Pelajari 8 strategi jualan online untuk meningkatkan penjualan: memilih kanal yang tepat, membuat katalog jelas, menghitung harga, membangun konten, mengelola stok, dan mengevaluasi data.
Berjualan online bukan hanya soal mengunggah produk di marketplace atau media sosial. Agar penjualan bertumbuh, pelaku usaha perlu menggabungkan pemilihan kanal, informasi produk yang jelas, harga yang sehat, konten yang relevan, operasional rapi, serta evaluasi berbasis data.
Peluangnya tetap besar. Nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) e-commerce Indonesia diproyeksikan mencapai US$71 miliar pada 2025, tumbuh lebih dari 14 persen dibanding tahun sebelumnya. E-commerce juga menjadi kontributor terbesar ekonomi digital nasional yang diproyeksikan hampir mencapai US$100 miliar.
1. Tentukan Produk dan Target Pembeli

Sebelum memilih platform, pastikan produk dan calon pembeli sudah dipahami. Produk yang ditawarkan perlu menjawab kebutuhan tertentu, bukan hanya mengikuti tren yang sedang ramai.
Mulailah dengan pertanyaan sederhana:
- Produk apa yang dijual dan masalah apa yang dibantu selesaikan?
- Siapa calon pembelinya?
- Berapa kisaran harga yang mampu mereka bayar?
- Di platform mana mereka biasa mencari produk?
- Faktor apa yang membuat mereka memilih satu penjual dibanding penjual lain?
Misalnya, produk makanan rumahan bisa menyasar pelanggan di area pengiriman yang terjangkau, sedangkan aksesori gadget dapat menjangkau pasar lebih luas melalui marketplace. Semakin jelas targetnya, semakin mudah menentukan pesan promosi, foto produk, harga, dan kanal penjualan.
2. Pilih Kanal Penjualan Sesuai Tujuan
Tidak semua bisnis harus hadir di semua platform sejak awal. Pilih kanal berdasarkan kebiasaan pembeli, jenis produk, kemampuan operasional, dan tujuan usaha.
| Kanal | Kelebihan | Perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Marketplace | Memiliki trafik dan fitur transaksi | Kompetisi harga, komisi, serta biaya promosi |
| Media sosial | Baik untuk membangun cerita dan interaksi | Memerlukan konten serta respons yang konsisten |
| WhatsApp Business | Praktis untuk pelanggan yang sudah mengenal brand | Pengelolaan chat, katalog, dan tindak lanjut harus rapi |
| Website toko sendiri | Kontrol brand dan data pelanggan lebih besar | Perlu investasi promosi untuk mendatangkan trafik |
| Live shopping/video commerce | Memperlihatkan produk dan membangun urgensi beli | Membutuhkan host, jadwal, stok, serta produksi konten |
Marketplace dapat membantu menemukan pembeli baru, sedangkan media sosial dan WhatsApp bisa digunakan untuk membangun hubungan serta mendorong pembelian ulang. Website sendiri dapat menjadi aset jangka panjang karena bisnis memiliki kontrol lebih besar atas identitas merek dan pengalaman pelanggan.
Pelaku usaha juga perlu memperhatikan perkembangan video commerce. Laporan e-Conomy SEA 2025 mencatat video commerce telah menyumbang sekitar 25 persen dari total GMV e-commerce di Asia Tenggara, menunjukkan bahwa video dan interaksi langsung semakin relevan dalam proses belanja digital.
3. Buat Katalog Produk yang Mudah Dipahami

Katalog yang baik mengurangi keraguan calon pembeli. Jangan hanya menulis nama produk dan harga. Berikan informasi yang menjawab pertanyaan sebelum pelanggan harus bertanya melalui chat.
Elemen minimum katalog produk:
- Foto produk yang terang dan sesuai kondisi asli
- Video singkat untuk memperlihatkan ukuran, tekstur, fungsi, atau cara pakai
- Nama produk yang spesifik dan mudah dicari
- Harga, pilihan varian, ukuran, isi, atau warna
- Bahan, spesifikasi, serta manfaat utama
- Informasi stok dan estimasi pengiriman
- Ketentuan penukaran atau pengembalian bila tersedia
Contoh, alih-alih hanya menulis “Kue cokelat Rp20.000”, gunakan informasi seperti: “Brownies cokelat 20 cm, 8 potong, menggunakan cokelat compound, tersedia varian keju dan kacang, dikirim pada hari yang sama untuk area tertentu.” Informasi yang jelas membuat pelanggan lebih cepat mengambil keputusan.
