BALI – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus menunjukkan komitmen konkretnya dalam memulihkan sektor pariwisata di Pulau Dewata.
Menyadari bahwa pariwisata adalah tulang punggung utama perekonomian masyarakat Bali yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19, Kemenparekraf kini menggenjot strategi baru, salah satunya dengan menjadikan Bali sebagai pusat penyelenggaraan event skala nasional maupun internasional.
Sepanjang tahun 2022, tercatat ada lebih dari 360 event yang dijadwalkan siap menyapa wisatawan.
Langkah ini diambil guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pesta Kesenian Bali dan Kebangkitan UMKM
Salah satu agenda besar yang mendapat dukungan penuh dari Kemenparekraf adalah Pesta Kesenian Bali (PKB).
Festival budaya tahunan ini terbukti sukses melibatkan ribuan pelaku UMKM dan seniman lokal, sekaligus menjadi simbol titik balik pariwisata Bali yang berbasis budaya global.
“Buat kami konkret, semenjak saya bertugas di sini, saya memindahkan banyak sekali kegiatan kami di Bali untuk mendukung kebangkitan dan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ekonomi Bali yang meningkat yang juga ditopang oleh UMKM,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.
Sandiaga juga menambahkan bahwa malam pembukaan festival menunjukkan optimisme yang kuat.
“Kami melihat bahwa malam ini kebangkitan Bali semakin terlihat dengan nyata.
Kami sangat mendukung dan harapannya acara-acara seperti ini akan terus bergulir, dijaga momentumnya, dipastikan bahwa segala upaya untuk memastikan kepulihan ini bisa terjaga,” ungkapnya.
Pemerataan Event di Seluruh Wilayah Bali
Strategi Kemenparekraf tidak hanya berfokus pada wilayah Bali Selatan yang selama ini menjadi pusat keramaian turis.
Pemerintah berkomitmen untuk mendorong pemerataan ekonomi dengan menyebarkan titik-titik pelaksanaan event ke berbagai wilayah lain di Bali.
“Kami menghitung lebih dari 360 event skala nasional dan internasional tahun ini akan dilakukan di Bali.
Ini akan terus kita dorong dan persiapkan mulai dari event-event yang ada di Denpasar, maupun yang di Bali bagian barat serta Bali utara,” tambah Sandiaga.
Melalui sebaran event di wilayah barat dan utara Bali, diharapkan ketimpangan ekonomi antarwilayah dapat terkikis, sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam tersembunyi yang belum banyak dijamah oleh wisatawan mancanegara.
Optimalisasi Promosi Berbasis Digital
Untuk memastikan ratusan event tersebut dibanjiri pengunjung, Kemenparekraf tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional. Pemerintah kini memaksimalkan strategi promosi berbasis digital dan pemanfaatan data (data-driven marketing).
Melalui pendekatan ini, promosi event dapat ditargetkan secara presisi kepada segmen wisatawan yang tepat, baik domestik maupun internasional.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menciptakan hype sesaat, tetapi juga membangun ekosistem pariwisata Bali yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di masa depan.
Momentum kebangkitan ini menjadi sinyal positif bahwa Bali siap kembali menjadi destinasi utama dunia yang aman, nyaman, dan kaya akan pesona budaya.