Advertisement
Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use

TransNusa Perkuat Konektivitas Indonesia Timur lewat Rute Manado–Makassar

TransNusa memperluas jaringan penerbangannya di Indonesia Timur dengan membuka rute langsung Manado–Makassar dan sebaliknya. Penerbangan perdana rute tersebut berlangsung pada 28 September 2026 melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Pada tahap awal, rute Manado (MDC)–Makassar (UPG) dilayani satu kali sehari. Mulai 10 Oktober 2026, frekuensinya akan ditingkatkan menjadi dua penerbangan per hari dengan pilihan jadwal pagi dan siang atau sore.

Pembukaan rute ini menjadi bagian dari strategi TransNusa untuk memperkuat konektivitas antarkota strategis di kawasan Indonesia Timur. Rute tersebut diharapkan mendukung mobilitas masyarakat, perjalanan bisnis, kegiatan ekonomi, serta kunjungan wisata antara Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

Dua Kali Sehari Mulai Oktober

Pada penerbangan perdana, pesawat TransNusa dengan nomor penerbangan 8B 255 berangkat dari Manado pada pukul 14.00 WITA dan tiba di Makassar pukul 15.45 WITA. Untuk arah sebaliknya, penerbangan 8B 256 berangkat dari Makassar pukul 16.15 WITA dan tiba di Manado pukul 18.00 WITA.

Advertisement

Mulai 10 Oktober 2026, TransNusa menambahkan penerbangan pagi. Pesawat dengan nomor penerbangan 8B 251 dijadwalkan berangkat dari Manado pukul 05.45 WITA dan tiba di Makassar pukul 07.30 WITA. Pesawat kemudian kembali melalui penerbangan 8B 252 dari Makassar pukul 08.00 WITA dan tiba di Manado pukul 09.45 WITA.

Penambahan frekuensi memberikan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel. Penumpang dengan kepentingan bisnis atau kedinasan bahkan dapat melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari.

Makassar Jadi Simpul Transportasi

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Ruly Artha mengatakan rute Manado–Makassar dapat memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu simpul transportasi udara di Kawasan Timur Indonesia.

Baca Juga :  Kembali ke Akar Sejarah: Grand Inna Malioboro Resmi Rebranding Menjadi Grand Hotel De Djokja

Dengan adanya penerbangan langsung, wisatawan dapat menyusun perjalanan lintas destinasi di Sulawesi secara lebih mudah. Akses menuju Manado, misalnya, dapat dilanjutkan ke kawasan wisata Bunaken. Sementara dari Makassar, wisatawan dapat menjangkau berbagai destinasi di Sulawesi Selatan dan wilayah sekitarnya.

“Konektivitas tersebut diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi di kedua provinsi, mulai dari kawasan wisata Bunaken di Manado hingga destinasi wisata di Sulawesi Selatan,” ujar Ruly.antaranews

Bagi masyarakat di luar Sulawesi, rute tersebut juga dapat menjadi bagian dari jaringan perjalanan yang menghubungkan destinasi di Indonesia Timur melalui Makassar dan Manado.

Dorong Ekonomi dan Pariwisata

Pembukaan penerbangan langsung tidak hanya berdampak pada mobilitas penumpang. Bertambahnya konektivitas dapat membuka peluang bagi aktivitas perdagangan, perjalanan bisnis, distribusi tenaga kerja, serta pertumbuhan sektor pariwisata.

Kehadiran penerbangan langsung mengurangi kebutuhan penumpang untuk melakukan transit di kota lain. Waktu perjalanan yang lebih efisien dapat meningkatkan daya tarik perjalanan antardaerah, terutama bagi wisatawan dan pelaku bisnis yang memiliki jadwal terbatas.

Bupati Maros Chaidir Syam menyambut positif pembukaan kembali rute tersebut. Menurutnya, konektivitas udara antara Makassar dan Manado dapat memberikan manfaat bagi Sulawesi Selatan sekaligus Kabupaten Maros sebagai wilayah tempat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berada.

Ia juga menyebut penumpang kini memiliki pilihan untuk berangkat pada pagi hari dan kembali pada sore hari, terutama untuk keperluan perjalanan bisnis atau kegiatan singkat.antaranews

Melengkapi Jaringan di Indonesia Timur

Rute Manado–Makassar melengkapi sejumlah pengembangan jaringan TransNusa di Indonesia Timur. Sebelumnya, maskapai tersebut membuka rute Manado–Ternate yang mulai beroperasi pada 19 Agustus 2026 dengan frekuensi dua kali sehari.