4. Hitung Harga untuk Menjaga Margin

Harga jual harus mencakup seluruh biaya, bukan hanya bahan baku atau harga beli produk. Banyak penjual terlihat ramai pesanan, tetapi sebenarnya memiliki margin yang terlalu tipis karena biaya kemasan, ongkos administrasi, promosi, dan retur tidak dihitung.
Rumus sederhana yang dapat digunakan:
Harga jual minimum=total biaya per produk+margin yang ditargetkan
Total biaya per produk dapat mencakup:
- Harga bahan baku atau modal barang
- Kemasan dan label
- Tenaga kerja
- Biaya pengiriman ke pelanggan atau gudang
- Komisi marketplace dan biaya pembayaran
- Biaya iklan atau promosi
- Cadangan untuk retur, kerusakan, dan diskon
Setelah itu, bandingkan dengan harga kompetitor untuk memahami posisi pasar. Jangan otomatis menjadi yang termurah. Penjual dapat menawarkan nilai lain, seperti kemasan lebih aman, respons lebih cepat, bonus, garansi, kualitas bahan, atau pengalaman pembelian yang lebih baik.
5. Buat Konten yang Membantu Pembeli Membeli
Konten promosi yang efektif tidak selalu harus viral. Fungsi utamanya adalah membantu calon pelanggan memahami produk, percaya pada penjual, dan memiliki alasan untuk membeli.
Gunakan beberapa jenis konten berikut secara bergantian:
- Foto dan video detail produk
- Demonstrasi penggunaan atau cara pakai
- Proses pembuatan dan pengepakan
- Testimoni pelanggan yang relevan
- Perbandingan varian atau ukuran
- Edukasi, tips, dan jawaban atas pertanyaan umum
- Cerita di balik brand atau pendiri
- Promo paket, bundling, dan penawaran terbatas
- Sesi tanya jawab, polling, atau live shopping
Strategi konten perlu mengarahkan audiens ke aksi yang jelas. Misalnya, konten edukasi tentang merawat sepatu dapat diakhiri dengan ajakan melihat produk pembersih sepatu yang dijual. Dengan begitu, promosi terasa membantu, bukan sekadar mendorong transaksi.
6. Kelola Stok dan Pesanan dalam Satu Sistem
Penjualan yang meningkat dapat menjadi masalah jika stok dan pesanan tidak dikelola dengan baik. Kesalahan jumlah, keterlambatan pengiriman, atau produk yang ternyata kosong dapat menurunkan kepercayaan pelanggan.
Mulailah dari sistem sederhana:
- Catat semua pesanan dari marketplace, WhatsApp, media sosial, dan website di satu tempat.
- Perbarui stok setiap ada transaksi, pembatalan, retur, atau barang masuk.
- Konfirmasi detail produk, jumlah, alamat, serta pilihan pengiriman sebelum dikemas.
- Gunakan daftar pengecekan sebelum paket dikirim.
- Simpan nomor resi dan status pengiriman untuk memudahkan tindak lanjut.
- Tentukan batas stok minimum agar waktu pemesanan ulang lebih terkendali.
Pada tahap awal, spreadsheet sudah cukup. Ketika jumlah pesanan meningkat, bisnis dapat mempertimbangkan aplikasi kasir, sistem inventori, atau integrasi multichannel untuk mengurangi pekerjaan manual.
7. Jadikan Layanan Pelanggan sebagai Alat Penjualan

Kecepatan dan kualitas respons memengaruhi keputusan pembelian, terutama ketika calon pelanggan membandingkan beberapa toko dengan produk serupa. Pelayanan yang jelas dan ramah dapat meningkatkan konversi sekaligus peluang pembelian ulang.
Praktik yang bisa diterapkan:
- Buat template jawaban untuk pertanyaan yang sering muncul
- Cantumkan jam operasional dan estimasi waktu respons
- Sampaikan informasi stok secara jujur
- Berikan solusi jika produk terlambat, rusak, atau tidak sesuai
- Minta ulasan setelah pesanan diterima
- Simpan data pelanggan, tentu dengan memperhatikan izin dan privasi, untuk penawaran pembelian ulang
Pelayanan yang baik bukan berarti selalu memenuhi semua permintaan pelanggan. Yang lebih penting adalah komunikasi yang cepat, transparan, dan konsisten.
