Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use

Katalisator Industri Kopi Nasional: Indonesia Coffee Expo 2026 Siap Digelar perdana di Tiga Kota Besar

Foto: Istimewa

JAKARTA – Industri kopi Indonesia bersiap memasuki babak baru yang lebih gemilang. Dyandra Promosindo bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) dan

didukung penuh oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), resmi meluncurkan Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026.

Pameran kopi dan gaya hidup berskala internasional ini akan hadir di tiga kota strategis: Surabaya, Medan, dan Jakarta.

Mengusung tema “Brewing Business, Shaping Lifestyle and Coffee Excellence”, ICX 2026 dirancang sebagai

kelanjutan sukses dari World of Coffee Expo 2025. Ajang ini bertujuan menaikkan kelas kopi Indonesia

Advertisement

dari sekadar komoditas menjadi penggerak ekonomi kreatif yang berdaya saing global.

Ekspansi Strategis di Tiga Episentrum Kopi

Pemilihan tiga kota penyelenggaraan didasarkan pada peran strategis masing-masing wilayah dalam ekosistem kopi nasional:

  1. Surabaya (29–31 Mei 2026): Bertempat di Grand City Convention, Surabaya menjadi gerbang perdagangan utama untuk wilayah Indonesia Timur. Menariknya, ICX Surabaya akan berkolaborasi dengan IIMS Surabaya 2026, menyatukan gaya hidup kopi dan otomotif dalam satu platform.
  2. Medan (31 Juli–2 Agustus 2026): Sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik dunia, pameran di Tiara Convention Center Medan akan fokus pada penguatan sektor hulu dan kualitas biji kopi.
  3. Jakarta (4–6 September 2026): Sebagai penutup, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Jakarta akan menjadi pusat pertemuan investor, pemilik merek, dan konsumen urban.
Baca Juga :  Pertagas Raih Penghargaan BPH Migas 2025: Penyaluran Gas Bumi 536 Ribu MMSCF dan Infrastruktur Pipa Raksasa

Program Immersif: Dari Biji Hingga Cangkir

ICX 2026 bukan sekadar pameran dagang biasa. Pengunjung akan disuguhkan berbagai program edukatif dan kompetisi bergengsi, di antaranya:

  • Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC): Kompetisi menyeduh manual (manual brewing) tingkat nasional untuk mencari barista terbaik yang akan mewakili Indonesia di kancah dunia.
  • Origin Trip Experience Area: Ruang interaktif yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan kopi dari kebun petani hingga proses sangrai (roasting).
  • The Coffee Lab “SCAI Lecture”: Sesi workshop dan diskusi bersama para ahli untuk mendalami teknik budi daya hingga aspek kesehatan kopi.
  • Roaster Alley: Area khusus yang mengurasi berbagai micro-roaster lokal dari seluruh penjuru nusantara dengan konsep industrial-modern.

Digitalisasi dan Penguatan Finansial bersama BTN

Melalui ekosistem Bale by BTN, Bank BTN hadir untuk memastikan para pelaku usaha kopi tidak hanya kreatif secara produk,

tetapi juga sehat secara finansial. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan komitmennya dalam

mendukung transaksi digital melalui QRIS, EDC, serta solusi pembiayaan modal usaha bagi UMKM kopi.

“Kami ingin ekosistem kopi kita berkelanjutan. Melalui Bale Super Apps, kami memfasilitasi kemudahan pembayaran hingga dukungan kepemilikan ruang usaha bagi para preneur kopi,” ujar Nixon.

Menuju Standar Kopi Global

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menambahkan bahwa pameran ini adalah katalisator bagi transformasi industri.

Baca Juga :  Strategi #GoBeyondOrdinary: Ambisi Indonesia Raih Devisa Rp14,3 Triliun di ITB Berlin 2026

Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari hulu (petani) hingga hilir (konsumen akhir), ICX 2026 diharapkan mampu menciptakan standar baru bagi kualitas kopi specialty Indonesia di pasar internasional.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Komitmen Berkelanjutan: Artha Graha Peduli Gelar Pasar Murah dan Bakti Sosial di Seluruh Indonesia

Next Post

Pelajaran Pahit dari Runtuhnya Airy Rooms: Mengapa Model "Asset-Light" Saja Tidak Cukup?