Bagi nelayan di Desa Soligi, Pulau Obi, laut bukan hanya tempat mencari ikan. Laut menjadi sumber nafkah keluarga, ruang pewarisan pengetahuan, serta bagian dari kehidupan sosial masyarakat pesisir di Halmahera Selatan, Maluku Utara.tempo
Harmin, nelayan berusia 37 tahun, telah melaut selama lebih dari 20 tahun. Ia belajar membaca kondisi laut, menyiapkan senar, dan memilih umpan dari orang tua serta tetangganya. Pengetahuan tersebut juga terus dibagikan antarwarga di Soligi.tempo
“Kita saling mengajak satu sama lain,” kata Harmin.tempo
Laut Menopang Kebutuhan Keluarga

Setiap hari, Harmin memeriksa nilong atau senar pancing yang oleh masyarakat Maluku disebut tasi sebelum turun ke laut. Ia memastikan senar cukup kuat, memeriksa mata pancing, lalu menyiapkan umpan dari spons atau potongan ikan.tempo
Bagi Harmin, hasil tangkapan terutama dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ikan yang tersisa kemudian dijual.tempo
“Pekerjaan saya hampir setiap hari ke laut. Kalau ada lebih, baru saya jual, sisanya untuk saya sendiri,” kata dia.tempo
Perairan Soligi memberikan beragam jenis ikan, seperti bobara, tongkol, dan kerapu. Harmin juga pernah mendapatkan ikan dengan berat lebih dari 10 kilogram.tempo
Pasar Hasil Laut Semakin Terhubung
Peluang ekonomi nelayan Soligi kini tidak hanya bergantung pada penjualan langsung. Sebagian nelayan desa tersebut tergabung dalam kelompok Sentra Usaha Tani Nelayan atau SUTAN yang didampingi Harita Nickel.tempo
Kelompok tersebut rutin memasok ikan ke vendor katering perusahaan. Sepanjang 2025, kelompok SUTAN mencatat tangkapan sebesar 24 ton ikan. Hasil tangkapan didominasi tuna dan ikan dasar, dengan omzet sebesar Rp566 juta.
Harita Nickel juga memberikan pendampingan teknis kepada kelompok nelayan. Pendampingan mencakup standar pembersihan ikan sesuai kebutuhan vendor katering serta pembinaan pengelolaan keuangan.api.tbpnickel
Dukungan tersebut membantu nelayan melakukan pengiriman rutin setiap bulan dan menjaga konsistensi kualitas produk. Bagi nelayan, keterlibatan dalam rantai pasok katering dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih stabil.api.tbpnickel
Festival Harmoni Obi Perkuat Jejaring Nelayan

Festival Harmoni Obi 2026 digelar pada 24–25 Oktober 2026 di Kawasan Komersial Desa Kawasi, Pulau Obi. Acara tersebut melibatkan masyarakat Desa Kawasi dan Soligi serta menampilkan pertunjukan budaya, bazar UMKM, dan Obi Fishing Tournament.
Harmin mengikuti lomba memancing tersebut untuk pertama kalinya. Lebih dari 270 peserta dari Soligi, Kawasi, dan desa sekitarnya mengikuti turnamen. Jumlah peserta meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 135 peserta.
“Kalau lomba, dapat keuntungan seperti mental jadi belajar banyak, mendapat pengalaman kebersamaan dalam kompetisi yang kita lakukan. Kita juga bisa tahu sampai berapa jauh kemampuan kita dalam memancing,” ujar Harmin.tempo
Panitia bersama Asosiasi Pemancing Republik Indonesia menilai hasil tangkapan berdasarkan jenis dan bobot ikan. Peserta mendapatkan beragam ikan, mulai dari kakap merah, kerapu, tuna, hingga baubara atau giant trevally.suara+1
Lomba Jadi Ruang Silaturahmi Nelayan
Kebiasaan saling mengajak melaut di Soligi juga terlihat dalam lomba memancing. Harmin bertemu nelayan dari desa lain dan menjadikan ajang tersebut sebagai sarana mempererat hubungan antarnelayan.tempo
“Torang berkumpul di nelayan itu silaturahmi kepada sesama teman-teman nelayan, agar hubungan kemanusiaan semakin baik, jadi semakin mengenal satu sama lain. Orang Kawasi jadi bisa saling mengenal dengan orang Soligi,” kata dia.tempo
Harmin berencana mengikuti lomba memancing lagi pada tahun depan. Baginya, ajang tersebut tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang memperluas jejaring dan pengalaman.tempo
Perikanan Tangkap Tetap Pilar Ekonomi Pesisir
Kegiatan nelayan di Pulau Obi merupakan bagian dari sektor perikanan tangkap nasional yang tetap menjadi pilar ekonomi pesisir. Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat produksi perikanan tangkap Indonesia pada 2025 mencapai 7,85 juta ton.
Dari total produksi perikanan nasional sebesar 26,26 juta ton pada 2025, produksi ikan tangkap mencapai 7,85 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari 7,38 juta ton perikanan tangkap laut dan 0,47 juta ton perikanan perairan umum darat.
Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mencatat bahwa armada kapal penangkap ikan Indonesia mencakup 1.137.734 kapal. Sekitar 95 persen di antaranya merupakan kapal kecil dengan ukuran di bawah 10 GT.ppid.kkp.go
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nelayan kecil tetap menjadi bagian penting dari struktur perikanan nasional. Keterlibatan mereka dalam rantai pasok lokal, katering, dan pasar hasil laut berperan besar bagi perekonomian pesisir.
Keberlanjutan Menjadi Kunci
Harmin dan nelayan lain di Soligi masih dapat memperoleh ikan di pesisir Pantai Obi. Bagi mereka, keberlanjutan laut menjadi syarat utama agar mata pencaharian tetap berjalan.tempo
“Kami berharap masih bisa melaut di pesisir pantai Obi untuk mencapai kami punya kebutuhan,” kata Harmin.tempo
Dalam Obi Fishing Tournament, panitia membatasi jenis tangkapan pada ikan yang lazim dikonsumsi atau diperdagangkan. Ikan yang dilindungi tidak boleh ditangkap.
Pembatasan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi dan konservasi dapat berjalan bersama. Pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab penting agar hasil laut tetap tersedia bagi generasi nelayan berikutnya.
Baca berita dan analisis terbaru mengenai ekonomi pesisir, UMKM, energi, serta perkembangan industri lainnya di komunikasibisnis.com. Untuk mendapatkan berita dan insight terbaru seputar dunia bisnis, ikuti Instagram @komunikasibisniscom.
Sumber dan Referensi
- Tempo. “Laut, Warisan Pengetahuan, dan Harapan Nelayan Pulau Obi.” 30 Oktober 2026.
- Harita Nickel. “Menguatkan Potensi Lokal, Pertumbuhan Berkelanjutan: CSR Annual Report 2025.”
- Harita Nickel. “Festival Harmoni Obi 2026 Celebrates Culture and Promotes Marine Conservation.” 2026.
- Suara.com. “Mengintip Keseruan Festival Harmoni Obi 2026: Hadirkan Tari Tradisional hingga Lomba Memancing.” 28 Oktober 2026.
- Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Tahun 2025.”
- Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Laporan Kinerja 2025.”
- Katadata Databoks. “Realisasi Produksi Perikanan Indonesia Naik 11,48% pada 2025.” 14 Juli 2026.