Advertisement
Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use

Technogym Perkenalkan Olahraga Berbasis Data di ISS 2026

Teknologi untuk Latihan yang Lebih Personal

Jakarta, Komunikasi Bisnis — Technogym memperkenalkan pendekatan baru dalam latihan, performa, dan wellness melalui Indonesia Sports Summit atau ISS 2026. Ajang tersebut berlangsung pada 11–13 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Technogym menghadirkan pengalaman yang menghubungkan teknologi, data, evaluasi fisik, dan panduan ahli. Berdasarkan informasi penyelenggara, ISS 2026 diperkirakan menarik lebih dari 30.000 pengunjung selama tiga hari.lifestyle.bisnis+1

Bagi Technogym, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa olahraga dapat dilakukan secara lebih terukur dan personal. Teknologi tidak hanya digunakan untuk mencatat aktivitas, tetapi juga membantu pengguna memahami kondisi tubuh, menyusun latihan, dan memantau perkembangan secara berkala.

Dua Area Pengalaman Technogym

Technogym menghadirkan dua area utama dalam ISS 2026, yaitu Technogym Performance Lab dan Technogym Arena.

Advertisement

Kedua area tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman menyeluruh. Pengunjung dapat memulai dari pengenalan kondisi fisik, mencoba evaluasi performa, mengikuti latihan, hingga terhubung dengan komunitas olahraga.

Technogym Performance Lab

(Sandiaga Uno di TECHNOGYM, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Foto: Dok, TECHNOGYM) 

Technogym Performance Lab menekankan pentingnya memahami tubuh sebelum menentukan program latihan. Pengunjung dapat mencoba Technogym Checkup dan Biostrength REV untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi fisik serta kemampuan tubuh.

Biostrength REV memadukan pengukuran kekuatan berbasis riset dengan teknologi latihan. Sistem tersebut dapat membantu mengevaluasi sejumlah aspek, seperti:

  • Kekuatan.
  • Power.
  • Rentang gerak.
  • Simetri gerakan.
  • Beban latihan.
  • Tempo.
  • Perkembangan performa dari waktu ke waktu.

Menurut informasi resmi Technogym, Biostrength REV memiliki rangkaian tes untuk mengetahui kondisi awal pengguna dan membantu menyesuaikan protokol latihan berdasarkan perkembangan yang dicapai. Sistem tersebut juga dilengkapi fitur biofeedback yang memberikan data mengenai simetri, beban kerja, tempo, serta range of motion.technogym

Baca Juga :  FitHub dan Strategi Membuat Gaya Hidup Sehat Lebih Terjangkau

Pendekatan tersebut dapat membantu pengguna dan pelatih mengurangi ketergantungan pada perkiraan. Program latihan dapat disusun berdasarkan hasil evaluasi, kemudian disesuaikan ketika kemampuan pengguna berubah.

Technogym Arena

(TECHNOGYM di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Foto: Dok, TECHNOGYM) 

Jika Performance Lab berfokus pada pemahaman kondisi fisik, Technogym Arena membawa hasil evaluasi tersebut ke aktivitas gerak. Area ini menghadirkan kelas fitness, sesi latihan atlet, serta aktivitas yang menitikberatkan pada performa.

Salah satu program unggulan adalah Workout With Jenn, kelas yang dipandu oleh Jennifer Bachdim selaku Brand Ambassador Technogym Indonesia.

Technogym Arena juga menghadirkan sesi running assessment dan latihan kekuatan. Program tersebut dirancang untuk membantu peserta memahami pola gerak tubuh serta kaitannya dengan performa olahraga.

Olahraga Tidak Lagi Disamaratakan

Salah satu pesan utama yang dibawa Technogym dalam ISS 2026 adalah pentingnya latihan yang disesuaikan dengan kondisi dan tujuan setiap individu.

Kebutuhan seorang atlet tentu berbeda dengan pelari rekreasional, anggota komunitas fitness, atau masyarakat yang berolahraga untuk menjaga kebugaran. Perbedaan usia, pengalaman, kekuatan, mobilitas, dan tujuan latihan juga perlu menjadi pertimbangan.

Dengan evaluasi berbasis data, latihan dapat diarahkan secara lebih spesifik. Sebagai contoh, seseorang yang ingin meningkatkan performa lari mungkin membutuhkan kombinasi evaluasi gerak, latihan kekuatan, dan pemantauan rentang gerak. Sementara itu, pengguna yang berlatih untuk kebugaran sehari-hari dapat memerlukan program dengan intensitas dan target yang berbeda.

Meski demikian, data tetap perlu dibaca dan diterapkan secara tepat. Hasil pengukuran sebaiknya menjadi dasar diskusi dengan pelatih atau profesional yang memahami prinsip latihan, bukan dijadikan satu-satunya penentu keputusan.

