generasi muda. “Di tengah serbuan tren makanan modern dan internasional, Kampoeng Legenda hadir sebagai pengingat bahwa kita memiliki identitas rasa yang sangat kuat.
Kami ingin Gen Z dan Alpha mengenal bahwa Indonesia punya heritage kuliner yang tak lekang oleh waktu,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh CEO JIISCOMM, Febryanto Rachmat. Menurutnya, Kampoeng Legenda telah bertransformasi menjadi inkubator bagi pelaku bisnis kuliner lokal untuk naik kelas.
Dengan manajemen yang profesional, kuliner kaki lima yang legendaris kini mampu bersaing di mal-mal kelas atas tanpa kehilangan jati diri tradisionalnya.
Dukungan Pemerintah & Modernisasi Transaksi
Penyelenggaraan tahun ini mendapatkan apresiasi khusus dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, menilai event ini sebagai penggerak ekonomi kreatif yang nyata. Melalui diplomasi kuliner, warisan budaya tidak hanya dilestarikan secara simbolis, tetapi juga secara ekonomi.
Menyesuaikan dengan gaya hidup modern, festival ini menerapkan sistem transaksi cashless sepenuhnya. Melalui kolaborasi dengan MyBCA, pengunjung dapat menikmati kemudahan pembayaran via QRIS dengan promo cashback menarik, membuktikan bahwa kuliner tradisional sangat adaptif dengan teknologi masa kini.

Atmosfer Pedesaan di Tengah Megapolitan
Tak hanya lidah yang dimanjakan, suasana Mal Ciputra Jakarta disulap menjadi perkampungan tradisional yang hangat. Dekorasi rumah-rumah adat dan instalasi budaya memberikan kesan nostalgia yang mendalam bagi para perantau di Jakarta yang merindukan masakan rumah di kampung halaman.
Dibuka dengan kemegahan Tari Kecak Bali, Kampoeng Legenda 2025 menegaskan posisinya bukan sekadar bazar makanan, melainkan perayaan kebanggaan nasional yang menyatukan seluruh elemen bangsa melalui rasa.