Advertisement
Dark Mode Light Mode

Point Coffee vs Bean Spot: Mengapa Minimarket “Naik Kelas” Jadi Destinasi Ngopi Harian?

Mengapa ada kopi di Indomaret dan Alfamart Mengapa ada kopi di Indomaret dan Alfamart
Mengapa ada kopi di Indomaret dan Alfamart

Indomaret punya Point Coffee dan Alfamart punya Bean Spot karena keduanya ingin mengubah minimarket dari sekadar tempat belanja kebutuhan harian menjadi pusat konsumsi cepat (grab-and-go)—terutama untuk kopi dan makanan siap santap. Strategi ini memanfaatkan lokasi dekat rumah/kantor, jam buka panjang, dan arus pelanggan harian untuk menambah nilai belanja per kunjungan.

Latar belakang: dari minimarket ke convenience retail

Minimarket di Indonesia tidak lagi hanya menjual produk kemasan. Mereka kini berlomba menyediakan makanan/minuman segar yang bisa langsung dikonsumsi: kopi, teh, roti, pastry, hingga makanan ringan siap santap. Ini adalah bagian dari tren ready-to-eat (RTE) dan ready-to-drink (RTD), yang disebut Alfamart sebagai strategi RRI (Ready-to-Drink, Ready-to-Eat, In-House Bakery).

Dengan menaruh coffee corner di dalam gerai, Indomaret dan Alfamart bisa:

  • Menambah alasan pelanggan datang setiap hari (misalnya beli kopi pagi sebelum kerja).
  • Meningkatkan nilai transaksi rata-rata (kopi + roti + belanja harian).
  • Memanfaatkan jaringan distribusi, kasir, aplikasi loyalitas, dan promo yang sudah ada.
  • Menjangkau segmen yang mencari kopi praktis dengan harga terjangkau.

Point Coffee: kopi “made to order” di jaringan Indomaret

Point Coffee diluncurkan pertama kali sebagai Point Café pada 30 Mei 2016 di Indomaret Fresh Rest Area KM 35A, lalu berganti identitas menjadi Point Coffee pada 2019. Konsepnya adalah fresh coffee made to order dengan 100% biji kopi asli Indonesia, disajikan oleh barista menggunakan mesin berstandar internasional.

Baca Juga :  Lebih dari Sekadar Susu: Bagaimana Cimory Menguasai Pasar Lewat Destinasi Wisata Edukatif

Hingga 2025–2026, Point Coffee telah hadir di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di berbagai kota, didukung oleh jaringan Indomaret yang jumlahnya lebih dari 23.000 gerai. Keunggulan utamanya adalah akses mudah, harga terjangkau, dan kecepatan layanan.

Advertisement

Strategi diferensiasi Point Coffee meliputi:

  • Produk: 100% biji kopi Indonesia, konsep made to order, variasi menu kopi dan non-kopi.
  • Harga: kisaran Rp18.000–25.000, lebih murah dibanding banyak coffee shop modern.
  • Lokasi: terintegrasi dengan Indomaret, sehingga mudah dijangkau di banyak wilayah.
  • Pelayanan: penyajian cepat, proses pemesanan praktis, termasuk melalui aplikasi dan platform pesan-antar.
  • Inovasi: menu musiman, promo berkala, program loyalitas, pembayaran digital.

Bean Spot: coffee corner dalam strategi RRI Alfamart

Alfamart mengembangkan Bean Spot sebagai coffee corner yang menjadi bagian dari strategi RRI (Ready-to-Drink, Ready-to-Eat, In-House Bakery). Tujuannya adalah menjawab kebutuhan konsumen urban yang menginginkan produk fresh, cepat dipilih, dan praktis dibawa.

Dalam Public Expose Mei 2025, Alfamart menyebutkan:

  • Jumlah toko Bean Spot sekitar 3.000 gerai.
  • Tidak ada target khusus penambahan Bean Spot di 2025; ekspansi disesuaikan dengan permintaan pasar dan kecocokan lokasi.
  • Ada sinergi RTE/RTD antara Alfamart dan Lawson setelah akuisisi, namun tidak semua item Lawson cocok dijual di Bean Spot.

Bean Spot bukan hanya “menyaingi Point Coffee”, melainkan bagian dari mesin bisnis fresh food & beverage Alfamart yang lebih luas.

Baca Juga :  Mandaya Hospital Ubah Paradigma, Strategi Patient Experience yang Bikin Pasien VIP Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri

Mengapa kopi jadi fokus utama?

Kopi sangat cocok untuk model minimarket karena:

  • Frekuensi beli tinggi: banyak konsumen minum kopi harian.
  • Cepat disajikan: cocok dengan misi minimarket yang praktis.
  • Margin dan upselling: bisa dipaketkan dengan roti, pastry, atau camilan.
  • Membangun kebiasaan datang: kopi membuat toko dikunjungi bukan hanya saat kehabisan kebutuhan rumah tangga.
  • Menyasar celah harga: berada di antara kopi sachet/minuman kemasan yang sangat murah dan kedai kopi yang biasanya lebih mahal atau butuh waktu lebih lama.

Data terbaru dan peta persaingan (2025–2026)

  • Point Coffee: >1.200 outlet di seluruh Indonesia, terintegrasi dengan >23.000 gerai Indomaret.
  • Bean Spot: sekitar 3.000 gerai di Alfamart, tanpa target ekspansi khusus di 2025; menyesuaikan permintaan pasar.
  • Industri kedai kopi Indonesia 2026: diperkirakan bernilai sekitar US$2,1 miliar (Rp34 triliun) dengan pertumbuhan tahunan ~10%.
  • Brand awareness kedai kopi 2026 (survei Populix):
    • Kopi Kenangan 97%
    • Janji Jiwa 87%
    • Point Coffee 69%
    • Chatime 65%
    • Tomoro Coffee 65%
    • Fore Coffee 61%
    • Kopi Tuku 53%

Point Coffee unggul dalam jangkauan distribusi berkat integrasi dengan Indomaret, sementara Kopi Kenangan dan Janji Jiwa unggul dalam brand awareness dan jaringan gerai mandiri. Bean Spot, di sisi lain, berperan sebagai penguat kategori RTE/RTD Alfamart, bukan hanya sebagai merek kopi standalone.

Point Coffee dan Bean Spot adalah manifestasi dari strategi “minimarket naik kelas”: tidak hanya menjual barang kemasan, tetapi juga menjual kebutuhan konsumsi langsung—kopi, minuman dingin, pastry, dan makanan siap santap.

  • Indomaret memakai Point Coffee untuk membangun bisnis kopi yang semakin berdiri sebagai destinasi sendiri, sambil memperkuat segmen ready-to-eat/drink.
  • Alfamart memakai Bean Spot sebagai bagian yang lebih luas dari strategi RRI—menggabungkan kopi, minuman siap minum, makanan siap makan, dan bakery dalam kebutuhan grab-and-go.

Kunjungi komunikasibisnis.com untuk mengikuti berita terkini seputar bisnis, ekonomi, investasi, dan transformasi digital.

Baca Juga :  95 Tahun Tak Tergantikan: Ini Strategi Bata Bertahan di Tengah Gempuran Brand Global

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Dari “Jelek” Menjadi Ikonik: Strategi Branding Crocs Mengubah Kontroversi Menjadi Pertumbuhan

Dari “Jelek” Menjadi Ikonik: Strategi Branding Crocs Mengubah Kontroversi Menjadi Pertumbuhan

Next Post
Toyota GR Yaris 2026

Toyota GR Yaris 2026 dan Strategi Toyota Menggarap Pasar Mobil Performa

Advertisement