Baca Juga :  Pilates Premium: Bagaimana Studio Kesehatan Membangun Brand Lifestyle

ISS 2026 Dorong Industri Olahraga

Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 bersama para pemimpin nasional dan global ekosistem olahraga Indonesia. (foto: dok/Kemenpora)

Kehadiran Technogym selaras dengan agenda ISS 2026 yang tidak hanya membahas kompetisi, tetapi juga perkembangan industri olahraga. Kemenpora menyebut ISS 2026 sebagai platform kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, federasi olahraga, komunitas, dan generasi muda.kemenpora.go

Dengan tema “Beyond The Game 2.0: From Nation Building to Global Industry,” ISS 2026 menempatkan olahraga sebagai sektor yang terhubung dengan investasi, teknologi, lapangan kerja, komunitas, infrastruktur, dan diplomasi.

Kemenpora juga menyebut bahwa olahraga memiliki potensi untuk menciptakan nilai ekonomi serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri olahraga global.kemenpora.go

Dalam konteks tersebut, teknologi fitness dan wellness menjadi bagian penting dari ekosistem olahraga. Peralatan, aplikasi, analisis data, layanan kebugaran, serta program latihan dapat membantu memperluas partisipasi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman olahraga.

Peluang Wellness di Indonesia

Perkembangan teknologi kebugaran menunjukkan bahwa olahraga dan wellness semakin beririsan. Masyarakat tidak hanya mencari tempat untuk berolahraga, tetapi juga membutuhkan panduan, pemantauan progres, dan pengalaman yang sesuai dengan tujuan pribadi.

Bagi gym, klub olahraga, hotel, pusat kesehatan, perusahaan, dan komunitas, pendekatan berbasis data dapat membuka peluang layanan baru. Mereka dapat menawarkan evaluasi awal, program latihan personal, pendampingan, serta pemantauan hasil secara berkala.

Indonesia memiliki basis masyarakat yang besar dan minat olahraga yang beragam. Kondisi tersebut menciptakan peluang bagi pengembangan industri fitness, sport tourism, layanan kesehatan preventif, dan wellness.

Namun, pertumbuhan sektor ini perlu diikuti edukasi yang memadai. Pengguna perlu memahami cara membaca data, pentingnya pemanasan dan pemulihan, serta perlunya menyesuaikan intensitas latihan dengan kondisi tubuh.

Peran Technogym bagi Ekosistem Olahraga

Melalui keikutsertaannya di ISS 2026, Technogym menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung berbagai kelompok, mulai dari atlet, pelatih, komunitas fitness, hingga masyarakat umum.

Baca Juga :  Bedah Plastik di Bali: Pilihan Prosedur Estetika di NgoerahSun Wellness & Aesthetic Center

Pendekatan yang ditawarkan mencakup tiga elemen utama:

  • Pengukuran, untuk memahami kondisi dan kemampuan tubuh.
  • Program personal, untuk menyesuaikan latihan dengan kebutuhan pengguna.
  • Pemantauan progres, untuk melihat perubahan performa dan melakukan penyesuaian.

Kombinasi tersebut dapat membantu menciptakan pengalaman latihan yang lebih terarah. Pengguna tidak hanya bergerak, tetapi juga memahami alasan di balik jenis latihan yang dilakukan.

Masa Depan Performa Olahraga

Indonesia Sports Summit 2026 memperlihatkan bahwa masa depan olahraga akan semakin dipengaruhi oleh kolaborasi antara manusia, teknologi, data, dan komunitas.

Technogym membawa perspektif bahwa performa tidak hanya dibangun melalui latihan yang lebih berat, tetapi juga melalui pemahaman yang lebih baik mengenai tubuh. Dengan evaluasi yang tepat dan bimbingan yang sesuai, latihan dapat menjadi lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Bagi Indonesia, adopsi teknologi olahraga dapat mendukung pembentukan masyarakat yang lebih aktif sekaligus memperkuat industri olahraga nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi tersebut dapat diakses lebih luas dan digunakan oleh masyarakat dengan pemahaman yang benar.

Ikuti terus berita terbaru mengenai bisnis, olahraga, teknologi, wellness, dan perkembangan industri di komunikasibisnis.com. Jangan lupa mampir ke Instagram @komunikasibisniscom untuk mendapatkan berita serta insight terbaru seputar bisnis dan inovasi.

Sumber dan Referensi

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
mc laren

McLaren Perkenalkan Identitas Baru, Logo Terinspirasi Bengkel Keluarga Bruce McLaren

Next Post
WITF 2026 Perluas Akses Produk Wisata Indonesia ke Buyer dari 34 Negara

WITF 2026 Perluas Akses Produk Wisata Indonesia ke Buyer dari 34 Negara

Advertisement