8. Evaluasi Data, Bukan Sekadar Omzet
Omzet adalah indikator penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran kesehatan bisnis. Evaluasi rutin membantu pemilik usaha mengetahui produk, kanal, dan konten mana yang layak ditingkatkan atau justru dihentikan.
Pantau indikator berikut setiap minggu atau bulan:
| Indikator | Arti bagi bisnis |
|---|---|
| Jumlah pesanan | Mengukur volume transaksi |
| Nilai pesanan rata-rata | Menilai efektivitas bundling atau upselling |
| Margin per produk | Memastikan penjualan menghasilkan laba |
| Produk terlaris dan terlambat terjual | Dasar keputusan stok |
| Rasio konversi | Mengukur seberapa banyak pengunjung atau penanya yang membeli |
| Biaya promosi per transaksi | Menilai efisiensi iklan |
| Tingkat pembelian ulang | Mengukur loyalitas pelanggan |
| Keluhan dan retur | Menemukan masalah pada produk atau proses |
Data tersebut dapat menjadi dasar eksperimen. Contohnya, bila sebuah video menghasilkan banyak kunjungan tetapi sedikit transaksi, mungkin informasi harga, varian, atau ajakan membeli belum cukup jelas. Bila produk tertentu sering dibeli bersama, bisnis dapat membuat paket bundling untuk meningkatkan nilai pesanan rata-rata.
Strategi Tambahan: Bangun Kanal Milik Sendiri
Marketplace tetap penting untuk menemukan pelanggan baru, tetapi bisnis sebaiknya tidak sepenuhnya bergantung pada satu kanal. Perubahan biaya layanan, aturan platform, atau persaingan iklan dapat menekan margin penjual.
Karena itu, gunakan marketplace sebagai mesin akuisisi, lalu bangun aset yang lebih dikendalikan bisnis sendiri, seperti:
- Database pelanggan yang diperoleh dengan persetujuan
- Daftar pelanggan WhatsApp Business
- Akun media sosial yang aktif
- Email pelanggan
- Website atau katalog digital milik brand
- Program loyalitas dan penawaran pembelian ulang
Pendekatan ini membantu bisnis membangun hubungan langsung dengan pelanggan, tanpa melanggar ketentuan platform atau mengirim promosi tanpa izin.
Jualan online yang bertumbuh membutuhkan perpaduan antara pemasaran dan operasi. Produk harus jelas, harga harus sehat, konten harus membantu pembeli, stok harus akurat, dan pelayanan harus konsisten.
Delapan strategi ini dapat dijalankan bertahap. Mulailah dari satu perbaikan yang paling mendesak, misalnya merapikan katalog atau menghitung margin secara benar. Setelah itu, gunakan data untuk menentukan langkah berikutnya. Dalam pasar e-commerce yang nilainya diproyeksikan mencapai US$71 miliar pada 2025, bisnis yang memiliki sistem dan hubungan pelanggan yang kuat berpeluang tumbuh lebih berkelanjutan.
Sumber dan Referensi
- Liputan6.com. “8 Strategi Jualan Online agar Penjualan Meningkat dan Bisnis Makin Berkembang.” Tersedia di: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8300192/8-strategi-jualan-online-agar-penjualan-meningkat-dan-bisnis-makin-berkembang
- Google Indonesia. “e-Conomy SEA 2025: Ekonomi Digital Indonesia Mendekati GMV US$100 Miliar Tahun Ini.” 13 November 2025. Tersedia di: https://blog.google/intl/id-id/company-news/outreach-initiatives/e-conomy-sea-2025-ekonomi-digital-indonesia-mendekati-gmv-us100-miliar/
- Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Badan Kebijakan Perdagangan. Kinerja Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) Indonesia. Tersedia di: https://bkperdag.kemendag.go.id/unduhan-file/a11ba920-123c-4a4f-856b-cdbb1f0f64c4
- Bain & Company. “e-Conomy SEA 2025.” 11 November 2025. Tersedia di: https://www.bain.com/insights/e-conomy-sea-2025/
- Google, Temasek, dan Bain & Company. Indonesia e-Conomy SEA 2025 Report. Tersedia di: https://services.google.com/fh/files/misc/indonesia_e_conomy_sea_2025_report.pdf