BOGOR, 19 Oktober 2019 – Sekolah Madania kembali membuka pintunya bagi publik melalui perhelatan Open House 2019 yang berlangsung meriah selama tiga hari (17–19 Oktober).
Berlokasi di Parung, Bogor, acara ini menjadi etalase bagi pendekatan pendidikan progresif yang memadukan keunggulan akademik, kemandirian, dan karakter di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Madania mengundang orang tua dan calon murid untuk merasakan langsung atmosfer belajar yang inovatif,
sekaligus berdiskusi dengan para pendidik mengenai metode pendidikan yang memfokuskan pada pengembangan potensi unik setiap anak.
Sinergi Kurikulum Global dan Proyek Kewirausahaan
Salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara ini adalah Learning Celebration yang dibawakan oleh siswa kelas 3 SD.
Terintegrasi dengan kurikulum International Baccalaureate (IB), para siswa mempresentasikan proyek bertema “How We Organize Ourselves”.
Kepercayaan diri siswa dalam memaparkan hasil karya mereka menjadi bukti nyata keberhasilan metode pembelajaran berbasis inkuiri (inquiry-based learning) yang diterapkan sejak dini.
Tak hanya itu, jiwa kewirausahaan siswa diasah melalui kegiatan Market Day. Di sini, siswa kelas 7 dan 8 tidak sekadar berjualan, namun mempraktikkan proses bisnis profesional—
mulai dari menyusun business plan, melakukan promosi digital, hingga teknik fotografi produk menggunakan smartphone.
Kolaborasi Internasional: Kunjungan Hidaka School Jepang
Sekolah Madania juga mempertegas posisinya sebagai institusi berwawasan global dengan menyambut delegasi dari Hidaka School, Jepang.
Kunjungan ini merupakan bagian dari Sakura Science Program, sebuah inisiatif untuk memperkuat hubungan sains dan teknologi antarnegara di kawasan Asia.
Interaksi antara siswa Madania dan siswa asal Jepang ini memberikan pengalaman cross-cultural yang berharga, mempersiapkan mereka untuk menjadi warga dunia yang inklusif.
Menjawab Tantangan “Digital Native” melalui Karakter
Sebagai puncak acara, Sekolah Madania menyelenggarakan Parenting Talk Show bertajuk “Character Education for Digital Native”.
Menghadirkan pendiri Yayasan Pendidikan Madania, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, diskusi ini mengupas tuntas fenomena pengasuhan anak yang lahir dan tumbuh di tengah kepungan teknologi.
“Generasi digital native mengenal gadget bahkan sebelum mereka mengenal bangku sekolah,” ungkap M. Wahyuni Nafis, Direktur Sekolah Madania.
Alih-alih menerapkan larangan yang kaku, sekolah dan orang tua didorong untuk menjadi pendamping aktif yang memahami tren digital
guna memberikan arahan yang tepat bagi perkembangan moral anak.

Masa Depan yang Terintegrasi dan Holistik
Pendekatan Madania yang menyatukan berbagai disiplin ilmu tercermin dalam pertunjukan drama musikal kelas 10.
Proyek ini menggabungkan lima mata pelajaran sekaligus—Bahasa Indonesia, Inggris, ICT, Seni Budaya, dan Kewarganegaraan—
melalui pementasan hikayat Nusantara seperti Hang Tuah dan Bayan Budiman.
Integrasi ini membuktikan bahwa pendidikan di Madania bukan sekadar menghafal teori, melainkan mengaplikasikannya dalam bentuk karya nyata yang kolaboratif.
Bagi calon siswa SMP dan SMA, kegiatan Happy Day dan Sit-in Class memberikan gambaran nyata mengenai kehidupan akademis dan organisasi siswa (OSIS).
Calon murid diajak merasakan langsung simulasi moving class, memberikan mereka kesiapan mental untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pendaftaran Tahun Ajaran 2020/2021:
Sekolah Madania telah membuka pendaftaran untuk calon peserta didik baru.
Bagi orang tua yang menginginkan pendidikan berkualitas dengan keseimbangan antara nilai spiritual, intelektual, dan keterampilan global, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi di www.madania.sch.id atau melalui akun media sosial @madaniaschool.