JAKARTA – Hubungan emosional dan pariwisata antara Indonesia dan Korea Selatan mencapai titik tertingginya pada tahun 2025
Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta memproyeksikan jumlah pelancong asal tanah air akan memecahkan rekor sejarah, melampaui seluruh capaian tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data KTO, tercatat sebanyak 301.000 wisatawan Indonesia telah memadati Negeri Gingseng pada periode Januari hingga Oktober 2025. Dengan rata-rata kunjungan mencapai 30.000 orang per bulan, angka total di akhir tahun diprediksi akan dengan mudah melewati target ambisius sebesar 360.000 wisatawan.
Sinergi Konektivitas dan Kemudahan Visa
Direktur KTO Jakarta Office, Kim Jisun, dalam acara Korea Tourism Awards 2025 di Hotel Indonesia Kempinski (17/12), mengungkapkan bahwa lonjakan ini bukan tanpa alasan.
Faktor utama yang menjadi pendobrak adalah terbukanya jalur udara baru yang lebih tersebar.
“Kehadiran penerbangan langsung rute Bali-Cheongju oleh T’way Air serta penambahan frekuensi penerbangan transit dari berbagai maskapai internasional menjadi kunci aksesibilitas tahun ini,” ujar Kim Jisun.

Selain konektivitas, pemerintah Korea Selatan juga melakukan langkah strategis dengan mempermudah persyaratan dokumen visa.
Hal ini, ditambah dengan bertambahnya jumlah bandara internasional di daerah-daerah Indonesia, membuat perjalanan ke Korea tidak lagi bersifat “Jakarta-sentris”.
Kekuatan Ekosistem Pop Culture dan Kolaborasi Strategis
Fenomena Korean Wave (Hallyu) yang tetap stabil menjadi magnet utama bagi segmen milenial dan Gen Z Indonesia. Namun, keberhasilan tahun 2025 juga didorong oleh kolaborasi masif antara KTO dengan pelaku usaha lokal.
Sepanjang tahun, telah digelar berbagai aktivasi mulai dari Korea Travel Fair hingga KTO Fun Run 2025.
Dukungan terhadap grup insentif korporat (MICE) dan kerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) serta para Key Opinion Leaders (KOL) terbukti efektif dalam menjaga awareness destinasi Korea di media sosial.
Analisis: Pergeseran Tren Wisatawan Indonesia
Pencapaian rekor di tahun 2025 mencerminkan pergeseran perilaku wisatawan Indonesia yang kini lebih mencari pengalaman autentik (aspek experience) daripada sekadar belanja.
Wisatawan kini lebih tertarik mengunjungi lokasi syuting drama di luar Seoul atau mengikuti kelas budaya lokal.
Selain itu, stabilitas ekonomi kelas menengah di Indonesia yang tetap kuat di tengah tantangan global turut berperan dalam meningkatkan anggaran perjalanan luar negeri.
Korea Selatan berhasil memposisikan diri sebagai destinasi “aspirasional namun tetap terjangkau” dibandingkan destinasi di Eropa atau Amerika Utara.

Tatap Tahun 2026: Fokus pada Medical Wellness dan Kuliner
Menatap tahun 2026, KTO Jakarta tidak lantas berpuas diri. Inovasi kampanye baru telah disiapkan dengan tema yang lebih spesifik dan tersegmentasi. Fokus utama di tahun mendatang meliputi:
- Korea Medical Wellness: Mempromosikan Korea sebagai pusat perawatan penyakit dalam dan kesehatan kelas dunia.
- Wisata Kuliner & Keluarga: Mengeksplorasi sisi gastronomis Korea yang sangat digemari lidah Indonesia.
- Penguatan Wisata MICE: Menyasar perusahaan-perusahaan besar untuk mengadakan perjalanan insentif.
“Tahun depan, kami akan terus berinovasi dan memperkuat sinergi dengan mitra strategis untuk memastikan Korea tetap menjadi destinasi favorit utama bagi masyarakat Indonesia,” tutup Kim Jisun.
Laporan final mengenai total kunjungan tahun 2025 direncanakan akan dirilis secara resmi pada Februari 2026 mendatang.