Dark Mode Light Mode

Geliat Kebangkitan Ekonomi: ASEAN MRA-TP Jadi Simbol Kuat Kolaborasi Pariwisata Regional

YOGYAKARTA – Gelaran The 26th Meeting of ASEAN Tourism Ministers yang menjadi bagian dari ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 sukses mempertemukan para pemimpin pariwisata se-Asia Tenggara.

Pertemuan strategis ini menegaskan kembali komitmen bersama untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata pascapandemi melalui penguatan kompetensi tenaga kerja lokal.

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah implementasi ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (ASEAN MRA-TP).

Kesepakatan ini dirancang untuk menstandardisasi kompetensi para profesional di bidang pariwisata agar dapat bersaing dan bekerja secara fleksibel di seluruh negara anggota ASEAN.

“Dan saya yakin ASEAN MRA-TP merupakan satu kesepakatan yang dapat menjadi simbol penguat komunitas ekonomi ASEAN,” ujar salah satu delegasi dalam forum tersebut.

Mendorong Standardisasi Global di Sektor Lokal

Implementasi MRA-TP dinilai sebagai langkah konkret dalam menghadapi tantangan industri pariwisata modern. Dengan adanya standardisasi ini, kualitas pelayanan pariwisata di kawasan Asia Tenggara akan merata dan meningkat ke level global.

Hal ini tidak hanya membuka peluang kerja yang lebih luas bagi tenaga kerja lokal, tetapi juga memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan standar internasional bagi para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kawasan ASEAN.

Selain fokus pada peningkatan kapasitas SDM, forum ATF 2023 juga menyoroti pentingnya inovasi digital dan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Para menteri sepakat bahwa konektivitas dan kolaborasi lintas negara menjadi kunci utama agar ASEAN dapat menjadi destinasi tunggal (single destination) yang tangguh dan berdaya saing tinggi di kancah global.

Baca Juga :  Upgrade Karier dan Bisnis: Mengapa Magister Manajemen Universitas Ciputra Adalah Pilihan Strategis Profesional Masa Kini

Kehadiran Delegasi Tingkat Tinggi

Pertemuan berskala internasional ini dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi pariwisata dari berbagai negara anggota, antara lain:

  • Thailand: Arrun Boonchai (Permanent Secretary of Tourism and Sports)
  • Singapura: Alvin Tan (Minister of State)
  • Filipina: Christina Garcia Fasco (Secretary of Department Tourism)
  • Laos: Suanesavanh Vignaket (Minister of Culture, Information and Tourism)
  • Brunei Darussalam: Dato Seri Setia Dr. Haji Abdul Manaf Bin Haji Metussin (Minister of Primary Resources and Tourism)
  • Kamboja: Thok Sokhom (Secretary of State)
  • Malaysia: Dato Tiong King Sing (Minister of Tourism, Arts and Culture)
  • Sekretariat ASEAN: Satvinder Singh (Deputy Secretary General)

Kehadiran para delegasi penting ini mencerminkan soliditas dan keseriusan negara-negara Asia Tenggara dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan demi kesejahteraan ekonomi bersama.


BACA JUGA: Pusat Seluruh Kegiatan Telkomsel IIMS 2019 Ada di Tempat Ini

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Melawan Pesimisme, Membangun Harapan: Pesan Humanis Rektor UKSW kepada 950 Wisudawan

Next Post

Mengawinkan Seni dan Alam: Art Jakarta Gardens 2023 Jadi Katalis Baru Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Indonesia