Dark Mode Light Mode

Macak, Manak, Masak: Mendobrak Stereotip Gender dalam Suksesi Bisnis Keluarga

Perspektif Tesis MM Universitas Ciputra

Dalam budaya Jawa, filosofi macak, manak, masak telah lama menjadi standar ideal bagi seorang perempuan. Macak berarti menjaga penampilan, manak merujuk pada peran melahirkan dan mengasuh anak, sedangkan masak berkaitan dengan tanggung jawab domestik mengurus rumah tangga.

Selama bertahun-tahun, konstruksi sosial ini menempatkan perempuan terutama pada ranah keluarga, sementara ruang kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis lebih sering diasosiasikan dengan laki-laki.

Namun, seiring perkembangan zaman, peran perempuan telah mengalami transformasi yang signifikan. Perempuan masa kini tidak lagi hanya berperan di sektor domestik, tetapi juga hadir sebagai pemimpin perusahaan, akademisi, profesional, dan pengusaha. Dalam konteks bisnis keluarga (family business), perubahan ini memunculkan pertanyaan kritis: apakah filosofi macak, manak, masak masih relevan dijadikan dasar dalam menentukan penerus bisnis keluarga?

Redefinisi Peran Perempuan dalam Suksesi Bisnis Keluarga

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Vania Rabbanihasna Jatmiko, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Ciputra Surabaya, perubahan sosial dan peningkatan kualitas perempuan modern menuntut adanya redefinisi terhadap konsep penerus bisnis keluarga.

Vania Rabbanihasna Jatmiko – Mahasiswa Magister Management Universitas Ciputra Surabaya

“Perempuan saat ini tidak lagi dapat dipandang hanya melalui peran domestik tradisional. Dengan akses pendidikan, pengalaman profesional, dan kemampuan kepemimpinan yang semakin kuat, perempuan memiliki peluang yang sama untuk menjadi penerus bisnis keluarga yang kompeten dan berdaya saing.” — Vania Rabbanihasna Jatmiko

Realitas di banyak bisnis keluarga tradisional di Indonesia menunjukkan bahwa anak laki-laki masih sering dianggap sebagai pilihan utama untuk melanjutkan usaha keluarga. Mereka dinilai lebih fokus, lebih bebas dari tanggung jawab rumah tangga, dan dianggap lebih siap menghadapi tekanan bisnis.

Baca Juga :  Dari Roblox ke Industri Global: Cara Universitas Esa Unggul Ubah Skill Gaming Menjadi Karier Desainer Profesional

Sebaliknya, perempuan sering diasumsikan akan lebih memprioritaskan keluarga setelah menikah, sehingga peluang mereka untuk menjadi penerus bisnis menjadi lebih terbatas. Padahal, asumsi ini sering kali tidak lagi relevan dengan kondisi modern.

Competency-Based Succession: Kunci Keberlanjutan Bisnis Lintas Generasi

Dr. Metta Padmalia, S.Si., M.M., CPM (Asia)

Dr. Metta Padmalia, S.Si., M.M., CPM (Asia), selaku pembimbing utama tesis, menegaskan bahwa keberhasilan bisnis keluarga tidak seharusnya ditentukan oleh gender, melainkan oleh kompetensi dan kesiapan individu.

“Bisnis keluarga yang ingin bertahan lintas generasi harus mengedepankan competency-based succession, yaitu memilih penerus berdasarkan kemampuan kepemimpinan, visi strategis, pengalaman, dan komitmen terhadap bisnis, bukan sekadar berdasarkan jenis kelamin.” — Dr. Metta Padmalia

Pandangan ini diperkuat oleh Dr. Andrea Gideon, S.E., M.M., M.Psi selaku pembimbing kedua, yang menekankan bahwa perempuan saat ini memiliki kapasitas yang sama besar untuk memimpin organisasi dan bisnis.

Mengabaikan potensi perempuan hanya karena bias budaya justru dapat menghambat pertumbuhan bisnis keluarga. Di era modern, keberhasilan organisasi bergantung pada kualitas individu, bukan gender.- Dr. Andrea Gideon, S.E., M.M., M.Psi

Dalam praktiknya, semakin banyak keluarga bisnis modern mulai meninggalkan pendekatan tradisional yang berbasis gender. Generasi muda cenderung memiliki pola pikir lebih terbuka, di mana penerus terbaik adalah mereka yang paling siap membawa bisnis berkembang di tengah perubahan pasar, digitalisasi, dan tantangan global.

Perubahan ini menjadi sangat penting karena dunia bisnis saat ini menuntut inovasi, fleksibilitas, dan kemampuan adaptasi yang tinggi—kualitas yang tidak ditentukan oleh gender.

