JAKARTA, 3 Maret 2026 – Demam mobil listrik dengan desain tangguh kembali memanas di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Salah satu bintang yang mencuri perhatian adalah iCar V23, SUV listrik bergaya boxy yang digadang-gadang sebagai penantang serius di segmen “jip listrik” Tanah Air.
Hadir di bawah naungan Chery Group, iCar V23 membawa napas baru setelah kesuksesan Chery J6.
Namun, pertanyaannya: Apakah performanya segalak tampilannya? Berikut adalah ulasan lengkap mengenai ergonomi, suspensi, hingga sensasi berkendara iCar V23.
Ergonomi Kabin: Antara Sigap dan Nyaman
Memasuki kabin iCar V23, pengemudi disambut dengan posisi duduk yang tinggi, memberikan visibilitas luas ke arah depan—karakter khas SUV sejati.
Pengaturan jok elektrik memudahkan pencarian posisi ideal, meskipun sangat disayangkan setirnya hanya memiliki fitur tilt (naik-turun) tanpa telescopic.
Catatan menarik ada pada desain head rest. Jarak antara punggung dan sandaran kepala terasa agak jauh, yang bagi sebagian orang mungkin
memicu pegal saat perjalanan jauh karena posisi duduk menjadi sangat tegak. Namun, desain ini justru menjadi kabar baik bagi
pengemudi wanita yang sering mengenakan hijab dengan “ciput” atau rambut dikuncir, karena memberikan ruang ekstra yang nyaman.

Dengan dimensi ringkas (panjang 4.220 mm), iCar V23 sangat lincah untuk membelah kemacetan Jakarta.
Satu hal yang perlu diwaspadai adalah ukuran spion samping yang relatif mungil, sehingga kewaspadaan terhadap pengendara motor di area blind spot harus ditingkatkan.
Kenyamanan Suspensi: Empuk di Medan Bergelombang
Beranjak ke sektor kaki-kaki, iCar V23 menggunakan kombinasi suspensi MacPherson di depan dan multi-link di belakang.
Hasilnya? Bantingan terasa sangat nyaman dan cukup empuk saat melibas jalanan tidak rata atau bergelombang.
Berbekal ground clearance mencapai 210 mm dan pelek bongsor 19 inci, mobil ini memberikan rasa percaya diri saat harus melewati genangan air atau jalanan rusak.
Memang, karakter suspensi yang empuk ini memberikan sedikit efek limbung atau goyangan ke kiri dan kanan saat dipacu di jalan mulus, namun intensitasnya masih dalam batas wajar untuk sebuah SUV jangkung.

Performa iWD: Akselerasi Instan yang Presisi
Dapur pacu menjadi daya tarik utama. Varian iWD (Intelligent All-Wheel Drive) dibekali baterai berkapasitas besar 82 kWh yang mampu memuntahkan tenaga 211 PS dan torsi instan 292 Nm.
Di atas kertas, akselerasi 0–100 km/jam diklaim tuntas dalam 7,5 detik. Saat pedal akselerator diinjak, dorongan tenaga terasa sangat halus namun linier—khas kendaraan listrik premium.
Responnya spontan tetapi tetap mudah dikendalikan (controllable), tidak mengintimidasi pengemudi pemula sekalipun.
Satu hal yang patut diacungi jempol adalah karakter pedal remnya. Tidak terlalu sensitif atau “menggigit” secara mendadak, sehingga proses pengereman terasa lebih halus dan tidak membuat penumpang terkejut.

Navigasi Urban: Ringan namun Radius Putar Lebar
Untuk penggunaan harian di perkotaan, kemudi iCar V23 terasa sangat ringan, memudahkan manuver parkir atau berpindah jalur.
Namun, pengemudi perlu beradaptasi saat melakukan putar balik di jalan sempit. Radius putar iCar V23 terasa cukup lebar, sehingga terkadang membutuhkan ruang lebih untuk bermanuver sekali jadi.

Kesimpulan: Jip Listrik untuk Gaya Hidup Modern
iCar V23 adalah perpaduan antara desain retro-modern yang unik dengan performa listrik yang sigap.
Mobil ini sangat cocok bagi konsumen urban yang ingin tampil beda namun tetap menginginkan kenyamanan suspensi untuk penggunaan harian.
Meskipun memiliki beberapa catatan kecil pada sektor ergonomi setir dan spion, iCar V23 tetap menjadi salah satu opsi paling menarik bagi mereka yang mencari “jip listrik” dengan kemampuan jelajah yang mumpuni tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang.