Dark Mode Light Mode

Menuju Kampus Kelas Dunia: SPAN-PTKIN 2025 Sukses Jaring Ratusan Ribu Calon Mahasiswa Bertalenta

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno.

JAKARTA – Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2025 resmi menjadi magnet bagi talenta muda terbaik bangsa.

Berdasarkan data Panitia Nasional per 26 Februari 2025, tercatat sebanyak 113.938 calon mahasiswa telah mendaftarkan diri untuk memperebutkan kursi di 59 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa tingginya minat masyarakat ini merupakan bukti nyata bahwa PTKIN kini telah menjadi pilihan utama, bukan lagi alternatif.

Dengan keunggulan integrasi ilmu agama dan sains, PTKIN menawarkan distingsi yang tidak dimiliki perguruan tinggi lain.

Dominasi Kampus Unggul dan Inovasi STEM

Dalam rekapitulasi sementara, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memimpin dengan 9.610 peminat, disusul UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (9.237), dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung (9.159).

Advertisement

Fenomena ini menunjukkan bahwa program studi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta Fakultas Kedokteran di berbagai UIN telah sejajar dalam persaingan ketat tingkat nasional.

“Lulusan kami dirancang untuk cerdas secara intelektual namun tetap kokoh secara akhlak. Integrasi ini membuat mahasiswa PTKIN memiliki karakter khas: humanis, toleran, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Suyitno di Jakarta.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron.

Relevansi di Era Disrupsi Digital

Menambahkan dimensi baru pada profil lulusan, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menjelaskan bahwa kurikulum PTKIN terus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja global.

Baca Juga :  Agendakota.id, Platform Digital yang Mengubah Cara Event Dikelola di Indonesia

Di era disrupsi digital, kemampuan kognitif saja tidak cukup. Oleh karena itu, PTKIN mengedepankan kemampuan soft skills dan literasi digital yang dipadukan dengan nilai-nilai moderasi beragama.

Kementerian Agama juga meluncurkan program PIMA (Professional Readiness through Internship and Mentorship for Academics).

Program ini menggandeng raksasa teknologi dan industri global seperti Microsoft, Google, Amazon, hingga Astra International. Melalui project-based learning, mahasiswa PTKIN dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja sebagai profesional yang kompeten dan kompetitif.

Prestasi Internasional dan Akreditasi Global

PTKIN kini tidak hanya bersaing di level domestik. Keberhasilan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta masuk dalam peringkat 101–105 dunia versi QS World University Ranking (QS WUR) 2024 untuk klaster Theology adalah bukti pengakuan internasional.

Didukung oleh 718 Guru Besar dan ribuan jurnal yang terindeks Scopus, PTKIN bertransformasi menjadi pusat riset keagamaan dan umum yang diperhitungkan di Asia.

“Kami mencanangkan internasionalisasi melalui Double Degree, pertukaran mahasiswa, dan akreditasi prodi internasional.

Ini adalah bagian dari komitmen kami menjadikan PTKIN sebagai destinasi pendidikan global,” tambah Sahiron.

Informasi Penting Pendaftaran

Sebagai pengingat bagi calon peserta, jalur SPAN-PTKIN adalah seleksi tanpa ujian tulis dan tanpa biaya pendaftaran (gratis), yang sepenuhnya mengandalkan prestasi akademik dan portofolio siswa.

Baca Juga :  Agendakota.id, Platform Digital yang Mengubah Cara Event Dikelola di Indonesia

Bagi siswa kelas XII tahun 2025 dari MA/MAK/SMA/SMK maupun Pesantren Mu’adalah, ini adalah kesempatan emas untuk menjadi bagian dari generasi emas Indonesia yang berwawasan luas dan berakhlakul karimah.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Lebih dari Sekadar Menginap: Padma Hotels Manjakan Tamu Loyal Lewat Program "Milestone Rewards"

Next Post

Bedah Rahasia di Balik Partikel Nano: KOL Papan Atas Indonesia Intip Inovasi Masa Depan Skintific di Korea