Gabriel Rey membangun TRIV dari pengalaman pribadi ketika akses jual-beli Bitcoin di Indonesia masih terbatas. Ketertarikannya pada blockchain sejak 2014 berkembang menjadi platform aset digital pada 2015, lalu bertumbuh menjadi TRIV Group yang memperluas layanan investasi, akses ritel, dan ekosistem bisnis di luar kripto.
Awal Perjalanan Gabriel Rey

Gabriel Rey dikenal sebagai pendiri dan CEO TRIV Group, perusahaan yang berawal dari platform perdagangan aset kripto TRIV. Di laman resminya, TRIV menyebut Gabriel sebagai pendiri dan CEO, sementara perusahaan telah hadir sejak 2015 sebagai salah satu pelopor exchange aset digital di Indonesia.
Sebelum mendirikan TRIV, Gabriel memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi dan pemrograman. Pengalaman tersebut membentuk ketertarikannya pada Bitcoin, terutama karena ia melihat blockchain bukan hanya sebagai instrumen spekulasi harga, tetapi sebagai teknologi yang berpotensi mengubah sistem transfer nilai dan layanan keuangan.
Dalam wawancara dengan Fortune Indonesia, Gabriel menyampaikan bahwa pada 2014 ia mulai mempelajari Bitcoin dan blockchain. Ia bahkan mengatakan pernah mengalokasikan sekitar 95 persen kekayaannya ke Bitcoin karena memiliki keyakinan kuat terhadap teknologi tersebut. Pernyataan ini mencerminkan pandangan serta strategi investasi pribadinya pada fase awal Bitcoin, sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai rekomendasi investasi untuk publik.
Pada saat yang sama, ia menghadapi persoalan yang dialami banyak calon pengguna aset digital di Indonesia. Proses membeli atau menjual Bitcoin belum mudah. Infrastruktur lokal masih terbatas. Transaksi dalam rupiah belum praktis. Akses terhadap platform yang nyaman digunakan pengguna Indonesia juga belum seluas sekarang.
Dari masalah tersebut, TRIV lahir. Gabriel memindahkan posisinya dari pengguna yang mengalami hambatan menjadi pembangun solusi. TRIV didirikan pada 2015 untuk membuat akses transaksi aset digital lebih mudah bagi pasar Indonesia.
Membangun TRIV di Tengah Siklus Kripto
Membangun exchange aset digital tidak hanya soal menarik pengguna saat harga Bitcoin naik. Industri kripto bergerak dalam siklus yang tajam, periode pertumbuhan dapat diikuti koreksi besar, penurunan volume transaksi, dan berkurangnya minat masyarakat.
TRIV menyebut telah melewati sejumlah periode crypto winter sejak berdiri. Dalam fase pasar yang menurun, perusahaan menyatakan fokus pada penguatan keamanan, operasional, kepatuhan, dan perlindungan dana pengguna. Bagi sebuah platform aset digital, kepercayaan pengguna menjadi fondasi bisnis karena layanan tidak hanya memproses transaksi, tetapi juga berkaitan dengan penyimpanan dan perpindahan nilai.
Langkah tersebut menjelaskan mengapa perjalanan TRIV tidak dapat hanya dibaca melalui pertumbuhan harga Bitcoin. Bisnis exchange harus mampu bertahan saat transaksi melambat, menjaga sistem tetap andal, serta beradaptasi dengan perubahan regulasi.
PT Tiga Inti Utama, entitas yang menaungi TRIV, tercantum sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital atau PAKD berizin Otoritas Jasa Keuangan. Dalam daftar anggota Kliring Komoditi Indonesia per 19 Agustus 2026, PT Tiga Inti Utama tercatat sebagai salah satu anggota berizin PAKD.
Status perizinan ini penting dalam konteks industri kripto Indonesia. Platform yang menjalankan transaksi aset digital perlu memiliki izin regulator dan memenuhi ketentuan operasional, perlindungan konsumen, tata kelola, serta manajemen risiko yang berlaku.
Pandangan Bisnis Gabriel Rey
Dari wawancara dan penampilan publiknya, Gabriel Rey membawa pandangan bahwa investasi dan bisnis harus dimulai dari proses belajar. Dalam wawancara bersama Fortune Indonesia, ia menyebut pendekatan “investing is learning” untuk menggambarkan pentingnya memahami aset dan perubahan pasar sebelum mengambil keputusan.
Pandangan tersebut tercermin dalam perjalanan TRIV. Ia tidak hanya melihat Bitcoin sebagai aset yang nilainya dapat naik, tetapi mempelajari sistem blockchain serta melihat kebutuhan pasar Indonesia akan akses yang lebih sederhana.
Setelah memiliki pemahaman dan keyakinan terhadap peluang teknologi, ia membangun platform. Setelah platform tumbuh, fokus bisnis bergeser ke penguatan operasional, kepatuhan, serta perluasan produk. Dengan kata lain, pertumbuhan TRIV dibangun secara bertahap dari teknologi, lalu akses pengguna, kemudian ekosistem.
Gabriel juga membedakan fase mengejar pertumbuhan kekayaan dengan fase menjaga kekayaan. Dalam konteks investasi pribadi, ia menilai konsentrasi dapat dilakukan pada aset yang benar-benar dipahami, sedangkan diversifikasi menjadi lebih penting ketika skala aset dan risiko membesar. Pendekatan tersebut adalah pandangan pribadi Gabriel yang disampaikan dalam wawancara, bukan panduan universal bagi investor.
TRIV dari Exchange ke Platform Investasi
TRIV kini tidak hanya menawarkan perdagangan aset kripto. Berdasarkan informasi di situs resminya, platform tersebut menyediakan akses terhadap beberapa instrumen, seperti aset kripto, saham Amerika Serikat, emas, obligasi, minyak, euro, dan produk investasi lainnya.
