Blibli dikenal sebagai salah satu pemain e-commerce besar di Indonesia. Namun, perusahaan ini tidak hanya mengandalkan transaksi daring. Melalui PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), Blibli memperkuat kehadirannya di dunia luring melalui jaringan toko fisik yang terus bertambah.
Hingga September 2026, Blibli menambahkan 102 toko baru. Ekspansi ini mencakup toko elektronik konsumen, toko elektronik rumah tangga, supermarket premium, pusat pengalaman perabot, hingga toko fesyen dan olahraga.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa e-commerce tidak lagi hanya bersaing di ranah digital. Pemain besar kini membangun ekosistem omnichannel, yaitu integrasi antara pengalaman belanja daring dan luring.
Jaringan Toko Fisik Blibli Terus Meluas

Hingga akhir September 2026, Blibli mengoperasikan 347 toko elektronik konsumen. Jaringan ini mencakup Blibli Store, Hello Apple Authorised Reseller, dan Samsung Experience Store.
Perusahaan juga memiliki 24 toko elektronik rumah tangga serta satu toko fesyen dan olahraga. Di luar itu, Blibli mengelola 60 gerai supermarket premium melalui Ranch Market dan Farmers Market, serta 39 pusat pengalaman perabot dan desain interior melalui Dekoruma.
Total jaringan tersebut menunjukkan bahwa Blibli tidak hanya berfokus pada satu kategori produk. Perusahaan membangun kehadiran di elektronik, kebutuhan rumah tangga, bahan makanan premium, hingga furnitur.
Pada semester I 2026, Blibli menambah 36 toko baru. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 102 toko sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Pendapatan Naik 55 Persen
Ekspansi toko fisik dan penguatan segmen institusi berdampak pada kinerja keuangan Blibli. Pada semester I 2026, pendapatan bersih konsolidasi mencapai Rp14,83 triliun, naik 55 persen dibanding Rp9,60 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya berasal dari toko fisik. Segmen bisnis institusi juga menjadi kontributor penting dalam peningkatan pendapatan.
Rugi bersih Blibli juga membaik. Pada semester I 2026, rugi bersih tercatat sebesar Rp719,07 miliar, lebih kecil dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan mulai didukung oleh perbaikan profitabilitas. Namun, perusahaan masih perlu menjaga efisiensi biaya agar ekspansi toko fisik tidak membebani kinerja jangka panjang.
Toko Fisik untuk Produk Bernilai Tinggi

Toko fisik tetap penting untuk kategori produk bernilai tinggi. Konsumen yang membeli smartphone flagship, laptop, perabot rumah, atau peralatan elektronik sering ingin melihat dan mencoba produk terlebih dahulu.
Kebutuhan ini dikenal sebagai touch and feel factor. Konsumen ingin memastikan kualitas fisik, ukuran, tampilan, dan pengalaman penggunaan sebelum mengambil keputusan.
Dalam kategori tersebut, toko fisik berfungsi membangun kepercayaan. Konsumen dapat berkonsultasi dengan staf, membandingkan produk, dan memperoleh pengalaman langsung sebelum membeli.
Bagi Blibli, toko fisik menjadi jembatan antara minat konsumen di dunia daring dan keputusan pembelian di dunia nyata.
Omnichannel: Online dan Offline Saling Melengkapi
Blibli tidak memposisikan toko fisik sebagai pengganti e-commerce. Keduanya dirancang untuk saling melengkapi.
Konsumen dapat mencari informasi produk secara daring, melakukan transaksi melalui aplikasi, kemudian mengambil barang di toko fisik melalui layanan click and collect.
Pada Agustus 2026, Blibli juga menghadirkan layanan tukar tambah daring dan pengambilan barang di toko. Konsumen dapat mengamankan alokasi produk melalui aplikasi atau situs Blibli, lalu mengambilnya di toko pilihan.
Pendekatan ini memberi fleksibilitas kepada konsumen. Mereka dapat memanfaatkan kemudahan belanja daring sekaligus kepastian pengambilan barang secara langsung.
Toko Fisik sebagai Pusat Distribusi Mikro
Jaringan toko fisik juga dapat berfungsi sebagai pusat distribusi mikro atau micro-fulfillment center. Toko yang berada dekat dengan konsumen dapat membantu mempercepat pengiriman dan mengurangi biaya logistik jarak jauh.
Dalam model ini, toko tidak hanya menjadi tempat penjualan. Toko juga dapat menjadi titik penyimpanan, pengambilan barang, dan dukungan layanan purna jual.
Kapasitas ini semakin penting seiring meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kecepatan pengiriman. Konsumen tidak hanya menginginkan harga kompetitif, tetapi juga pengalaman belanja yang praktis.
Take Rate Meningkat
Penguatan ritel fisik juga berdampak pada monetisasi. Pada semester I 2026, take rate Blibli meningkat dari 8,6 persen menjadi 9,0 persen.
Take rate menggambarkan tingkat pendapatan yang diperoleh perusahaan dari nilai transaksi yang diproses. Peningkatan 40 basis poin menunjukkan perbaikan kualitas pendapatan.
Kontribusi marjin dari segmen ritel fisik menjadi salah satu faktor yang mendukung kenaikan tersebut. Toko fisik memungkinkan perusahaan memperoleh pendapatan langsung dari penjualan produk, bukan hanya dari komisi transaksi pihak ketiga.
Kontribusi Beragam dari Ekosistem
Pada semester I 2026, transaksi ritel 3P menyumbang 58 persen dari pendapatan Blibli. Segmen institusi menyumbang 22 persen, toko fisik 11 persen, dan ritel 1P 9 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Blibli tidak bergantung pada satu sumber pendapatan. Perusahaan memiliki kombinasi antara marketplace, layanan institusi, ritel fisik, dan penjualan langsung.
Diversifikasi ini penting untuk menjaga ketahanan bisnis. Ketika salah satu kanal menghadapi tekanan, kanal lain dapat membantu menopang kinerja perusahaan.
Tantangan Ekspansi Toko Fisik
Ekspansi toko fisik membuka peluang, tetapi juga menambah biaya. Perusahaan perlu mengelola sewa lokasi, tenaga kerja, persediaan, utilitas, dan operasional harian.
Toko fisik harus mampu menghasilkan penjualan yang sepadan dengan biaya operasionalnya. Lokasi yang strategis belum tentu menguntungkan apabila perputaran stok rendah atau biaya sewa terlalu tinggi.
Karena itu, keberhasilan strategi omnichannel tidak hanya diukur dari jumlah toko. Ukuran yang lebih penting adalah produktivitas toko, kontribusi margin, dan dampaknya terhadap pengalaman pelanggan.
Pelajaran dari Strategi Blibli
Perjalanan Blibli menunjukkan bahwa e-commerce dan ritel fisik tidak harus bersaing. Keduanya dapat saling memperkuat apabila dirancang sebagai satu ekosistem.
Toko fisik membantu membangun kepercayaan pada produk bernilai tinggi. Kanal daring memberikan kemudahan pencarian, perbandingan, dan transaksi. Sementara layanan seperti click and collect menghubungkan keduanya.
Bagi bisnis ritel, kunci utamanya adalah memahami perilaku pelanggan. Konsumen tidak selalu memilih antara online atau offline. Mereka cenderung menggunakan keduanya sesuai kebutuhan.
Pelajari bagaimana omnichannel mengubah cara konsumen berbelanja di Komunikasibisnis.com.