JAKARTA – Industri kesehatan Indonesia terus bertransformasi seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi medis.
Menjawab tantangan tersebut, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) sukses menyelenggarakan simposium nasional
bertajuk “Empowering Healthcare: Excellence Through Knowledge, Collaboration and Innovation” di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (31/1).
Acara ini bukan sekadar pertemuan ilmiah, melainkan momentum krusial bagi lebih dari 300 dokter spesialis dan umum untuk memperbarui standar praktik klinis.
Gelaran ini juga menjadi puncak perayaan ulang tahun ke-8 Diagnos, yang menegaskan posisi perusahaan sebagai pionir inovasi laboratorium di tanah air.
Inovasi Diagnostik: Dari Genetik hingga Deteksi Dini Kanker

Dalam simposium ini, para pakar kedokteran membedah berbagai teknologi diagnostik terbaru melalui tiga kelas paralel yang intensif. Beberapa topik unggulan yang menjadi sorotan antara lain:
- Akurasi Diagnosis Lambung: Penggunaan uji Urea Breath Test untuk mendeteksi bakteri H. pylori secara non-invasif namun tetap presisi.
- Kesehatan Pernapasan: Pemanfaatan respiratory panel dan tes IGRA untuk mempercepat diagnosis infeksi saluran pernapasan dan tuberkulosis.
- Skrining Genetik Premium: Optimalisasi deteksi dini risiko kanker payudara dan ovarium melalui pemeriksaan genomik yang mampu memetakan risiko pasien secara personal.
Membangun Ekosistem Kesehatan yang Adaptif

Direktur Utama perwakilan manajemen PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk, Fergus Richard,
menyampaikan bahwa simposium ini adalah bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap kemajuan ilmu kedokteran di Indonesia.
“Kami berkomitmen menyediakan ruang ilmiah yang kredibel bagi para tenaga kesehatan. Diagnos percaya bahwa melalui kolaborasi lintas disiplin—mulai dari ginekologi hingga patologi klinik—layanan kesehatan di Indonesia akan semakin adaptif terhadap tantangan penyakit masa depan,” tutur Fergus.
Sinergi Lintas Institusi bersama IDI
Acara ini turut mendapat dukungan penuh dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Kehadiran organisasi profesi tersebut menegaskan bahwa standar layanan laboratorium tidak dapat dipisahkan dari etika dan kompetensi medis.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempersempit celah antara penemuan riset di laboratorium dengan implementasi nyata di meja praktik dokter.
Selain sesi edukasi, terdapat juga Health Exhibition yang memamerkan alat-alat diagnostik mutakhir.
Pameran ini memberikan gambaran bagi para praktisi medis mengenai bagaimana teknologi otomatisasi laboratorium dapat meningkatkan kecepatan (turnaround time) dan akurasi hasil pemeriksaan pasien.
Diagnos: Delapan Tahun Berinovasi untuk Negeri
Memasuki usia kedelapan, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk terus memperluas jaringan dan layanan laboratoriumnya.
Dengan fokus pada layanan precision medicine, Diagnos optimis dapat membantu pemerintah Indonesia dalam mewujudkan transformasi teknologi kesehatan yang menjadi pilar keenam transformasi kesehatan nasional.