JAKARTA – Gelaran musik jazz terbesar di belahan bumi selatan, MyBCA Java Jazz Festival (JJF) 2026, siap memasuki era baru. Setelah lebih dari satu dekade menetap di Jakarta Pusat,
festival ikonik ini resmi mengumumkan perpindahan lokasi ke NICE (Nusantara International Convention Exhibition) di PIK 2, Tangerang, yang akan berlangsung pada 29-31 Mei 2026.
Direktur Utama PT Java Festival Production, Dewi Gontha, menyatakan bahwa perpindahan ini merupakan langkah strategis untuk memberikan kesegaran serta pengalaman baru bagi para penikmat musik tanah air maupun mancanegara.
Evolusi Venue: Menjawab Tantangan di Lokasi Baru

Perpindahan ke NICE PIK 2 menjadi tonggak sejarah setelah 15 tahun JJF identik dengan Kemayoran.
Dewi menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk terus melakukan perbaikan diri dan menghadirkan fasilitas yang lebih representatif bagi sebuah event internasional.
“Kami memulai semuanya dari nol lagi di venue ini. Tantangannya tentu ada, terutama dalam hal penyesuaian alur penonton dan transportasi. Namun, kami telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan untuk menyediakan moda transportasi khusus dan shuttle bus demi memudahkan akses bagi penonton maupun pekerja,” ujar Dewi.
Lineup Global: Jon Batiste hingga Format Eksklusif Dave Koz
MyBCA Java Jazz Festival 2026 tetap konsisten dengan kurasi musiknya yang variatif namun tetap berakar pada semangat jazz.
Tahun ini, JJF akan menghadirkan peraih 8 Grammy Awards dan pemenang Oscar, Jon Batiste, yang akan melakukan debutnya di panggung Java Jazz.
Selain Jon Batiste, jajaran musisi internasional lainnya yang dipastikan hadir meliputi:
- Ella Mai & Frank McComb (R&B/Soul)
- Wave to Earth (Indie Pop Korea Selatan)
- Dave Koz & Summer Horns (Format khusus tiup)
- Big Band Australia (18 personel) hingga Orkestra dari Brasil.
Eksperimentasi Lokal: Aransemen Jazz Slank dan Kolaborasi Lintas Negara

Salah satu kejutan terbesar tahun ini adalah penampilan grup rock legendaris, Slank. Berbeda dari aksi panggung biasanya, Slank dikabarkan tengah menyiapkan aransemen jazz khusus untuk penampilannya di JJF 2026.
“Kami ingin setiap musisi menunjukkan sisi berbeda dari karya mereka. Slank sedang menyiapkan sesuatu yang spesial,” tutur Dewi.
Selain Slank, jajaran musisi nasional seperti Maliq & D’Essentials, Yura Yunita, dan Ziva Magnolya juga akan memberikan penampilan terbaik mereka di 10 panggung yang tersebar di area indoor dan outdoor.
Pengalaman Musikal yang Inklusif

Java Jazz 2026 juga akan menonjolkan proyek kolaboratif unik, di antaranya penggabungan Big Band internasional dengan penyanyi Indonesia serta kolaborasi orkestra lintas negara. Pendekatan ini mempertegas posisi JJF bukan sekadar konser, melainkan ruang eksperimentasi budaya.
“Visi kami tetap sama: menjaga identitas jazz sambil tetap inklusif bagi pasar yang lebih luas. JJF 2026 bukan hanya pindah tempat, tapi juga naik level secara kualitas dan pengalaman,” pungkas Dewi.