SURABAYA, 14 Desember 2025 – Di tengah gelombang disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi global,
Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) mempertegas perannya sebagai garda terdepan penjaga reputasi bangsa.
Melalui gelaran Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2025 di Surabaya, organisasi profesi tertua di Indonesia
merumuskan visi besar untuk membawa ekosistem kehumasan nasional bersaing di level dunia.
Membawa tema “Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global”
konvensi ini menjadi titik temu strategis bagi para praktisi, akademisi, dan regulator untuk menyelaraskan standar profesi dengan dinamika internasional.

Menjawab Tantangan Disrupsi Teknologi
Salah satu fokus utama dalam konvensi tahun ini adalah adaptasi terhadap kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mulai mendefinisikan ulang cara kerja komunikasi publik.
PERHUMAS menekankan bahwa meskipun teknologi berkembang pesat, esensi humas sebagai pembangun kepercayaan (trust) tidak dapat digantikan oleh mesin.
“Humas saat ini berada di persimpangan jalan antara kecepatan informasi dan keakuratan fakta. Peran kita telah bergeser; bukan lagi sekadar penyampai pesan, melainkan mitra strategis dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada reputasi jangka panjang,” ujar Glory Oyong, Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi Publik dan Kehumasan PERHUMAS.
Rekomendasi Strategis 2026: Peta Jalan Kehumasan
Sebagai hasil dari refleksi mendalam selama konvensi, PERHUMAS merilis Rekomendasi Strategis 2026.
Rekomendasi ini bertumpu pada lima pilar utama yang akan menjadi panduan bagi seluruh insan humas di Indonesia:
- Narasi Kebangsaan untuk Dunia: Mengemas potensi Indonesia menjadi reputasi global yang kuat.
- Kepemimpinan Berkelanjutan (ESG): Memastikan praktik komunikasi berbasis keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
- Etika Digital & Tata Kelola AI: Menavigasi penggunaan teknologi canggih dengan tetap menjunjung integritas moral.
- Inklusivitas & Regenerasi: Membuka ruang bagi humas muda untuk berinovasi dan memimpin.
- Akuntabilitas Komunikasi: Menitikberatkan pada pengukuran dampak yang nyata dan transparan bagi publik.
Anugerah PERHUMAS 2025: Standar Keunggulan Profesi
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan integritas, PERHUMAS juga memberikan penghargaan kepada tokoh dan institusi yang menjadi teladan dalam praktik komunikasi.
Nama-nama seperti Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno (Tokoh Humas), Prof. Dr. Widodo Muktiyo (Lifetime Achievement),
serta PT PLN (Persero) (Humas Korporasi) menjadi simbol kualitas tinggi yang diharapkan mampu menginspirasi praktisi lainnya.
Proses penilaian yang didukung oleh analisis data dari NoLimit Indonesia memastikan bahwa setiap pemenang memiliki dampak nyata, inovatif, dan menjunjung tinggi kode etik kehumasan.

Sinergi Lintas Sektoral untuk Indonesia Berdaya
PERHUMAS menyadari bahwa tantangan global 2026 tidak bisa dihadapi sendirian. Oleh karena itu, langkah strategis ke depan akan difokuskan pada konsolidasi ekosistem nasional dan kolaborasi lintas wilayah.
Dengan menjadi bagian dari Global Alliance for Public Relations and Communication Management, PERHUMAS memastikan bahwa suara humas Indonesia didengar dan diakui secara internasional.
Keberlanjutan profesi ini akan bergantung pada kemampuan praktisi untuk tetap relevan namun tetap memegang teguh nilai-nilai keindonesiaan.
Dengan lima pilar strategis tersebut, PERHUMAS optimistis Indonesia akan memiliki daya saing yang lebih tangguh di panggung komunikasi global.