TARAKAN – Komitmen pelestarian lingkungan di garda terdepan Borneo terus diperkuat.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersinergi dengan Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia dalam inisiatif hijau bertajuk Bumi Berseru Fest.
Kolaborasi ini berfokus pada konservasi bekantan dan rehabilitasi ekosistem mangrove di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas ancaman alih fungsi lahan yang menggerus habitat pesisir,
sekaligus menjadi bukti nyata penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program Telkom GoZero – Sustainability Action.
Penyediaan Feeding Spot Center: Menjaga Rantai Makanan Bekantan
Sebagai satwa endemik yang menjadi ikon Kalimantan, bekantan (Nasalis larvatus) memegang peran vital dalam keseimbangan ekosistem.
Pada Desember 2025, TelkomGroup bersama relawan AYS Indonesia membangun Feeding Spot Center.
Fasilitas ini berfungsi sebagai area pemberian pakan tambahan yang terkontrol bagi koloni bekantan di area konservasi.
Selain menjaga kecukupan nutrisi satwa, Feeding Spot Center ini dirancang sebagai sarana edukasi bagi masyarakat lokal dan wisatawan.
Dengan adanya titik pantau yang teratur, kesadaran publik mengenai perilaku alami bekantan dan pentingnya menjaga habitat mereka dapat meningkat tanpa mengganggu privasi satwa tersebut.
Benteng Pesisir: Penanaman 1.000 Bibit Mangrove di Edu Park

Memasuki Januari 2026, aksi nyata dilanjutkan dengan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Edu Park Kampung Empat.
Penanaman ini bukan sekadar penghijauan, melainkan upaya pembangunan benteng alami untuk mencegah abrasi pantai yang kian mengkhawatirkan di wilayah Kalimantan Utara.
Ekosistem mangrove yang sehat merupakan rumah bagi berbagai biota laut dan menjadi sumber cadangan karbon (carbon sink) yang sangat efektif.
“Keterlibatan generasi muda melalui AYS Indonesia adalah kunci inovasi dalam menghadirkan solusi lingkungan yang berkelanjutan,” ujar SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto.
Digitalisasi Konservasi: Pemantauan Berbasis Data
Sesuai dengan DNA Telkom sebagai perusahaan teknologi, program ini juga menyentuh ranah digital.
Berdasarkan hasil pemantauan, tercatat ada sekitar 40 ekor bekantan dan 27 jenis mangrove yang berhasil diidentifikasi di kawasan tersebut.
Data-data lapangan ini kemudian diintegrasikan ke dalam sebuah platform digital khusus.
Platform ini nantinya akan menjadi basis data edukasi yang dapat diakses publik, sekaligus menjadi alat pemantau kondisi ekosistem secara real-time bagi para peneliti dan penggiat lingkungan.
Inisiatif ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 14 dan 15 mengenai perlindungan ekosistem laut dan darat.
Sinergi Komunitas untuk Keberlanjutan
Founder AYS Indonesia, M. Abrar Putra Siregar, menekankan bahwa dukungan sektor korporasi seperti Telkom memberikan napas panjang bagi program-program komunitas.
Sinergi ini memastikan bahwa inisiatif lingkungan tidak berhenti pada seremoni penanaman saja, tetapi berlanjut pada tahap perawatan dan pengembangan ekonomi sirkular bagi warga sekitar kawasan mangrove.
Ke depan, Telkom dan AYS Indonesia berencana memperluas jangkauan rehabilitasi hingga ke wilayah pesisir Kalimantan Utara lainnya, memastikan warisan alam Borneo tetap terjaga bagi generasi mendatang.