Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use

Lawan Kekerasan Seksual: KAI Commuter Perkuat Sinergi Lintas Sektor demi Ruang Aman di Transportasi Publik

DOK. KOMPASIANA

JAKARTA – Keamanan dan inklusivitas kini menjadi tolok ukur utama kualitas transportasi publik.

Menjawab tantangan tersebut, KAI Commuter menggelar forum diskusi strategis bertajuk “Transportasi Publik Tanpa Kekerasan Seksual: Commuter Line Ciptakan Ruang Tanpa Rasa Takut” di Studio 2 Kompas TV.

Forum ini menjadi momentum penting bagi regulator, operator, dan komunitas untuk menyatukan komitmen dalam melindungi pengguna dari ancaman kekerasan seksual.

Acara dibuka oleh Kepala Bagian Hukum, Humas, dan Umum Ditjen Perkeretaapian (DJKA), Dr. Zen Hadianto.

Ia menekankan bahwa pembangunan transportasi nasional tidak boleh hanya terpaku pada aspek fisik, tetapi juga harus mencakup pembangunan “infrastruktur sosial” yang menjamin rasa aman bagi setiap individu, khususnya kelompok rentan.

Advertisement

Survei Mengungkap Tantangan di Lapangan

Salah satu poin krusial dalam acara ini adalah pemaparan hasil survei eksklusif dari Kompasiana yang melibatkan 500 responden.

Hasilnya cukup mengejutkan: meski kasus yang dialami langsung secara statistik relatif kecil, sebanyak 84% responden mengaku pernah mendengar kejadian kekerasan seksual di moda transportasi umum, terutama di angkot dan KRL.

Kabar baiknya, sebanyak 71% responden memberikan nilai tertinggi kepada KAI Commuter sebagai operator dengan penanganan kasus kekerasan seksual terbaik.

Angka ini mencerminkan apresiasi publik terhadap langkah-langkah responsif yang selama ini dijalankan oleh manajemen Commuter Line.

DOK. KOMPASIANA

Strategi Komprehensif: Lebih dari Sekadar Pengamanan

Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, bersama jajaran manajemen menjelaskan bahwa menciptakan ruang aman bukan lagi sekadar proyek sementara, melainkan budaya perusahaan.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Mau Masuk ke Bisnis AI Luar Negeri: Data Center Hingga Listriknya!

KAI Commuter telah mengimplementasikan berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan jumlah personel keamanan di stasiun dan kereta, pemasangan CCTV analitik, hingga pelatihan intensif bagi petugas lapangan dalam menangani korban dengan perspektif empati.

“Kami percaya bahwa keamanan adalah hak asasi setiap penumpang. Melalui sistem pelaporan yang lebih mudah diakses dan respons petugas yang sigap, kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan di Commuter Line,” ungkap perwakilan manajemen KAI Commuter.

Pentingnya Partisipasi Publik dan Perlindungan Psikososial

Diskusi panel yang menghadirkan Komnas Perempuan, LBH APIK, dan praktisi psikologi menyoroti bahwa kekerasan seksual memiliki dampak jangka panjang yang menghancurkan bagi korban.

Oleh karena itu, dukungan psikososial dan pendampingan hukum yang kuat menjadi pilar yang tidak terpisahkan dalam penanganan kasus.

Hadirnya perwakilan Komunitas Peron 3 juga mengingatkan bahwa peran bystander atau saksi mata sangat menentukan.

Keberanian sesama penumpang untuk menegur pelaku atau membantu korban saat kejadian adalah bagian dari transformasi infrastruktur sosial yang dicitakan.

Transportasi publik yang aman secara langsung akan mendorong mobilitas ekonomi yang lebih produktif, terutama bagi perempuan yang menjadi mayoritas pengguna Commuter Line.

DOK. KOMPASIANA

Petisi untuk Perubahan Nyata

Forum ini ditutup dengan penandatanganan petisi bersama sebagai simbol janji lintas sektor untuk terus berkolaborasi.

Aksi ini menegaskan bahwa tanggung jawab menciptakan ruang aman berada di pundak semua pihak—pemerintah sebagai pembuat regulasi, operator sebagai penyedia jasa, media sebagai sarana edukasi, dan masyarakat sebagai pengguna aktif.

Baca Juga :  Calon Pengusaha Harus Siap: Cara Mudah Memulai Teknologi AI untuk Meningkatkan Bisnis di 2026

Dengan sinergi ini, KAI Commuter berharap dapat terus meningkatkan standar pelayanan publik di Indonesia, menjadikannya ruang yang ramah, bermartabat, dan benar-benar bebas dari rasa takut bagi siapa saja, kapan saja.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Menuju Pasar Global: IndoBeauty Expo 2025 Hadirkan Inovasi dan Solusi Strategis Industri Kosmetik di JIEXPO

Next Post

Magis Senja di Pesisir Melasti: White Rock Beach Club Gelar "Sunset Ritual" Sepanjang Agustus 2025