Advertisement
Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use

Dari Cipete ke Amsterdam, Perjalanan Bisnis Kopi Tuku

Toko Kopi Tuku Amsterdam Toko Kopi Tuku Amsterdam
Toko Kopi Tuku Amsterdam

Toko Kopi Tuku bukan sekadar kedai kopi. Merek ini menjadi salah satu pelopor tren es kopi susu gula aren yang kemudian diikuti banyak coffee shop di Indonesia.

Tuku lahir dari gagasan sederhana, yaitu menghadirkan kopi lokal berkualitas dengan harga yang terjangkau bagi warga sekitar. Dari gerai kecil di Cipete, Jakarta Selatan, Tuku berkembang menjadi jaringan kopi dengan puluhan gerai dan penjualan hingga sekitar 18 juta gelas per tahun.

Berawal dari Riset Kuliah

Perjalanan Tuku dimulai dari ketertarikan Andanu Prasetyo atau Tyo terhadap dunia kopi. Saat menempuh kuliah di Universitas Prasetiya Mulya, ia meneliti industri kopi Indonesia. Dari riset tersebut, Tyo menemukan paradoks yang menarik.

Indonesia merupakan salah satu produsen biji kopi terbesar di dunia, tetapi konsumsi kopi di dalam negeri masih relatif rendah. Fakta tersebut menjadi titik awal bagi Tyo untuk memahami peluang di pasar kopi lokal. Ia melihat bahwa kopi tidak harus selalu identik dengan harga mahal atau gaya hidup eksklusif.

Tyo kemudian menghabiskan waktu sekitar 2,5 tahun untuk bereksperimen dengan berbagai racikan kopi. Ia mencoba berbagai jenis pemanis, mulai dari gula kemasan hingga gula aren tradisional dari pasar lokal.

Advertisement

Hasil eksperimen tersebut akhirnya menghasilkan formula yang menjadi fondasi menu ikonik Tuku, yaitu es kopi susu gula aren.

Gerai Pertama di Cipete

Toko Kopi Tuku membuka gerai pertamanya pada 2015 di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan. Gerai tersebut memiliki luas kurang dari 30 meter persegi. Awalnya, menu andalan Tuku bernama Es Kopi Susu Andanu.

Nama tersebut kemudian diubah menjadi Es Kopi Susu Tetangga karena produk ini memang awalnya ditujukan bagi warga sekitar kedai. Nama tersebut memperkuat posisi Tuku sebagai kedai kopi yang dekat dengan masyarakat.

Baca Juga :  Mengapa Coffee Shop Ini Memilih ‘Bersembunyi’ di Kampung Tua Ketandan?

Tuku tidak memposisikan diri sebagai tempat yang eksklusif, melainkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari warga. Pendekatan ini membantu Tuku membangun basis pelanggan dari komunitas sekitar. Pelanggan tidak hanya datang karena tren, tetapi juga karena produk yang konsisten dan harga yang masuk akal.

Momentum Viral pada 2017

Pada Juli 2017, Presiden Joko Widodo beserta keluarganya mengunjungi gerai pertama Tuku di Cipete. Kunjungan tersebut menarik perhatian media dan publik. Momentum ini membuat nama Tuku semakin dikenal secara nasional.

Pada saat yang sama, tren es kopi susu gula aren mulai berkembang pesat di industri coffee shop Indonesia.Namun, viralitas bukan satu-satunya alasan Tuku bertahan. Kunjungan tersebut mempercepat pengenalan merek, tetapi pertumbuhan jangka panjang tetap ditopang oleh produk, harga, dan pengalaman pelanggan.

Banyak merek dapat viral dalam waktu singkat. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga kualitas dan konsistensi setelah sorotan publik mereda.

Skala Bisnis yang Terus Tumbuh

Pada 2025, CEO Tuku Andanu Prasetyo menyatakan perusahaan menjual rata-rata sekitar 50.000 gelas kopi per hari. Angka tersebut setara dengan sekitar 18 juta gelas per tahun. Tuku juga mengonsumsi sekitar 50 ton biji kopi setiap bulan.

Kebutuhan tersebut menunjukkan skala operasi yang besar bagi sebuah jaringan kopi lokal. Hingga awal 2025, Tuku memiliki 59 gerai di berbagai kota di Indonesia. Perusahaan juga mempekerjakan 747 barista dari total 1.263 karyawan di Maka Group.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Tuku berhasil mengubah kedai kecil menjadi bisnis dengan skala nasional. Namun, pertumbuhan tersebut tetap berangkat dari satu produk yang kuat.

