SEOUL, KOREA SELATAN – Skintific, pelopor perawatan kulit berbasis sains, kembali memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovasi kecantikan.
Dalam sebuah perjalanan eksklusif, Skintific memboyong empat Key Opinion Leaders (KOL) ternama Indonesia—Tasya Farasya, Alyssa Daguise, Sunny Dahye, dan Jovi Adhiguna Hunter—untuk menelusuri kecanggihan Laboratorium Research and Development (R&D) mereka di Korea Selatan.
Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan upaya transparansi radikal untuk menunjukkan proses di balik layar terciptanya produk-produk yang telah menjadi favorit masyarakat Indonesia.
Investasi 10 Juta Dollar AS untuk Teknologi Nano
Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah penggunaan mesin dan peralatan mutakhir senilai 10 juta dollar AS (setara kurang lebih Rp157 miliar) yang didedikasikan untuk pengembangan Nano Technology.
Teknologi ini memungkinkan Skintific menciptakan partikel ultra-halus yang mampu menembus lapisan kulit dengan daya serap lebih optimal.
“Kunjungan ini adalah bukti nyata komitmen kami terhadap kualitas. Kami ingin menunjukkan bahwa setiap produk Skintific lahir dari uji stabilitas yang ketat dan riset mendalam di laboratorium kelas dunia,” ujar Dedi Irawan Sinuhaji, Direktur Skintific Indonesia.

Menjawab Tantangan Kulit di Era Modern
Di tengah membanjirnya produk kecantikan di pasar, konsumen kini semakin kritis terhadap efikasi bahan aktif.
Keberadaan laboratorium R&D di Korea ini memastikan bahwa setiap formulasi tidak hanya mengikuti tren, tetapi memberikan solusi nyata bagi kesehatan skin barrier.
Dengan Nano Technology, produk seperti cushion atau moisturizer dari Skintific mampu memberikan coverage yang tinggi namun tetap terasa ringan di wajah.
Teknologi ini memastikan bahan aktif bekerja tepat sasaran, mengurangi risiko iritasi, dan memaksimalkan performa produk pada berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif.
Kolaborasi Global untuk Standar Tertinggi
Meskipun seluruh riset dan pengembangan (R&D) dilakukan secara eksklusif di Korea, Skintific tetap menjaga standar produksi massalnya dengan menggandeng manufaktur global terkemuka.
Mitra strategis seperti Kolmar, Intercos, dan Cosmax, serta fasilitas manufaktur global di Tiongkok, memastikan produk yang sampai ke tangan konsumen memiliki kualitas yang konsisten secara internasional.
Pusat R&D ini pun dikenal sebagai “dapur” bagi berbagai merek kecantikan mewah dunia, yang mempertegas kedudukan Skintific dalam kancah kecantikan global.
Masa Depan Kecantikan Berbasis Sains
Tren kecantikan kini bergeser dari sekadar estetika menuju beauty-tech. Kehadiran Tasya Farasya dan rekan-rekan jurnalis kecantikan di laboratorium ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada publik bahwa keamanan dan efektivitas produk harus didukung oleh data ilmiah yang kuat.
Melalui pendekatan berbasis sains ini, Skintific terus berupaya menghadirkan pengalaman kecantikan yang lebih canggih. “Kami siap membawa inovasi yang lebih berani bagi pengguna di Indonesia dan seluruh dunia,” tutup Dedi.
Highlight Kunjungan R&D Skintific:
- Transparansi Proses: Melihat langsung dari pemilihan bahan aktif hingga uji stabilitas.
- Pusat Riset Global: Laboratorium di Korea berfungsi sebagai pusat inovasi, bukan sekadar pabrik.
- Teknologi Mutakhir: Penggunaan mesin senilai 10 juta dollar AS untuk formulasi partikel nano.
- Standar Keamanan: Bermitra dengan produsen papan atas dunia (Kolmar & Cosmax) untuk memastikan kualitas massal tetap terjaga.