Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use

Dari UBSI ke Busan: Salma Dwi Zahwa Taklukkan Beasiswa Bergengsi GKS-G 2025 di Korea Selatan

JAKARTA – Bukti nyata kualitas lulusan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) di kancah internasional kembali terukir.

Salma Dwi Zahwa, alumni Program Studi Sastra Inggris UBSI, sukses menembus persaingan ketat tingkat dunia dengan meraih beasiswa penuh Global Korea Scholarship – Graduate (GKS-G) 2025.

Pencapaian ini menjadi prestasi berkelanjutan bagi Salma, yang sebelumnya merupakan IISMA Awardee 2022 di Hanyang University, Seoul. Kini, ia bersiap menempuh pendidikan magister di Department of Media and Communication, Dong-A University, Busan, Korea Selatan.

Menembus Batas Melalui Pendidikan Internasional

Beasiswa GKS-G adalah program prestisius dari pemerintah Korea Selatan yang mencakup seluruh biaya kuliah, biaya hidup, hingga tiket pesawat. Salma dijadwalkan akan memulai perjalanannya pada September 2025, diawali dengan satu tahun intensif pembekalan Bahasa Korea di Korean Language Institute, sebelum memasuki perkuliahan magister selama dua tahun.

Rektor UBSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, menyatakan rasa bangga yang mendalam atas keberhasilan ini. “Salma adalah representasi dari visi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang berwawasan global. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa kami tidak hanya unggul secara praktis di dunia kerja, tetapi juga mampu bersaing di panggung akademik internasional yang sangat kompetitif,” tuturnya.

Mengapa GKS-G Begitu Kompetitif?

Keberhasilan Salma meraih beasiswa GKS-G bukanlah perkara mudah. Program ini menuntut kualifikasi akademik yang tinggi, rekam jejak organisasi yang kuat, serta esai rencana studi yang visioner. Di tingkat nasional, ribuan pelamar bersaing memperebutkan kuota yang sangat terbatas.

Baca Juga :  Mencetak Inovator yang Membumi: Strategi Universitas Prasetiya Mulya Melahirkan Lulusan Siap Pakai di Era Industri 4.0

Keberlanjutan prestasi Salma—dari program IISMA hingga GKS—menunjukkan pentingnya pemanfaatan peluang mobilitas internasional sejak masa kuliah. Hal ini sekaligus mematahkan stigma bahwa akses pendidikan luar negeri hanya terbatas bagi kalangan tertentu; melalui dedikasi dan dukungan institusi yang tepat seperti UBSI, setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk mendunia.

Strategi Lulusan Sastra Inggris di Era Media Global

Pemilihan bidang Media and Communication oleh Salma merupakan langkah strategis yang sangat relevan. Di era transformasi digital saat ini, pemahaman mendalam tentang komunikasi lintas budaya dan media digital sangat dibutuhkan. Korea Selatan, sebagai pusat industri kreatif dan teknologi dunia, menjadi laboratorium ideal bagi Salma untuk mendalami ilmu tersebut.

UBSI: Jembatan Menuju Peluang Global

Prestasi ini juga mempertegas peran UBSI dalam membekali mahasiswanya dengan kompetensi berstandar internasional. Melalui kurikulum yang adaptif dan dukungan penuh terhadap program-program internasional seperti IISMA, UBSI berhasil menciptakan ekosistem yang mendorong mahasiswanya untuk berani bermimpi besar.

“Kami berharap Salma menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa UBSI lainnya. Ini adalah sinyal bahwa almamater kami siap mendampingi setiap individu untuk menembus batas geografis demi pendidikan yang lebih tinggi,” tambah Prof. Wahyudi.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Mengembalikan Senyum Anak Indonesia: Yayasan Tarakanita dan Arkoji Studio Rilis Album ‘Bintang Kecil’ di Hari Anak Nasional 2025

Next Post

Revolusi Perjalanan Premium: CIMB Niaga, Cathay Pacific, dan Mastercard Luncurkan Kartu Kredit Co-Brand Eksklusif