JAKARTA, 13 Maret 2026 – Nama Bachtiar Karim kembali memperkokoh posisinya sebagai salah satu pilar utama ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data terbaru Forbes 2025, pengusaha asal Medan ini menduduki peringkat ke-18 orang terkaya di Indonesia dengan estimasi kekayaan mencapai US$4,2 miliar (sekitar Rp65 triliun).
Kesuksesan Bachtiar tidak datang dalam semalam; ia merupakan nakhoda yang berhasil mentransformasi bisnis keluarga, Musim Mas Group, dari produsen sabun skala kecil menjadi raksasa agribisnis global yang menguasai sektor hulu hingga hilir kelapa sawit.
Transformasi Musim Mas: Dari Sabun Menuju Pasar Global
Akar kesuksesan Musim Mas dimulai pada era 1930-an ketika sang ayah, Anwar Karim, merintis pabrik sabun sederhana.
Baru pada tahun 1972, keluarga Karim resmi mendirikan PT Musim Mas. Pasca kepulangan sang ayah di tahun 1997, Bachtiar bersama kedua adiknya, Burhan Karim dan Bahari Karim, mengambil alih kemudi perusahaan.
Di bawah kepemimpinannya, Musim Mas berkembang menjadi entitas yang mengelola perkebunan sawit luas hingga memproduksi berbagai consumer goods yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.
Merek-merek ikonik seperti minyak goreng Sunco, Amago, hingga Voila merupakan bukti keberhasilan strategi hilirisasi yang diterapkan Bachtiar. Pada tahun 2024 saja, pendapatan grup ini diproyeksikan mencapai angka fantastis sebesar US$8,2 miliar.
Ekspansi Properti Internasional dan Hotel The Standard
Bachtiar Karim tidak hanya terpaku pada sektor komoditas. Ia dikenal sebagai investor cerdas yang mampu melihat peluang di sektor properti internasional.
Salah satu langkah fenomenalnya adalah akuisisi Royal Darby Park Executive Suites di Singapura seharga US$117 juta pada tahun 2019.
Lokasi premium tersebut kini telah bertransformasi menjadi The Standard, sebuah hotel kelas atas yang resmi dibuka pada tahun 2025. Langkah ini menunjukkan diversifikasi aset keluarga Karim yang semakin solid di pasar properti global.
Estafet Bisnis kepada Generasi Penerus
Kekaisaran bisnis keluarga Karim kini mulai merambah ke tangan generasi berikutnya. Putranya, Chayadi Karim, kini aktif membangun grup properti melalui Invictus Developments yang berbasis di Singapura.
Invictus kini memiliki portofolio properti hotel yang tersebar di lokasi-lokasi strategis di Singapura, Australia, hingga Jepang.
Estafet bisnis ini menunjukkan bahwa Musim Mas dan keluarga Karim telah menyiapkan fondasi jangka panjang yang kuat untuk tetap relevan di tengah dinamika ekonomi dunia.
Filantropi dan Kontribusi Sosia
Di balik kesuksesan finansialnya, keluarga Bachtiar Karim dikenal aktif dalam bidang sosial melalui Karim Family Foundation.
Yayasan ini fokus pada berbagai inisiatif pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,
mencerminkan nilai-nilai keberlanjutan yang juga diterapkan dalam tata kelola perkebunan Musim Mas yang mengedepankan standar RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).