Baca Juga :  Nippon Paint Beli Bisnis Dulux di Asia-Pasifik, Apa Dampaknya bagi Pasar Cat Indonesia?

Rute Manado–Ternate memperkuat peran Manado sebagai salah satu pusat konektivitas TransNusa di kawasan timur. Dari Manado, penumpang dapat terhubung dengan sejumlah destinasi domestik dan internasional yang dilayani maskapai tersebut, termasuk Sorong, Denpasar, dan Guangzhou.industri.kontan.co

TransNusa juga membuka rute dari Denpasar menuju Wakatobi dan Waingapu pada Juli 2026. Kedua rute tersebut memperluas akses langsung dari Bali menuju destinasi di Indonesia Timur yang memiliki potensi wisata alam dan budaya.industri.kontan.co

Pengembangan jaringan tersebut menunjukkan upaya TransNusa membangun konektivitas yang saling terhubung. Setiap rute baru diharapkan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari jaringan yang memungkinkan masyarakat mengakses lebih banyak kota dan destinasi.

Persaingan Rute Manado–Makassar

Menurut Rully, TransNusa menjadi maskapai ketiga yang melayani rute langsung Makassar–Manado setelah Lion Air dan Batik Air. Kehadiran pemain tambahan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi penumpang sekaligus meningkatkan persaingan pada rute tersebut.rri

Persaingan maskapai dapat mendorong munculnya variasi jadwal, harga, layanan, dan program promosi. Bagi konsumen, faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan ketika memilih penerbangan untuk perjalanan bisnis maupun wisata.

Namun, keberlanjutan rute tetap akan bergantung pada tingkat keterisian penumpang, konsistensi operasional, kualitas layanan, serta kemampuan maskapai menyesuaikan kapasitas dengan permintaan pasar.

Strategi TransNusa di Kawasan Timur

Direktur Utama sekaligus Executive Vice President TransNusa Bayu Sutanto mengatakan pembukaan rute Manado–Makassar memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang memiliki kepentingan bisnis, ekonomi, dan pariwisata di Sulawesi.

Pengembangan jaringan domestik tersebut menjadi bagian dari strategi TransNusa untuk memperluas konektivitas di kawasan yang memiliki potensi ekonomi dan pariwisata. Selain memudahkan perjalanan masyarakat lokal, jaringan udara yang lebih luas dapat mendukung pergerakan wisatawan serta memperkuat hubungan antarwilayah.

Baca Juga :  Lebih dari Sekadar Menginap: Padma Hotels Manjakan Tamu Loyal Lewat Program "Milestone Rewards"

Dengan frekuensi dua kali sehari mulai Oktober, TransNusa berupaya menjadikan rute Manado–Makassar sebagai penghubung yang lebih praktis bagi penumpang di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan kawasan Indonesia Timur.

Dampak bagi Wisatawan dan Pelaku Usaha

Rute baru ini membuka peluang bagi wisatawan untuk menggabungkan beberapa destinasi dalam satu perjalanan. Wisatawan dapat mengeksplorasi Manado dan Bunaken, lalu melanjutkan perjalanan ke Makassar atau destinasi lain di Sulawesi Selatan.

Bagi pelaku usaha, peningkatan konektivitas dapat memudahkan perjalanan untuk pertemuan, distribusi, promosi, serta pengembangan kerja sama antarwilayah. Hotel, restoran, operator tur, agen perjalanan, dan pelaku ekonomi kreatif juga berpotensi memperoleh manfaat dari pertumbuhan pergerakan penumpang.

Konektivitas udara yang lebih baik perlu diikuti dengan kesiapan destinasi, seperti akses transportasi lanjutan, informasi wisata, akomodasi, kebersihan, keamanan, serta layanan yang memadai. Dengan demikian, pembukaan rute baru dapat menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan industri pariwisata.

Baca berita terbaru mengenai bisnis, transportasi, pariwisata, penerbangan, dan perkembangan industri lainnya di komunikasibisnis.com.

Untuk mendapatkan berita dan insight terbaru seputar dunia bisnis, kunjungi Instagram @komunikasibisniscom.

Sumber dan Referensi

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Perang Mega Gym Indonesia: Celebrity Fitness, FIT HUB, Will Fitness, dan FTL Berebut Member

Perang Mega Gym Indonesia: Celebrity Fitness, FIT HUB, Will Fitness, dan FTL Berebut Member

Next Post
Bottega Veneta Summer 2027: Louise Trotter Ringankan Intrecciato untuk Siluet yang Lebih Bebas

Bottega Veneta Summer 2027: Louise Trotter Ringankan Intrecciato untuk Siluet yang Lebih Bebas

Advertisement