BEKASI, 21 September 2025 – Ribuan mahasiswa baru Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)
memadati BSI Convention Center, Kaliabang, dalam gelaran fenomenal Seminar Motivasi (SEMOT) 2025.
Sebagai institusi yang memosisikan diri sebagai “Kampus Digital Kreatif”, UBSI tidak hanya menyambut mahasiswanya dengan seremoni formal,
tetapi dengan suntikan inspirasi masif untuk mencetak talenta unggul di masa depan.
SEMOT 2025 dirancang sebagai pintu gerbang transformasi, mengubah pola pikir siswa sekolah menengah menjadi mahasiswa yang kritis, inovatif, dan siap berkompetisi di ekosistem digital yang terus berubah.
Menanamkan Mentalitas “Digital-First” sejak Dini
Rektor UBSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, dalam pidato pembukaannya menekankan bahwa di era kecerdasan buatan (AI) dan automasi, karakter adalah pembeda utama.
“SEMOT adalah langkah awal kami menanamkan semangat belajar sepanjang hayat. Di UBSI, kami menyediakan ekosistem agar kreativitas mahasiswa tidak hanya menjadi ide, tapi menjadi solusi nyata yang berdaya saing global,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Diah Puspitasari, mengingatkan bahwa keberhasilan di bangku kuliah tidak hanya ditentukan oleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
Menurutnya, kemampuan berorganisasi dan membangun jejaring (networking) adalah modal sosial yang sangat berharga di dunia kerja nanti.
Sinergi Prestasi: Dari Puteri Indonesia hingga Ormawa Expo
Puncak kemeriahan acara ditandai dengan kehadiran Puteri Indonesia yang membagikan kisah suksesnya dalam menyeimbangkan disiplin, kecantikan, dan kecerdasan di panggung nasional. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa prestasi dapat diraih melalui kerja keras yang terukur.
Selain itu, para mahasiswa berprestasi UBSI juga turut berbagi testimoni mengenai bagaimana mereka memanfaatkan fasilitas kampus untuk memenangkan berbagai kompetisi tingkat nasional.
Tak kalah menarik, gelaran Ormawa Expo (Pameran Organisasi Mahasiswa) menjadi pusat perhatian. Mahasiswa baru diperkenalkan pada berbagai unit kegiatan mulai dari bidang teknologi, seni, hingga kewirausahaan.
Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat langsung memetakan minat dan bakat mereka di luar ruang kelas sejak semester pertama.
Menjawab Tantangan Ekonomi Kreatif 2030
Penambahan signifikan pada tahun ini adalah pengenalan kurikulum yang adaptif terhadap tren industri 5.0. UBSI memahami bahwa mahasiswa tahun 2025 akan lulus di saat ekonomi kreatif menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Oleh karena itu, SEMOT tahun ini juga menyisipkan sesi literasi digital untuk membekali mahasiswa dengan etika dan pemanfaatan teknologi informasi yang bertanggung jawab.
Dunia akademik di UBSI bukan sekadar tempat mengejar gelar, melainkan sebuah laboratorium kreativitas. Mahasiswa didorong untuk mulai membangun personal branding dan portofolio digital mereka sejak hari pertama masuk kampus.
Penutup yang Menggetarkan: Kuliah? BSI Aja!
Acara ditutup dengan sorakan ikonik “Kuliah? BSI Aja!” yang menggema di seluruh konvensi.
SEMOT 2025 mungkin telah berakhir secara seremoni, namun bara semangat yang tersulut di hati ribuan mahasiswa baru ini diharapkan akan terus menyala selama masa studi mereka.
UBSI kembali membuktikan diri sebagai rahim bagi lahirnya generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan visi untuk masa depan Indonesia yang lebih cerah.