Baca Juga :  Dari Cleaning Service ke Jaringan Ayam Goreng Nasional: Perjalanan Nurul Atik Membangun Rocket Chicken

Kekuatan Produk Pahlawan

Es Kopi Susu Tetangga menjadi contoh penting dari strategi hero product. Tuku tidak mengandalkan banyak varian menu, melainkan menyempurnakan satu produk yang mudah dikenali konsumen.

Produk pahlawan membantu membangun identitas merek. Ketika konsumen mendengar nama Tuku, mereka langsung mengaitkannya dengan es kopi susu gula aren.

Strategi ini juga menyederhanakan operasional. Dengan menu yang fokus, perusahaan dapat menjaga kualitas bahan baku, mempercepat layanan, dan memastikan rasa yang konsisten di setiap gerai.

Dalam bisnis F&B, produk yang kuat sering menjadi alasan utama pelanggan kembali. Tren dapat membantu menarik perhatian, tetapi produk yang konsisten yang menciptakan loyalitas.

Penguatan Rantai Pasok Lokal

Tuku tidak hanya berfokus pada penjualan kopi. Perusahaan juga membangun ekosistem di hulu melalui Beragam Kopi Indonesia.

Beragam berperan dalam pengolahan dan penyediaan biji kopi, sementara Tuku menjalankan jaringan kedai kopi. Kolaborasi ini membantu menjaga pasokan biji kopi lokal serta mendukung petani di berbagai daerah. Tuku juga bekerja sama dengan produsen gula aren.

Keterlibatan ini memperkuat keterkaitan produk dengan bahan baku lokal Indonesia. Dari sisi bisnis, penguatan rantai pasok membantu menjaga kualitas dan ketersediaan bahan baku. Dari sisi sosial, pendekatan ini memberikan dampak bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Ekspansi ke Mancanegara

Tuku mulai memperkenalkan kopi Indonesia ke pasar internasional melalui gerai pop-up. Pada 2024, Tuku membuka pop-up store di Gangnam, Seoul, Korea Selatan, bekerja sama dengan Kornerd Coffee.

Pada 2025, Tuku membuka gerai pertamanya di Eropa, tepatnya di Amsterdam, Belanda. Gerai tersebut dibuka melalui kolaborasi dengan Roemah Indonesia. Di Amsterdam, Tuku menampilkan biji kopi dari Aceh dan Toraja serta menu ikonik seperti Kopi Susu Tetangga.

Baca Juga :  Dari Kopi Singa ke P.S.I Coffee & Spiku: Cara Bisnis Keluarga 98 Tahun Menjual Ulang Warisan untuk Generasi Baru

Pendekatan ini memperkenalkan cita rasa kopi Indonesia kepada konsumen internasional. Ekspansi internasional ini menunjukkan bahwa produk lokal dapat memiliki daya saing di pasar global. Namun, ekspansi juga menuntut adaptasi terhadap selera, regulasi, dan perilaku konsumen di negara tujuan.

Hak Penamaan Stasiun MRT

Pada 2025, Tuku memperoleh hak penamaan Stasiun MRT Cipete Raya. Nama stasiun kemudian menjadi Cipete Raya Tuku. Langkah ini menarik karena Tuku merupakan UMKM yang memperoleh hak penamaan stasiun MRT.

Kerja sama tersebut juga menjadi yang pertama dalam sektor makanan dan minuman. Hak penamaan memberikan eksposur berulang kepada pengguna transportasi publik. Setiap hari, ribuan penumpang melihat nama Tuku di stasiun yang juga menjadi lokasi sejarah gerai pertamanya.

Dari sisi pemasaran, strategi ini memperkuat asosiasi antara merek Tuku dan lokasi asal-usulnya. Dari sisi bisnis, hal ini membantu memperkuat kesadaran merek tanpa sepenuhnya bergantung pada iklan konvensional.

Tukucur, Inovasi di Masa Pandemi

Saat pandemi COVID-19, Tuku menghadapi perubahan perilaku konsumen. Banyak orang bekerja dan mengonsumsi kopi dari rumah.

Tuku merespons kondisi tersebut dengan menghadirkan Tukucur, kemasan kopi literan untuk konsumsi rumah tangga. Inovasi ini membantu perusahaan tetap melayani pelanggan meski kunjungan ke gerai menurun.

Tukucur juga memperluas momen konsumsi Tuku. Produk tidak hanya dinikmati di kedai, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari di rumah atau kantor.

Bisnis yang kuat sering lahir dari produk sederhana yang konsisten dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Ikuti kisah pendiri, UMKM, dan tren F&B di Komunikasibisnis.com.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Nobo Milk

Nobo Milk Menembus Pasar Susu Nabati Lewat Kemasan Kecil dan Strategi Kafe

Next Post
Planogram

Strategi Penjualan Rak Minimarket Dari Penataan Barang hingga Peletakan Diskon

Advertisement