JAKARTA – Industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional.
Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia memenangkan bidding sebagai tuan rumah UFI Congress Asia Pasifik 2027,
yang akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Maret atau April 2027 mendatang.
Kemenangan ini diraih setelah melalui persaingan ketat dengan negara raksasa industri pameran lainnya, yakni China dan Filipina, pada ajang UFI Congress Asia Pasifik 2026 di Bangkok, Thailand.
Strategi “Modal Nekat” dan Diplomasi Mandiri
Ketua Umum ASPERAPI, Hosea Andreas Runkat, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari
proses lobi panjang yang dimulai sejak World Congress UFI di Hong Kong tahun lalu. Menariknya, kemenangan ini diraih melalui inisiatif mandiri ASPERAPI tanpa bergantung pada dukungan finansial pemerintah di tahap awal.
“Bidding ini murni langkah mandiri kami yang dibantu hanya oleh sembilan orang tim inti. Kami yakin bahwa dukungan dari rekan-rekan industri
akan mengalir deras setelah kemenangan ini diraih. Ini adalah kontribusi nyata kami untuk masa depan industri MICE tanah air,” tegas Andre.
Bali Sebagai Magnet “Net Zero” dan Pemecah Rekor
Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Pihak UFI (The Global Association of the Exhibition Industry) secara khusus meminta Bali karena reputasinya sebagai destinasi kelas dunia yang selaras dengan kampanye keberlanjutan global.
“UFI memberikan penekanan besar pada prinsip Net Zero Carbon Events. Bali memiliki infrastruktur dan ekosistem yang lebih mendukung
visi hijau tersebut dibandingkan Jakarta untuk saat ini. Itulah salah satu faktor kunci mengapa kita berhasil mengalahkan kompetitor lainnya,” tambah Andre.
Penyelenggaraan tahun 2027 juga akan menjadi edisi spesial ke-20 untuk wilayah Asia Pasifik. Dengan daya tarik Bali, jumlah delegasi
diperkirakan akan mencapai 300 hingga 500 orang, belum termasuk keluarga pendamping dan delegasi tambahan dari kawasan Eropa, Afrika, serta Timur Tengah.
Dampak Ekonomi dan Visi World Congress 2030
Kehadiran para tokoh pameran dunia ini diprediksi akan memberikan dampak ekonomi signifikan, tidak hanya dari sektor perhotelan dan transportasi,
tetapi juga sebagai ajang unjuk gigi fasilitas pameran Indonesia di mata investor global. ASPERAPI berencana memfasilitasi pertemuan antara Presiden UFI dunia dengan jajaran menteri terkait, termasuk Menteri Pariwisata dan Menteri Perdagangan.
Meski sukses di tingkat regional, Andre sudah menetapkan target yang lebih besar: membawa UFI World Congress ke Indonesia pada tahun 2030 atau 2032.
Sebagai gambaran, ajang tingkat dunia tersebut mampu menarik hingga 2.000 delegasi internasional, yang akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia secara masif.
Sinergi Swasta dan Pemerintah
Menatap tahun 2027, ASPERAPI menekankan pentingnya sinergi yang lebih nyata antara sektor swasta dan pemerintah.
Keberhasilan ini diharapkan memicu pemerintah untuk tidak hanya memberikan dukungan administratif, tetapi juga kontribusi aktif
dalam hal kehadiran dan pendanaan, mengingat skala internasional acara ini yang membawa nama baik bangsa di peta industri pameran global.