Sukabumi – Lebih dari setengah abad telah berlalu sejak toko buku pertama Gramedia menyapa pembaca Indonesia.
Tahun ini, memasuki usia ke-56, Gramedia memilih untuk melepaskan gegap gempita perayaan seremonial
dan kembali ke akar filosofisnya: menjadi jembatan ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kampanye bertajuk #TumbuhBermakna, Gramedia merayakan hari jadinya dengan meluncurkan program “Gramedia Berbagi Kado”.
Program ini merupakan langkah nyata perusahaan untuk memastikan bahwa semangat literasi tetap menyala, bahkan di pelosok daerah yang masih berjuang dengan keterbatasan fasilitas pendidikan.

Mendistribusikan Semangat dari Sukabumi hingga Sorong
Program ini menyasar kebutuhan paling fundamental bagi para pelajar, yakni paket tas sekolah, alat tulis, dan buku bacaan berkualitas.
Gramedia menyadari bahwa bagi sebagian anak negeri, sebuah tas baru atau buku tulis yang layak bukan sekadar perlengkapan, melainkan “bahan bakar” untuk terus berani bermimpi.
Direktur Gramedia, Yosef Adityo, menegaskan bahwa usia 56 tahun adalah momentum refleksi.
“Kami ingin pertumbuhan Gramedia dirasakan secara nyata. Fokus kami adalah anak-anak yang membutuhkan akses belajar lebih layak, agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk memulai cerita sukses mereka sendiri,” ungkapnya.
Penyaluran tahap awal telah sukses dilaksanakan di SD Negeri Suradita dan SD Negeri Cisarua, Sukabumi.
Dalam pelaksanaannya, Gramedia berkolaborasi dengan komunitas lokal seperti Komunitas Mengajar Sukabumi dan Forum Lingkar Pena, memastikan bantuan jatuh ke tangan yang paling membutuhkan.
Melampaui Bisnis: Investasi Jangka Panjang untuk SDM Indonesia
Langkah Gramedia ini merupakan respons terhadap tantangan literasi nasional yang masih memerlukan perhatian kolektif.
Dengan menjangkau tujuh daerah di delapan sekolah yang tersebar dari Jambi, Pangkalan Bun, Maros, Ngada, hingga Sorong, Gramedia sedang membangun jejaring dukungan pendidikan yang inklusif.
Kehadiran korporasi dalam mendukung pendidikan dasar merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Program seperti ini membuktikan bahwa sektor swasta memiliki peran krusial sebagai mitra pemerintah dalam memeratakan akses pendidikan, terutama di wilayah Indonesia Timur dan daerah tertinggal lainnya.

Apresiasi bagi Pejuang Literasi di Sekolah
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pendidik, Gramedia juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sekolah-sekolah yang dikunjungi.
Di SD Negeri Suradita, sambutan hangat datang dari para guru dan siswa.
“Bagi anak-anak kami, perhatian ini adalah dorongan moral yang luar biasa. Perlengkapan sekolah baru ini memberikan mereka alasan tambahan untuk bangun pagi dan semangat berangkat ke sekolah,” ujar Yanti, Kepala Sekolah SD Negeri Suradita dengan nada haru.
Filosofi Tumbuh Bersama
Di usia yang telah matang, Gramedia membuktikan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari angka penjualan atau ekspansi toko,
tetapi dari seberapa luas dampak sosial yang dihasilkan. #TumbuhBermakna menjadi janji bahwa di tahun-tahun mendatang,
Gramedia akan terus berjalan beriringan dengan masyarakat Indonesia, menghapus batas-batas akses informasi,
dan menghadirkan makna di setiap lembar buku yang dibaca. Sebab bagi Gramedia, setiap bantuan
yang diberikan hari ini adalah investasi untuk pemimpin-pemimpin masa depan yang akan menuliskan sejarah besar Indonesia.