Baca Juga :  32 Tahun PPI Tunisia: Mengukir Jejak Intelektual Nusantara di Gerbang Afrika-Mediterania

Relevansi dengan Fokus Tesis Magister Manajemen Universitas Ciputra

Program Magister Manajemen (MM) di Universitas Ciputra memiliki fokus yang kuat pada Family Managed Business dan Corporate Entrepreneurship . Kurikulum ini dirancang khusus untuk mendukung pendiri dan penerus bisnis keluarga dalam memastikan kesinambungan bisnis lintas generasi.

Topik mengenai suksesi bisnis keluarga, terutama yang menyoroti bias gender dan pentingnya competency-based succession, sangat relevan dengan area penelitian tesis di MM Universitas Ciputra. Beberapa area fokus penelitian tesis yang sering diangkat oleh mahasiswa MM Universitas Ciputra dalam konteks Family Business meliputi:

Area Fokus PenelitianDeskripsiRelevansi dengan Isu Gender
Perencanaan Suksesi (Succession Planning)Strategi dan proses transisi kepemimpinan dari satu generasi ke generasi berikutnya.Mengkaji bagaimana kriteria pemilihan suksesor dapat bergeser dari bias gender (patrilineal) menuju berbasis kompetensi.
Dinamika Keluarga (Family Dynamics)Interaksi, komunikasi, dan resolusi konflik antar anggota keluarga yang terlibat dalam bisnis.Menganalisis bagaimana nilai-nilai budaya tradisional (seperti macak, manak, masak) memengaruhi dinamika dan pengambilan keputusan dalam keluarga.
Inovasi Bisnis KeluargaUpaya menciptakan peluang baru dan adaptasi terhadap perubahan pasar oleh generasi penerus.Meneliti peran perempuan sebagai agen inovasi dan perubahan dalam bisnis keluarga tradisional.
Tata Kelola Perusahaan Keluarga (Family Business Governance)Struktur dan sistem yang mengatur hubungan antara keluarga, kepemilikan, dan manajemen bisnis.Merancang sistem tata kelola yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi anggota keluarga perempuan untuk memimpin.

Penelitian seperti yang dilakukan oleh Vania Rabbanihasna Jatmiko memberikan kontribusi penting dalam memperkaya literatur mengenai Family Business di Indonesia, khususnya dalam mengkritisi nilai-nilai budaya patriarki yang dapat menghambat keberlanjutan bisnis keluarga.

Baca Juga :  Melihat Rahasia Sukses Bisnis: Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Ciputra Surabaya Selami Tantangan Nyata di Orang Tua Group

Kesimpulan: Transformasi Pola Pikir Menuju Suksesi yang Objektif

Gambar merupakan ilustrasi perempuan yang berwirausaha tanpa terhalang gender.

Budaya patriarki masih menjadi tantangan nyata, terutama di lingkungan keluarga yang memegang kuat nilai-nilai tradisional. Stereotip lama bahwa perempuan lebih cocok berada di ranah domestik masih sering memengaruhi keputusan strategis, termasuk dalam suksesi bisnis keluarga.

Oleh karena itu, transformasi pola pikir menjadi kunci utama. Filosofi macak, manak, masak tidak harus dihapus, tetapi perlu dimaknai ulang sebagai bagian dari identitas budaya, bukan sebagai batasan terhadap potensi perempuan.

Perempuan modern mampu menjalankan berbagai peran secara seimbang: sebagai ibu, istri, profesional, sekaligus pemimpin bisnis. Banyak contoh menunjukkan bahwa perempuan dapat membawa inovasi, stabilitas, dan keberlanjutan dalam bisnis keluarga.

Dalam konteks ini, suksesi ideal bukan lagi soal laki-laki atau perempuan, melainkan siapa yang paling kompeten, siap, dan memiliki visi terbaik untuk masa depan perusahaan.

Sudah saatnya bisnis keluarga memandang suksesi secara lebih objektif dan progresif. Keberlanjutan usaha keluarga tidak bergantung pada mempertahankan stereotip tradisional, tetapi pada kemampuan memilih pemimpin terbaik yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Sebab pada akhirnya, penerus bisnis keluarga yang sesungguhnya adalah mereka yang memiliki kualitas, integritas, dan kapasitas untuk menjaga serta mengembangkan warisan keluarga secara berkelanjutan.

Referensi

[1] Family Business – Magister Manajemen – Universitas Ciputra

Jika anda tertarik mengembangkan bisnis keluarga, membuat bisnis mandiri, atau menambah networking dan lingkungan entrepreneurship, dan terpenting mendapat pengetahuan menjadi leader, membuat keputusan, pastikan anda bergabung bersama Magister Management Universitas Ciputra, dengan cara Klik gambar di bawah ini.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Kemandirian Digital ASEAN: PSN Resmi Operasikan Satelit Nusantara Lima Berkapasitas 160 Gbps

Next Post

Melihat Rahasia Sukses Bisnis: Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Ciputra Surabaya Selami Tantangan Nyata di Orang Tua Group