Dark Mode Light Mode

Menjadi Benteng Budaya Bangsa: ISBI Bandung Kukuhkan 366 Wisudawan dalam Harmoni Tradisi dan Teknologi

BANDUNG, 4 Desember 2019 – Di tengah arus globalisasi yang kian kencang, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung kembali menegaskan perannya sebagai kawah candradimuka pelestari nilai-nilai luhur Nusantara.

Pada Upacara Wisuda Program Diploma, Sarjana, dan Magister tahun 2019 yang digelar di Grand Pasundan Convention Hotel,

ISBI Bandung resmi mengukuhkan 366 wisudawan yang siap mengabdi sebagai garda terdepan industri kreatif dan ketahanan budaya nasional.

Para lulusan tersebut tersebar dalam berbagai disiplin ilmu, mencakup 201 lulusan Fakultas Seni Pertunjukan, 83 lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain, 65 lulusan Fakultas Budaya dan Media, serta 17 lulusan Program Pascasarjana.

Ridwan Kamil: Seni Adalah Perekat Persatuan

Hadir sebagai tamu kehormatan, Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.,

Advertisement

menyampaikan pesan mendalam mengenai peran seniman sebagai penjaga stabilitas sosial.

Ridwan Kamil menekankan bahwa modal utama Indonesia menuju negara adidaya pada tahun 2045 bukan sekadar uang atau teknologi, melainkan kokohnya persatuan.

“Masalah bangsa kita di masa depan adalah mudahnya kita dipecah belah oleh narasi yang melemahkan ideologi bangsa. Saya titip kepada wisudawan ISBI, jadilah generasi yang ‘turun tangan’ memberi solusi, bukan generasi yang ‘lepas tangan’ dan hanya pandai memaki,”

tegas Ridwan Kamil. Ia juga memperkenalkan filosofi Jabar Masagi (Surti, Harti, Bukti, Bakti) sebagai fondasi karakter yang harus dimiliki lulusan ISBI.

Baca Juga :  Mengembalikan Senyum Anak Indonesia: Yayasan Tarakanita dan Arkoji Studio Rilis Album ‘Bintang Kecil’ di Hari Anak Nasional 2025

Lulusan diharapkan tidak hanya mengejar popularitas karier pribadi, tetapi mampu mendarmabaktikan ilmunya untuk memajukan masyarakat yang membutuhkan.

Amanat Rektor: DNA Bangsa Indonesia adalah Seni Budaya

Rektor ISBI Bandung, Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum., dalam pidatonya mengingatkan bahwa fungsi kampus seni adalah

medan jihad untuk menjaga ketahanan bangsa melalui jalur kebudayaan. Ia berpesan agar para lulusan mampu melakukan inovasi tanpa menghilangkan esensi tradisi.

“DNA bangsa kita adalah seni budaya. Peluang wirausaha di bidang ini terbuka lebar. Sampaikan nilai kearifan lokal kita agar generasi muda bangga dan seni budaya kita tidak tergerus arus global,”

ujar Een. Ia menambahkan bahwa kesuksesan sejati adalah ketika seniman mampu menjadi profesional yang membanggakan sekaligus agen penyadar cinta budaya bagi masyarakat luas.

Inovasi Seni di Era Industri Kreatif 4.0

Menghadapi era digital, lulusan ISBI Bandung kini dibekali dengan kemampuan adaptasi teknologi yang kuat tanpa meninggalkan akar estetika adiluhung.

Integrasi antara seni tradisional dan platform media baru—seperti yang dipelajari di Fakultas Budaya dan Media—menjadi kunci agar produk budaya lokal tetap kompetitif di pasar internasional.

Seni kini bukan lagi sekadar tontonan, melainkan penggerak ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Dengan penguasaan teknologi digital dan kemampuan manajerial, para wisudawan diharapkan mampu mengubah potensi seni daerah menjadi kekuatan industri yang menjanjikan secara ekonomi.

Baca Juga :  Akulturasi Rasa di Kota Kembang: Mercure Bandung City Centre Hadirkan Kehangatan "Ramadhan di Kampung Cina"

Apresiasi Lulusan Terbaik

Prosesi wisuda juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada lulusan dengan prestasi akademik cemerlang (IPK Tertinggi). Di antaranya adalah:

  • Juleha, S.Sn. (Seni Karawitan) dengan IPK 3,76.
  • Deara Jembar Pangestu, S.Tr.Sn. (Angklung & Musik Bambu) dengan IPK 3,72.
  • Anggit Surya Jatnika, M.Sn. (Pascasarjana) dengan IPK 3,70.

Juleha, sebagai perwakilan wisudawan, menyampaikan bahwa upacara ini hanyalah gerbang awal menuju “sekolah tinggi kehidupan” yang sesungguhnya di masyarakat.

“Kita harus siap dengan amanah baru sebagai insan akademis yang hebat dan pendidik yang menjaga integritas nasional,”

ungkapnya penuh haru. Acara ditutup dengan tradisi khas Sawer Alumni oleh anggota Senat ISBI Bandung, sebuah simbolisasi

doa dan keberkahan bagi para lulusan yang akan memulai perjalanan baru mereka di dunia nyata.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Kuasai Panggung Asia Pasifik: Universitas Airlangga Borong Penghargaan Bergengsi di QS Apple Creative Award 2019 Jepang

Next Post

Tujuh Dekade Mengabdi: Transformasi UGM Menjadi Episentrum Inovasi Inklusif dan Riset yang Membumi