RICCIONE, ITALIA – Tim Misi Budaya SMA Labschool Cibubur, yang dikenal dengan nama Kalanritya Vadyagarvita, menorehkan tinta emas di kancah internasional.
Mewakili Indonesia, tim ini sukses meraih predikat Juara 1 pada ajang bergengsi
Sopravista International Festivals: International Dance & Vocal Contest “All Colours of Art” yang diselenggarakan di San Marino dan Riccione, Italia, pada 1–4 November 2024.
Tidak tanggung-tanggung, delegasi pelajar ini memboyong total 3 gelar Juara 1, 4 gelar Juara 2, dan 1 gelar Juara 3 dari berbagai kategori,
mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan besar dalam pelestarian budaya dunia.
Membawa Semangat Juang Laksamana Malahayati ke Panggung Dunia
Puncak prestasi diraih pada kategori utama Group – Folk Choreography, Folk Stylized Dance, dan Ethnic Dance.
Dalam kategori ini, Tim Kalanritya Vadyagarvita membawakan koreografi kolosal yang mengangkat kisah kepahlawanan Laksamana Malahayati dari Aceh.
Tarian tersebut menggambarkan keberanian Malahayati memimpin 2.000 pasukan Inong Balee—laskar prajurit janda pahlawan Aceh—dalam pertempuran sengit melawan penjajah.
Narasi perjuangan yang kuat, dipadukan dengan teknik tari yang presisi dan kostum yang megah, berhasil memukau dewan juri internasional dan memberikan kesan mendalam bagi penonton di Italia.
Apresiasi Atas Kerja Keras dan Dedikasi
Kepala SMA Labschool Cibubur, Dr. Ali Chudori, menyampaikan rasa bangga dan syukur yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini. Beliau menekankan bahwa prestasi ini adalah buah dari disiplin tinggi.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh tim Kalanritya Vadyagarvita, guru pendamping, serta tim pelatih dari Bangga Bangsa Studio. Mereka telah bekerja keras selama 2,5 bulan terakhir melalui latihan intensif. Prestasi ini bukan hanya milik sekolah, tapi dipersembahkan untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia,” ujar Dr. Ali Chudori.
Tim ini terdiri dari 31 siswa-siswi berbakat kelas X dan XI yang berperan sebagai penari serta pemusik, menunjukkan bahwa generasi Z tetap memiliki kecintaan yang besar terhadap akar budaya bangsa.
Dominasi di Kategori Individu dan Vokal
Selain kemenangan di kategori kelompok, talenta individu SMA Labschool Cibubur juga bersinar terang dalam berbagai kategori:
- Juara 1 (Solo Tari, Folk Choreography, Folk Stylized dance, Ethnic Dances): Andrea Rhaya
- Juara 1 (Solo Vokal): Gefira Farhana
- Juara 2 (Duet Tari, Folk Choreography, Folk Stylized dance, Ethnic Dances): Jauza Hasna & Said Algeron
- Juara 2 (Trio Tari, Folk Choreography, Folk Stylized dance, Ethnic Dances): Ayesha Putri, Anindya Kinanti, & Nathaniela Raihanah
- Juara 2 (Solo Tari, Folk Choreography, Folk Stylized dance, Ethnic Dances): Punia Nastiti
- Juara 2 (Solo Vokal, Folk Choreography, Folk Stylized dance, Ethnic Dances): Khaira Meidena
- Juara 3 (Solo Vokal): Ayodhya Sandyazmara Utomo
Analisis: Diplomasi Budaya Melalui Jalur Pendidikan
Keberhasilan SMA Labschool Cibubur di Italia merupakan bentuk nyata dari “Diplomasi Budaya”.
Di tengah gempuran tren budaya asing, keberanian para siswa menampilkan sejarah lokal seperti Laksamana Malahayati membuktikan
bahwa konten sejarah nusantara memiliki nilai jual yang tinggi di kancah global jika dikemas dengan standar seni yang profesional.
Ajang ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan di Indonesia mampu mencetak profil pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik,
tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi (self-confidence) dan kemampuan berkomunikasi di level internasional melalui bahasa seni yang universal.
Menyongsong Masa Depan Seni Tradisi
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lain
di Indonesia untuk terus memberikan ruang bagi pengembangan minat dan bakat seni tradisi.
Dengan dukungan yang tepat dari sekolah, orang tua, dan tenaga profesional, karya seni asli Indonesia
terbukti mampu bersaing dan diakui kualitasnya oleh juri-juri dari berbagai belahan dunia.
Selamat kepada Tim Kalanritya Vadyagarvita SMA Labschool Cibubur atas dedikasinya menjadi duta budaya bangsa. Indonesia bangga!