Perluasan ini menunjukkan perubahan posisi bisnis. TRIV mencoba bergerak dari platform yang berfokus pada satu kelas aset menjadi aplikasi yang menjawab kebutuhan investasi pengguna yang lebih luas.
Menurut Fortune Indonesia, TRIV memiliki sekitar 6 juta pengguna. Kripto tetap disebut sebagai instrumen dengan volume terbesar, sementara perusahaan juga mengembangkan layanan seperti staking dan futures. Angka pengguna tersebut perlu dipahami sebagai data yang dilaporkan dalam wawancara atau pemberitaan, bukan ukuran tunggal terhadap kualitas layanan maupun jumlah pengguna aktif harian.
TRIV juga berupaya menjangkau pengguna melalui aktivitas komunitas. Pada Coinfest Asia 2026, TRIV Group menggelar kompetisi trading Alpha Arena Bali Final dengan total hadiah US$100.000. Gabriel menyebut kegiatan ini sebagai ruang untuk menunjukkan kemampuan trader Indonesia sekaligus memperkuat komunitas aset digital lokal.
Kolaborasi Indomaret dan Akses Ritel

Salah satu perkembangan penting TRIV pada 2026 adalah kolaborasi dengan Indomaret. Kerja sama ini menghadirkan Voucher TRIV yang dapat dibeli melalui kasir Indomaret, sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap aset kripto dan edukasi keuangan digital.market.
Namun, terdapat perbedaan angka jumlah gerai dalam pemberitaan. Satu laporan menyebut voucher tersedia di sekitar 24.000 gerai Indomaret, sementara pernyataan lain menyebut lebih dari 300.000 gerai. Angka sekitar 24.000 gerai lebih selaras dengan skala jaringan gerai Indomaret yang umum dikenal. Karena itu, artikel ini menggunakan angka sekitar 24.000 gerai dan mencatat bahwa angka 300.000 muncul dalam rilis pihak perusahaan.
Bagi TRIV, kemitraan tersebut bukan hanya kanal distribusi. Strateginya adalah mempertemukan layanan aset digital dengan kebiasaan transaksi konsumen sehari-hari. Dengan membeli voucher lewat jaringan ritel, calon pengguna yang belum terbiasa menggunakan aplikasi investasi dapat memiliki jalur awal untuk mengenal layanan kripto.
Meski demikian, kemudahan akses tidak menghilangkan risiko. Aset kripto memiliki volatilitas tinggi, sehingga pengguna tetap perlu memahami produk, risiko harga, biaya transaksi, keamanan akun, dan batas kemampuan keuangan sebelum membeli aset digital.
Ekspansi di Luar Kripto
Gabriel Rey juga mulai membangun bisnis di luar industri aset digital melalui Rata Kanan Capital. Di situs pribadinya, ia menyebut Rata Kanan Capital sebagai kendaraan investasi yang berfokus pada health, wellness, healthy lifestyle, longevity, dan inovasi anti-aging.
Arah ini menunjukkan bahwa Gabriel tidak hanya ingin mengembangkan bisnis berbasis kripto. Ia mencoba membangun portofolio yang mencakup sektor berbasis teknologi, gaya hidup, kesehatan, dan investasi strategis.
Ekspansi tersebut juga tampak dalam keterlibatannya pada PT Guna Timur Raya Tbk. (TRUK), perusahaan transportasi dan freight forwarding. Pada September 2026, Gabriel Rey dan Andry Hakim dilaporkan mengakuisisi 20 persen saham TRUK. Gabriel menguasai 15 persen saham melalui PT Pukul Rata Kanan, sedangkan Andry Hakim menguasai 5 persen saham melalui perusahaan terkait.investasi.
PT Pukul Rata Kanan kemudian mengumumkan rencana voluntary tender offer atas saham TRUK. Rencana ini memperlihatkan minat Gabriel untuk berperan lebih aktif di bisnis ekonomi riil, khususnya sektor logistik. Namun, rencana tender dan strategi transformasi perusahaan perlu dibedakan dari hasil operasional yang telah terealisasi.
Catatan Risiko dan Konteks
Bitcoin dan aset kripto merupakan aset dengan risiko harga tinggi. Nilainya dapat naik dan turun secara tajam dalam waktu singkat. Kehadiran platform berizin membantu memastikan pengguna bertransaksi melalui penyelenggara yang berada dalam kerangka pengawasan, tetapi tidak menjamin keuntungan ataupun menghapus risiko pasar.
Karena itu, pandangan Gabriel Rey tentang Bitcoin, konsentrasi portofolio, dan peluang kripto perlu diposisikan sebagai perspektif seorang pelaku industri serta investor. Setiap orang memiliki kondisi keuangan, tujuan, pemahaman risiko, dan toleransi volatilitas yang berbeda.
Kisah Gabriel Rey dan TRIV menunjukkan transformasi dari ketertarikan terhadap teknologi menjadi pembangunan bisnis berbasis infrastruktur. Ia mempelajari Bitcoin dan blockchain, mengalami kesulitan akses transaksi di Indonesia, lalu mendirikan TRIV untuk menjawab hambatan tersebut.
Sejak 2015, TRIV melewati siklus naik-turun industri kripto dan memperluas diri dari exchange ke platform investasi dengan beragam instrumen. Kolaborasi dengan Indomaret, aktivasi komunitas, serta ekspansi melalui Rata Kanan Capital dan langkah investasi di TRUK menunjukkan bahwa Gabriel mulai mendorong bisnisnya ke arah ekosistem yang lebih luas, termasuk sektor lifestyle, wellness, dan ekonomi riil.
Temukan berita serta analisis yang membantu Anda memahami perubahan dunia usaha di komunikasibisnis.com.